Cinta Lama Bertemu Kembali (Inspirasi: @jcvanJKT48)
Kenalin, namaku Ferdhi. Aku siswa kelas 1 di salah satu SMA di Jakarta. Aku punya pacar cantik banget. Jessica Vania namanya. Namun aku lebih suka memanggilnya Jeje. Sudah 3 bulan kita pacaran. Sampai suatu ketika, Jeje ngasih tau kalau dia mau ikut audisi JKT48.
"Kamu tau gak sih golden rules 48Family?" kataku ke Jeje.
"Iya aku tau, member gak boleh pacaran kan? Tapi ini demi masa depan aku..." kata Jeje.
"Tapi Je..." belum sempat aku ngomong, Jeje memotong.
"Kalo kamu cinta sama aku, kamu harusnya ngedukung aku!!!!" ujar Jeje.
Aku terdiam. Ku peluk langsung Jeje.
"Baiklah, kalau itu mau kamu..." bisik ku ke Jeje.
"Aku harap kamu ngerti ya... Lagian, belum tentu juga aku diterima. Doain aku ya..." ujar Jeje.
"Aku doain yang terbaik buat kamu sayang..." ujarku ke Jeje.
Ku kecup kening Jeje. Tak sanggup rasanya aku hidup tanpa sosok Jeje di sampingku. Tak lama setelah itu, bel masuk mengagetkan ku. Aku dan Jeje segera masuk ke dalam kelas.
Besoknya, ku antar Jeje ke tempat audisi member JKT48. Jeje memang memiliki bakat dibidang musik. Suaranya sangat merdu. Ia bahkan bisa memainkan alat musik seperti Gitar dan keyboard. Itu yang membuat aku suka dengan Jeje. Ia tidak pernah lelah mengejar cita-citanya. Dan aku akan terus mendoakan yang terbaik buat Jeje. Tanpa terasa, air mataku pun menetes.
"Aku tunggu atau gimana?" tanyaku ke Jeje.
"Gak usah deh, ini pasti sampai sore, kamu tinggal ajah nanti aku kabarin" kata Jeje.
"Oke... Good Luck ya sayang..." ujarku menyemangati Jeje.
"Thanks ya..." kata Jeje.
Besok nya, aku mendapatkan kabar dari Jeje bahwa ia diterima di JKT48. Entah aku harus senang atau Sedih. Jeje tidak masuk sekolah hari ini dan itu membuat aku sedih. Aku seperti tidak punya semangat untuk hidup lagi.
Setahun lebih setelah Resmi menjadi member JKT48, aku tidak pernah berkomunikasi dengan Jeje lagi. Ku coba sms, tak ada balasan. Ku coba telpin, tak ada jawaban. Yah, mungkin dia sedang berusaha melupakanku. Atau mungkin ia sudah melupakanku. Aku juga sudah pindah dari Jakarta. Aku pindah ke Surabaya. Perkerjaan ayah adalah sebab mengapa aku pindah ke kota terbesar kedua di Indonesia ini.
Seminggu di Surabaya, aku masih tidak bisa berkomunikasi dengan Jeje. Aku hanya bisa menyaksikannya melalui layar televisi dan Youtube saja. Rindu rasanya mendengar suara Jeje. Sampa suatu hari, aku dapat kabar bahwa JKT48 mengadakan konser akbar di Surabaya. Aku pun langsung memesan tiket VIP, dan kebetulan aku dapat tempat duduk paling depan.
Waktu yang dinanti pun tiba. Aku bergegas naik ke Mobil Ford milik ayahku. Tak lupa, aku membawa topeng Gorila, yang biasa kupakai saat masih pacaran dengan Jeje dulu. Mungkin ia akan ingat. Atau mungkin sebaliknya. Tapi tak ada salahnya untuk dicoba.
Konser pun dimulai. JKT48 membukanya dengan lagu Heavy Rotation. Saat pertengahan konser, Jeje memintaku maju ke panggung.
"Surabaya unik yaaa!!!!" teriak Sendy. Penonton punbergemuruh.
"Itu coba yang pakai topeng gorila sini maju" kata Jeje sambil menunjuk ke arahku.
Akupun maju ke atas panggung. Gugup rasanya, tapi senang, karena aku bisa bertemu lagi dengan Jeje.
"Namanya siapa" tanya Jeje.
"Masih ingat aku?" tanyaku sambil membuka topeng. Jeje terlihat sangat kaget.
"Fe... Ferdhi!!?" kata Jeje kaget.
"Iya Je, ini aku Ferdhi" kataku.
"Ka... kamu kok bisa disini???" tanya Jeje masih gak percaya.
"Nanti aku ceritain waktu acara m&g..." ujarku lalu turun dari panggung. Kulihat Jeje masih terlihat kaget sekali.
Acara m&g pun tiba. Aku duduk satu meja sama Jeje. Jeje terlihat gugub banget melihat wajahku.
"Hahh... Akhirnya kita bisa bertemu lagi..." ujarku
"Tapi, kok kamu bisa di Surabaya?" tanya Jeje.
"Aku pindah karena ayahku ditugaskan di Surabaya." jelasku ke Jeje.
"Aku kangen sama kamu Dhi..." kata Jeje.
"Aku juga... Aku telpon hp kamu, tapi gak kamu angkat..." kataku.
"Sorry, aku sibuk bangett....." kata Jeje.
"Iya aku ngerti kok... Kamu baik-baik ya selama di JKT48... Jangan ngetroll member yang lain...." candaku. Kami tertawa terbahak-bahak.
Tak terasa acara M&G telah usai. Aku pun pamit kepada member yang lain, termasuk Jeje.
"Aku pulang ya Je..." kataku.
"Kamu jangan ngelupain aku ya..." kata Jeje
"Aku gak mungkin ngelupain orang yang aku cinta Je. Walaupun kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi. Tapi aku tetep mengaggap kamu sebagai sahabat aku. Sahabat yang sangat aku cintai. Tetap jadi diri kamu sendiri Je. I Love You" ujarku lalu meninggalkan Jeje. Kulihat Jeje tersenyum sambil menangis. Ia melambaikan tangan ke aku. Aku hanya bisa menahan tangis seraya pergi meninggalkan tempat M&G.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan... Ini cuma cerpen... Saya hanya ingin penilaian dari anda...