Cari

Sabtu, 28 Desember 2013

Cerpen: Rezky Wiranti Dhike

"Kau Akan Selalu di Hati" (Inspirasi: @dhikeJKT48)






Jam dinding ku berdetik. Hujan turun dengan sangat deras. Aku memandang ke luar jendela. Sepi sekali. Hanya suara hujan yang terdengar. Ku pandangi foto pacarku. Tidak, lebih tepatnya mantan ku, Dhike. Ya, baru kemarin aku putus dengannya. Penyebabnya hanyalah salah paham. Aku hempaskan badan ku ini ke kasur. Ku pejamkan mata ku. Ingatan ku tentang Dhike pun seperti berputar di otak ku. Mulai dari pengalaman manis ku dengan Dhike seperti saat aka baru bertemu dengannya ketika Masa Orientasi Siswa saat SMA hingga pengalaman pahit ku dengan dia seperti saat dia mengucapkan kata yang sangat sederhana namun mampu meremukkan hati, yaitu kata "Putus...". Otak ku seperti memutar kembali ingatan-ingatan ku tentang Dhike. Dan otak ku pun memutar ingatan ku mengapa aku bisa putus dengan Dhike....


"Aldiiii...." teriak Dhike memanggil ku.
"Iya?" tanya ku
"Ntar jadi kan kita liat konser David Gueta nya?" tanya Dhike.
"Jadi dong.... nih tiket nya...." ujar ku sambil menyerahkan tiket yang aku pegang
"Lho? kamu beliin aku tiket juga? Ihhh ngerepotin tauuu..." ujar Dhike.
"Gak repot kok. Kan yang minta kamu..." ujar ku sambil mencubit pipi Dhike.
"Kamu tuhhh yaaa..." ujar Dhike malu.
"Hehehe..." tawa ku.
"Yaudahh.... nanti kita langsung ketemuan di lokasi ajah ya.... Sampai ketemu nanti..." ujar Dhike sambil mencium pipi ku.

Malam pun tiba. Aku sudah bersiap untuk ke tempat konser David Gueta. Aku lalu berangkat menggunakan Honda Jazz milik ayah ku. Setelah sampai di lokasi aku lalu menelpon Dhike. Dia bilang kalau dia lagi di jalan. Aku menunggu di dekat antrian. Aku lalu melihat seseoramg. Seseorang tidak asing bagi ku. Dia adalah Stella, mantan pacarku. Aku lalu menghampirinya.

"Ste... Stella kan?" tanya ku ragu.
"Lho? Aldi ya.... Wahhh, lu juga suka David Gueta Al?" tanya Stella.
"Yoi... Sama siapa lu?" tanya ku.
"Sama temen... Lhah lu sama siapa?" tanya Stella.
"Sama pacar gue..." jawab ku.
"Lu gak berubah ya dari dulu...." canda Stella.

Kami lalu duduk berdua sambil menikmati Kebab. Kami bercanda dan bercerita tentang segala hal. 

"Kocak banget guru lu,,, wkwkwkwkwk..." tawa Stella.
" Eh Stell, di pipi lu tuh ada sambel nya..." ujar ku.
"Hah, mana?" tanya Stella.
"Nihh..." aku lalu membersihkan pipi Stella. Dan tanpa sadar, Dhike muncul di depan kami.
"A... Al..." Dhike terpaku melihat ku membersihkan pipi Stella.
"Ehh, Dhik... Ini gak seperti yang kamu kira..." ujar ku berusaha memberikan penjelasan kepada Dhike. Stella lalu pergi meninggalkan kami berdua.
"Tega kamu ya..." ujar Dhike yang mulai meneteskan air mata.
"Ta, tapi... Aku bisa jelasin..." belum sempat aku menjelaskan, Dhike lalu memotong.
"Gak ada yang perlu di jelasin lagi Al...! Kita Putus!!!!"

DUARRRRRR!!!!

Suara petir mengejutkan ku. Aku lalu membuka mata ku. Aku lalu bangkit. Hujan masih saja turun. Bahkan lebih deras dari sebelumnya. Ku pandangi foto Dhike lagi. Ya, aku sadar. Aku harus move on. Aku tidak ingin galau hanya karena memikirkannya.

"Dhike... Aku akan berusaha melupakan mu. Melupakan kenangan indah yang pernah kita alami ketika kita pacaran. Tapi aku berjanji, apapun yang terjadi nanti, kau akan selalu di hati..." ujar ku dalam hati, lalu merobek foto Dhike. Bersama dengan sobek nya foto Dhike itu aku berharap, aku bisa melupakan Dhike....






- TAMAT






NB: Cerita di atas hanya karangan saya. Jika ada kesamaan tempat, dan kejadian, mungkin itu hanya kebetulan saja. Selamat membaca, semoga anda senang dengan cerita saya :))



Follow me on Twitter: @RiskyR_0048

Jumat, 04 Oktober 2013

Misteri Sekolah Hantu (Final Part)



Part Sebelumnya


"Apa syaratnya?" tanya Fahri penasaran.
"Syaratnya, kerjaa'in tugas Matematika gue!" perintah Risky.
"Whattt?!! Lu bercanda kan?" tanya Fahri
"Mati lo Fahr...." ledek Naufal.
"Gimana? Mau gak?" tanya Risky.
"i, iya deh..." ujar Fahri, menyanggupi permintaan Risky.

Risky pun menjelaskan kepada Fahri cara supaya ia dengan Nadila bisa baikan lagi. Fahri sempat ragu, namun ia tetap mencoba cara yang diajarkan oleh Risky.

"Nad..." panggil Fahri.
"Hahhh, apaan lagi sihh?!" bentak Nadila.
"Aku mau ngobrol sama kamu..." ujar Fahri.
"ckk, ya udah, mau ngomong apa?" tanya Nadila dengan muka bete.
"Please, maafin aku Nad... A,aku, aku gk bisa hidup tanpa kamu. Hidup ku terasa hampa, tanpa senyum mu, aku seperti tidak punya semangat hidup lagi. Please Nad...!" mohon Fahri.
"Tapi kamu udah nyakitin hati aku Fahr... Kamu ngapain ngerayu Beby? apa kamu gak mikirin perasaan ku?" ujar Nadila.
"Tapi, itu aku cuma nyontohin ke Risky gimana caraa ngerayu cewe yang bener, gk lebih Nad..." jelas Fahri.
"Bo'ong..." ujar Nadila tidak percaya.
"Apa yang dibilang Fahri bener kok..." jelas Risky mengejutkan Nadila.
"Hahh?" ujar Nadila kaget.
"Ya, waktu itu gue lagi bete sama si Ray, gara2 dia deket2 sama Yupi, trus si Fahri nyontohin gimana cara ngerayu cewek yang baik dan manjur...." Jelas Risky.
"Kamu mau kan maafin aku..." ujar Fahri.
"Iya, aku maafin kok..." ujar Nadila.
"Makasih sayang, kita ke kantin yuk..." ajak Fahri.
"Eiiitttt, tunggu dulu..." ujar Risky.
"Apa sih Ris?" tanya Fahri kesal.
"Pr gue Fahr, Matematika..." ujar Risky.
"Ntar ajah deh..." ujar fahri lalu lari ke kantin.
"BANGKE LU FAHR!" teriak Risky.


"Ketemu!!!!!!!" teriak Ray.
"mana?" tanya Yupi.
"Nihhh..." jawab Ray.
 
09-3-12-1-12-23-1-45- 77                        : Hadi Siswanto (Sejarah)
03-1-23-4-23-12-9-22-23                        : Drajat Muskandar (Geografi)
01-1-09-4-48-23-1-21-99                       : Franky Muhaimin (Matematika)
11-1-11-5-11-22-9-14-25                      : Sigit Mahendra (Fisika)
 
 
"Hmmmm, terungkap sudah kasus ini..." ujar Yupi sambil tersenyum...
 
Ray dan Yupi lalu mendatangi rumah Sigit Mahendra, mantan guru Fisika di sekolah mereka. Mereka tidak sendiri, mereka bersama seorang detektif dan 3 orang Polisi. Yupi dan Ray mengungkap semua kasus yang telah dilakukan Sigit. Sigit mengakui bahwa ia membakar sekolah itu karena dendam terhadap pemilik sekolah itu sebelumnya. Polisi lalu menangkap Sigit, dan kasus pun selesai.

Keesokan harinya di sekolah...

"Hebat banget lu Yup bisa tau siapa pelaku nya..." puji Viny.
"Iya dong..." ujar Yupi pede.
"Kebetulan... Kebetulan..." ledek Risky.
"Dihhh...." ujar Yupi bete.

Tiba-tiba, ia melihat sosok murid dan guru dengan luka bakar di tubuh mereka. Sosok-sosok itu tersenyum ke arah Yupi, lalu sosok-sosok itu menghilang. Yupi pun tersenyum.

"Kenapa lu Yup, senyum2 sendiri?" tanya Shania heran.
"Mereka udah pergi ke alam mereka, dengan tenang..." jelas Yupi.
"Mereka siapa?" tanya Shania.
"Korban kebakaran sekolah ini. Mereka tersenyum ke arahku, lalu menghilang..." jelas Yupi.
"Mungkin mereka pamit Yup ke elu, dan ngucaapin terima kasih..." tebak Fahri.
"Mungkin.... Yahh, semoga gak ada kejadian aneh lagi di sekolah ini..." ujar Yupi tersenyum.

Bel sekolah pun berbunyi, pelajaran berjalan dengan normal dan lancar. Dan, sejak pelaku pembakaran sekolah itu ditemukan, tidak ada lagi kejadian-kejadian aneh disekolah itu.



- T A M A T



Kamis, 03 Oktober 2013

Cerpen: Nadila Cindi Wantari

Cinta Tidak Harus Memiliki (Inspirasi: @Nadila_JKT48)








“Kring.... Kring...”
Bel sekolah berbunyi. Akupun bergegas masuk ke dalam kelas. Kelas sangat gaduh, sebelum akhirnya Pak Jovi, guru TIK sekaligus wali kelas ku masuk sambil menggandeng seorang murid baru. Murid itu cantik. Sangat cantik, hingga aku terpana melihatnya. Tubuhnya yang mungil, senyumannya yang manis, membuatku ingin lebih dekat dengannya. “Semoga Pak Jovi menyuruh murid itu duduk disebelahku...” ucapku dalam hati.

“Selamat pagi anak-anak...” sapa pak Jovi.
“Pagiiii pakkk....” ujar kami serempak.
“Sebelum bapak memulai pelajaran hari ini, bapak ingin memperkenalkan teman baru kalian. Silahkan...” ujar Pak Jovi.
“Slamat pagi... Nama saya Nadila, saya pindahan dari SMA Harapan Bangsa Solo, salam kenal...” ujar Nadila memperkenalkan diri.
“Terima kasih Nadila, silahkan duduk di bangku nomor 3 di sebelah Bayu.” perintah pak Jovi

Nadila lalu menuju ke bangku ku. Ku terus pandangi wajahnya yang manis itu. Manis sekali.
“Hai...” ujar Nadila membuyarkan lamunanku
“Eh, hai..” jawab ku gugup.
“Kenalin, aku Nadila...” ujar Nadila kepadaku.
“aku Bayu...” ujarku.
“salam kenal ya....” ujar Nadila sambil tersenyum.

Singkat cerita, aku dan Nadila semakin akrab. Dan aku juga makin mencintai Nadila. Akupun merencanakan kencan pertamaku dengan Nadila. Aku mengajak Nadila bertemu di Taman. Aku juga sudah menyiapkan surat cinta yang akan kubacakan nanti di depan Nadila. Tiba-tiba saja ada sms masuk, dan itu dari Nadila.

From: Nadila (+62818766xxxxx)
           
Bay, aku udah mau sampai di taman nih...



Aku lalu bergegas memacu motorku dengan sangat kencang. Aku tidak sabar ingin mengungkapkan rasa cintaku kepada Nadila. Dan tiba-tiba....

“Brakk...!”
Motor ku menabrak trotoar dengan sangat keras. Aku terpelanting ke aspal dengan keras. Aku tidak sadarkan diri, tetapi aku masih bisa mendengar suara orang-orang yang berusaha menolongku. Aku juga mendengar suara yang sudah tidak asing lagi di telinga ku.
“Bay, kamu kenapa...?! Kok bisa kayak gini sihh Bay...” teriak Nadila sambil menangis.
“Nad....” panggilku sambil menyerahkan surat yang sudah kupersiapkan tadi. Shania lalu membukanya dan membaca suratku sambil terus meneteskan air mata.

Hai Nadila....
Sudah 2 tahun kita berteman. Suka dan duka kita lalui bersama. Dan aku pikir, inilah waktu yang tepat untuk menyatakan cinta padamu. Mungkin, aku tidak bisa memberikan mu apa-apa. Namun cintaku ini tulus hanya kepadamu.
Dari yang mencintaimu
Bayu


Tangis Nadila pun semakin keras. Sekilas, aku melihat cahaya berada di atas kepala ku. Mungkin, inilah saatnya aku mengucapkan Selamat Tinggal kepada Nadila.

“Nad...” panggilku.
“I, iya Bay...” ujar Nadila.
“Selamat tinggal Nad, I Love You...”ujarku ke Nadila, lalu ku tutup mataku.
“Selamat jalan Bay, semoga kamu tenang disana. I Love You...” ujar Nadila sambil meneteskan air mata.

Akupun tersenyum, sambil meneteskan air mata. “Ya, cinta memang tidak selalu berakhir bahagia. Dan cinta, juga tidak harus saling memiliki.” Ujarku dalam hati.
Aku lalu berjalan mengikuti cahaya yang ku lihat tadi, dan pergi meninggalkan Nadila untuk selamanya.


Kamis, 26 September 2013

Misteri Sekolah Hantu (Part 7)




"Mungkinkah....." ujar Yupi
"Mungkin apa Yup?" tanya Ray.
"Aku sepertinya tau siapa pelakunya...." ujar Yupi yakin.
"Si, siapa?" tanya Ray makin penasaran.
"Itu nanti ajah, Mari kita pecahkan kode ini dulu..." ujar Yupi.

Sementara itu, Fahri masih berusaha meminta maaf ke Nadila. Seribu cara telah ia lakukan demi maaf Nadila, namun Nadila masih belum memaafkan Fahri.

"Gimana, lu udah baikan ama Nadila?" tanya Naufal.
"Belum Fal, entahlah, gue capek... Mungkin udah waktunya kita putus..." jawab Fahri lemas.
"Kasihannnnn....." ujar Naufal.
"Bantuin gue kekkk!!!" ujar Fahri.
"Gue bisa bantu lu...." potong Risky.
"Serius lu Ris???!!!" tanya Fahri.
"Eiittt, tpi ada syaratnya...."
"Apaan syaratnya?" tanya Fahri penasaran.
"Syaratnya...."

"Jadi, angka-angka itu bukan kode?" tanya Ray.
"Bukan, angka itu bukan kode, melainkan nomor kode guru yang ada di sekolah ini...." jelas Yupi
"Ayo kita ke ruang piket, kita cari datanya..." ajak Ray
"Ayo..." ujar Yupi.

Yupi dan Ray pun ke ruang piket untuk mencari data kode guru di sekolah itu. Mereka terus mencari. Setiap halaman, mereka teliti.

"Ketemu!!!!!!!" teriak Ray.
"mana?" tanya Yupi.
"Nihhh..." jawab Ray.
"Hmmmm, terungkap sudah kasus ini..." ujar Yupi sambil tersenyum...

Siapakah sebenarnya pelaku pembakaran sekolah yang sebenarnya?



- BERSAMBUNG



Part 8: Cooming Soon






Rabu, 28 Agustus 2013

Misteri Sekolah Hantu (Part 6)



Part Sebelumnya



"Hahhh? Maksudnya apa...? Kamu tau arti dari surat ini...?"
"Tau kok... Tapi aku masih belum yakin..."
"Apa maksudnya?" tanya Ray penasaran.
"Maksud dari surat itu...."

Yupi lalu menjelaskan apa maksud dari surat itu. Namun Ray masih belum percaya. Menurutnya, masih butuh beberapa bukti lagi bahwa memang guru itu pelakunya.

"Tapi kita masih butuh beberapa bukti lagi... Bisa ajah kamu salah ngeartiin maksud dari surat itu..." ujar Ray.
"Yah makannya aku bilang tadi aku belum yakin...." ujar Yupi.
"Simpen dulu ajah itu suratnya." ujar Ray.

Semenjak bertabrakan tadi, Ray dan Yupi jadi makin dekat. Keduanya terlihat sangat akrab. Mereka selalu berdua saat jam istirahat.

"Sialan! Si Kutukupre itu makin deket ajah sama Yupi. FAK!!" teriak Risky dalam hati.
"Kenapa lu mblo ngeliatin Yupi sama Ray mulu. Cemburu kah?" tanya Fahri.
"Iyalahhh!!!!" jawab Risky bete.
"Lu sih gk jago nembak cewek... Liat gue...." ujar Fahri.

Fahri lalu menggoda Beby, anak kelas X IPS 5.

"Hai cantik..." goda Fahri ke Beby.
"Kenapa lu?" tanya Beby heran.
"Nggak kok, aku kira tadi kamu bidadari yang turun dari kayangan..." gombal Fahri
"Ahhhh apaan sihh kamu......" jawab Beby malu.
"Duhhh!! Pinter ya kamu godain perempuan selain aku!!!!" teriak Nadila sambil menjewer telinga Fahri.
"Ehhh, nggak... aku tadi cuma...." belum selesai Fahri bicara, Nadila memotong.
"Udah, kamu gak usah ngajak omong aku lagi deh Fahr!!! Males gue!!!" teriak Nadila lalu pergi meninggalkan kita bertiga.
"ohhh, gtu ye Fahr caranya...." ujar Risky sambil nyengir.
"Dafuq lu Ris... Bantuin gue kek..." ujar Fahri ngambek.
"Nggghhh, bye...." ujar Beby lalu kabur.

Sementara itu, Yupi dan Ray masih mencari petunjuk. Dan mereka menemukan fakta yang membuat mereka bingung. Pelaku yang mereka duga sebelumnya, Kakek Viny adalah memang mantan guru di sekolah itu pada tahun 1981, tapi kakek Viny ikut menjadi korban pada peristiwa itu. Yah, tebakan yupi salah. Bukan Darto, kakek Viny pelakunya. Pelaku yang sebenarnya masih hidup. Jika bukan kakek Viny, lalu siapa pelaku pembakaran sekolah pada tahun 1981 yang sebenarnya?



 Isi Surat/kertas yang ditemukan Yupi:
"Temukan pelakunya. Ia adalah kakek dari murid di sekolah.
pecahkan kode ini. 11-1-11-5-11 - 22-9-14-25
Jika sudah terpecahkan, cepat tangkap dia!!!!"

Pemecahan kode Yupi.
Angka - angka itu menurut yupi adalah alphabet. jadi:
1(A), 2(B), 3(C), 4(D), 5(E), dst.

so, 11(K), 1(A), 11(K), 5(E), 11(K), 22(V), 9(I), 14(N), 25(Y)
Namun ternyata tebakan Yupi salah.
Ternyata angka-angka itu maksudnya bukan alphabet, melainkan...



Part 7


Senin, 26 Agustus 2013

Misteri Sekolah Hantu (Part 5)



Part Sebelumnya


Yupi bingung, siapa guru yang sosok itu maksud. Ada banyak guru di tahun 1981 yang masih mengajar sampai sekarang di sekola itu. Ia pun menaruh tasnya di bangku. Saat ia menaruh tas nya di bangku, tanpa sengaja ia menemukan secarik kertas. Ia pun mengambil kertas. Dan betapa kagetnya ketika ia membaca tulisan di kertas itu.

"Kenapa Yup?" tanya Nadila.
"gak.. gak apa..." jawab Yupi bohong sambil menyimpan kertas yang ia temukan itu ke dalam saku.
"Itu apa Yup yang kamu masukin ke saku...?" tanya Naufal.
"Bukan apa-apa kok....!!" bentak Yupi, lalu keluar dari kelas.
"Yupi kenapa deh?" tanya Risky bingung.
"Gak tau ahhh..." jawab Nadila.

Yupi langsung menuju toilet. Ia membuka kertass yang ia temukan tadi. "Tidak mungkin dia yang melakukan ini..." ujar Yupi dalam hati. Ia berusaha menenangkan diri. Ia mencuci muka nya. Saat ia melihat cermin di depannya, betapa kagetnya ia. Ia mrlihat tulisan dari darah yang bertuliskan "Tangkap dia!!!!". Yupi pun langsung lari meninggalkan toilet. Tanpa sengaja saat berlari, ia menabrak siswa laki-laki. Ia anak X IPA 2. Dan ia juga memiliki kemampuan yang sama dengan Yupi.

"Maaf maaf... aku gak sengaja..." kata Yupi dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Gak apa kok.... Kamu udah tau pelaku pembakaran sekolah ini waktu tahun 1981 belum?" tanya cowok itu.
"Lho, kok kamu tau aku lagi nyelidikin soal itu? tanya Yupi heran.
"Kenalin, aku Ray. Aku juga punya kemampuan yang sama kayak kamu..."
"Jadi, kamu udah tau siapa pelakunya?" tanya Yupi.
"Belum, makanya aku tanya kamu barusan..." ujar Ray.
"Aku nemuin kertas ini..." ujar Yupi sambil menyerahkan kertas yang ia temukan di kelas tadi.
"Hahhh? Maksudnya apa...? Kamu tau arti dari surat ini...?"
"Tau kok... Tapi aku masih belum yakin..."
"Apa maksudnya?" tanya Ray penasaran.
"Maksud dari surat itu...."


Apa maksud dari surat/kertas yang ditemukan Yupi de kelas tadi?


Isi Surat/kertas yang ditemukan Yupi:
"Temukan pelakunya. Ia adalah kakek dari murid di sekolah.
pecahkan kode ini. 11-1-11-5-11 - 22-9-14-25
Jika sudah terpecahkan, cepat tangkap dia!!!!"



Part 6

Kamis, 22 Agustus 2013

Misteri Sekolah Hantu (Part 4)




Part Sebelumnya


*Keesokan hari nya*

"Ke mana ajah lu bro gak masuk...? Kemarin si Risky meluk-meluk Nadila lho... Walaupun si Nadila nya kayaknya jijik..." tanya Naufal sambil ngeledek Risky
"What??? Si Risky meluk Nadila? Lu cari gara-gara ye Ris?" tanya Fahri marah
"Woles kali... gue cuma nenangin dia kok..." jelas Risky.
"Nenangin? Emang kenapa dia?" tanya Fahri bingung.
"Kemarin si Nad panik gara-gara si Shania kerasukan..." jelas Naufal.
"Kerasukan? Kerasukan si Risky?" ujar Fahri ngeledek Risky.
"Gue gampar lu Fahr..." ujar Risky ngambek.

Sedang asik berbincang, tiba-tiba mereka bertiga dikejutkan dengan suara tangis seorang wanita. Mereka pun kaget. Mereka mencari asal suara tangis yang terdengar samar-samar itu. Asalnya dari pojok, namun mereka tidak melihat siapa-siapa disana.

"Gilaaaa............. Siapa tuhhh yang nangis??? Hihhh...." ujar Fahri ketakutan.
"Keluar yukkk... seremmm...." ajak Naufal.
"Yuuukkk...." ujar Risky dengan wajah yang pucat karena ketakutan.

Saat akan keluar, tiba-tiba mereka berpas-pasan dengan Yupi. Mereka menceritakan apa yang mereka alami barusan di kelas.

"Masa sihhh?" tanya Yupi tidak percaya mendengar cerita Naufal.
"Sumpah Yup!!!" ujar Risky meyakinkan Yupi.
"Ikut gue ke kelas..." ajak Yupi.

Saat dalam perjalanan menuju ke kelas X Ipa 4, mereka ber embat bertemu dengan Nadila.

"Lho, biebh, kamu udah masuk? Kok gak ngabarin sihh...?!" tanya Nadila sewot.
"Ya kan buat suprise Nad..." ngeles Fahri.
"Hai beibh..." panggil Risky saat Kinal, anak X IPS 2 lewat.
"Hehh! Apa lu bilang???!!!" tanya Kinal marah. Kinal memang dikenal murid yang sangat judes.
"ka... kagak Nal, canda..." ujar Risky ketakutan.

Mereka ber-lima pun sampai dikelas. Kelas tampak lebih mencekam saat itu. Yupi tampak kaget melihat sosok wanita yang duduk di bangku paling pojok. Ia lalu memejamkan matanya. Saat ia membuka mata, ia terkejut saat tiba-tiba sosok itu sudah ada didepannya sambil memegang pundaknya.

"Tolonggg.......... Cari orang itu......... Guru ditahun 1981...... Tolongggggg bantu kami.........!!!" teriak sosok itu didepan Yupi, lalu menghilang.
"Kenapa Yup? Kok muka lu pecet gitu?" tanya Risky bingung.
"Nggak.. gak apa..." jawab Yupi bohong.

Yupi bingung, siapa guru yang sosok itu maksud. Ada banyak guru di tahun 1981 yang masih mengajar sampai sekarang di sekola itu. Ia pun menaruh tasnya di bangku. Saat ia menaruh tas nya di bangku, tanpa sengaja ia menemukan secarik kertas. Ia pun mengambil kertas. Dan betapa kagetnya ketika ia membaca tulisan di kertas itu...





Apa sebenarnya tulisan yang ada di kertas itu sehingga membuat Yupi kaget?



- BERSAMBUNG





Part 5

Kamis, 15 Agustus 2013

Misteri Sekolah Hantu (Part 3)






"Arggghhhhhh..... Panas..... awas.......!!!!!" teriak hantu itu.
"Pergilahh.... Jangan ganggu kami..... kalian sudah beda dunia....!!!!!!" teriak Yupi.
"Ini rumah kami... Aku ingin ia ditangkapppp...!!!!!!!!!!!" teriak hantu yang merasuki tubuh Viny itu.

Seketika tubuh Viny lemas. Yupi meminta air putih untuk Viny. Namun, ada hal aneh lain. Shania, bertingkah aneh. Ia hanya berdiri mematung dengan tatapan mata yang kosong.
"Tolong jangan ganggu kami...." ujar Yupi dalam hati.
"Shan! Shan!, lu kenapa Shan?!!! Shan...!" teriak Frieska khawatir berusaha menyadarkan Shania.
"Shania kerasukan...." ujar Yupi.
"Hah???" Frieska kaget.
"Yang masuk ketubuh Shania beda dengan yang Viny. Dia lebih tenang." jelas Yupi.

Yupi lalu menutup mata Shania sembari membacakan doa. Dari kejauhan, terlihat Nadila, sahabat Shania dari kelas XIPA-5 masuk ke kelas. Ia tampak begitu khawatir dengan keadaan Shania.

"Shan...!!!! Sadar Shan sadar....!!!! teriak Nadila.
"Tenang Nad, Yupi bisa ngatasin kok... Lu tenang ya... Sini gue peluk..." ujar Risky berusaha menenangkan Nadila.
"Ihhh, apaan sihhh lo.....!!!" bentak Nadila sambil melepaskan pelukan dari Risky.
"Ehhh bego, dimarahin Fahri baru tau rasa lu...." ujar Frieska.
"Bodo amat... Si Fahri kan gak masuk" ujar Risky ngeles.
"Ada apa ini???" tiba-tiba Bu Veranda, guru Kimia SMA Harapan Bangsa masuk ke kelas XIPA-4. 
"Ini bu, Viny sama Shania abis kerasukan..." jelas Yupi.
"Ayo cepat bawa mereka ke UKS...!!!" perintah Bu Ve.
"Biarrr gueee yangg angkat.... Sini... Sini....." ujar Risky dengan muka playboy nya.
"Lu ini ye... Heran gue sama lu..." ujar Frieska.

Risky, Harris, Jovan, membawa Shania dan Viny ke UKS. Yupi hanya terdiam. Matanya fokus ke arah pintu. Ia melihat sosok perempuan itu lagi. Ia memejamkan mata. Ia mencoba berkomunikasi dengan sosok itu. 

"Kenapa? Kenapa kamu masih disini? Kenapa kamu masih mengganggu kami?" ujar Yupi.
"Karena ini rumah kami. Kami tidak akan pergi dari sini." ujar sosok itu. Sosok itu lalu menghilang.

Tubuh Yupi lemas. Ia tampak pucat. Sangat pucat. Bibirnya kering. Mulutnya seakan terkunci. Bu Ve memberikan segelas air mineral kepada Yupi. Yupi meminum air itu. Namun tenggorokannya seakan terkunci. Ia lalu memuntahkan air itu. 

"Bu, hati-hati ya.... Sosok itu sekarang sedang mengincar tubuh ibu. Tetap waspada ya bu..." ujar Yupi mengingatkan Bu Ve.
"Kenapa Ibu diincar Yup?" tanya Bu Ve.
"gak tau bu... Tapi sosok itu sangat ingin masuk ke tubuh ibu." jelas Yupi.

Bu Ve hanya terdiam. Ia lalu membubarkan anak-anak lainnya, agar masuk ke kelasnya masing-masing. Yupi masih saja terdiam. Ia terlihat shock. Ia tidak menyangka akan mengalami kejadian ini. Ia tidak percaya bahwa ia akan berurusan dengan hantu.

"Kamu gak apa Yup?" tanya Frieska membuyarkan lamunan Yupi.
"Gak apa kok...." jawab Yupi.
"Tapi Yup, kenapa mereka masih gentayangan?" tanya Nadila.
"Ya kan mereka meninggal karena kebakaran, itu yang membuat mereka masih gentayangan. Tapi, aku yakin mereka gak jahat kok. Mereka kayak pengen ngungkapin sesuatu, tapi cara mereka ajah yang salah. Kayaknya ada yang janggal sama kebakaran sekolah ini waktu tahun 1981" jelas Yupi.
"Apanya yang janggal?" tanya Frieska penasaran.
"Gue gak tau... Tapi kayaknya, kebakaran itu disengaja..." jelas Yupi.
"Si, siapa yang sengaja membakar sekolah ini?" tanya Nadila
"Kalau feeling gue bener, mantan guru disekolah ini yang sengaja membakar sekolah ini waktu itu. Tapi itu masih belum pasti. Yang pasti, hantu-hantu itu sebenarnya hanya ingin memberi petunjuk kepada kita" jelas Yupi.
"Mantan guru? Siapa?" tanya Nadila.
"hmm..." Yupi hanya tersenyum....

Siapakah sebenarnya mantan/alumni guru yang Yupi maksud?


- Bersambung



Part 4

Rabu, 14 Agustus 2013

Misteri Sekolah Hantu (Part 2)







 
"Hah???! Serius lu Shan?" tanya Yupi kaget.
"Yah serius... Makannya anak-anak tadi seneng gara-gara Pak Adi gak masuk. Pak Adi ada acara di luar kota." jelas Shania.
"Kalau Pak Adi gak masuk, berarti yang gue liat tadi..." Yupi bingung
"ehhh, Yup... Balik yuk..." Shania mulai ketakutan
"yuk Shan... hihhh" ajak Yupi ketakutan.

Mereka berdua lalu lari ke kelas dan sampai di kelas. 

"Ada apa kalian lari-lari dari toilet? Kayak lagi dikejar hantu ajah..." tanya Pak Roy bingung.
"Kami emang abis ketemu hantu pak... Hihhh...." jelas Shania.
"Ada-ada ajah kalian. Ayo cepat duduk!" perintah Pak Roy.

Saat pelajaran, Yupi dan Shania terlihat tidak fokus. Mereka masih memikirkan kejadian tadi. 

"Shan, emang bener, tadi lu liat hantu?" tanya Frieska, teman sekelas Yupi dan Shania.
"Yaelah paling cuma halusinasi si Shania doang...." ledek Risky.
"Idiihhhh, bukan gue yang liat, tapi Yupi..." ujar Shania sambil nunjuk ke arah Yupi.
"Bener Yup???" tanya Frieska
"Iya... Tadi gue ngelihat pak Adi lewat di depan gue...."
"Lha terus kenapa? Pak Adi manusia kaleeee...." ujar Risky.
"Ehhh bego! Pak Adi kan hari ini gak masuk.... Lu lupa atau bego sih..." ledek Shania.
"Oh iya lupa gue.... Lha terus klo Pak Adi gak masuk yang lu liat siapa dong?" tanya Risky bingung.
"Lha itu dia masalahhnyaaaa begooooo!!!" ledek Shania lagi.
"Biasa ajah kali Shan..." ujar Risky ngambek.

Kringggg....... Kringgggg..... Kringggg...... Bel istirahat berbunyi. Namun tidak seperti biasanya, anak-anak X IPA-4 lebih memilih mendengarkan cerita Yupi dibandingkan pergi ke kantin.

"Lu ngantuk kali Yup...." ledek Harris.
"Enggak Harr.... gak mungkin gue salah.... Gue kan punya indra ke-6..." jelas Yupi.
"Tapi ada yang aneh gak sama PakAdi yang lu liat tadi?" tanya Naufal.
"ada... Wajah Pak Adi pucat. Tatapannya kosong. Pokoknya serem dehhh..." jelas Yupi.
"Ganti topik ahhh.... Merinding nihhh...." minta Sonia yang memang penakut itu.
"Lu mah emang penakut Son... Paling di lepas di pinggir jalan sendirian udah nangis lu..." ledek Jovan.
"Ihhh elu mahhhh.......!!!!" teriak Sonia sambil memukul pundak Jovan.
"Eh bentar deh, kalian liat itu gak?" tanya Yupi.
"Liat apaan Yup?" tanya Risky heran.
"Itu...." ujar Yupi sambil menunjuk ke arah Viny.
"Viny? Kenapa?" tanya Risky makin heran.
"Bukan, itu yang dibelakang Viny... Ada perempuan pakai seragam bekas kebakar..." jelas Yupi.
"Gak ada tuhh..." kata Shania.

Sesaat setelah Yupi melihat sosok itu, tiba-tiba Viny menjerit sangat keras.... Meja dan buku yang ada di depannya di banting oleh Viny. Mata Viny tiba-tiba putih. Ya, Viny Kerasukan. Seluruh murid di SMA Harapan Bangsa gempar. Yupi yang memang memiliki kemampuan khusus menghampiri Viny. Ia memegang kepala Viny sambil membaca doa. Tiba-tiba Viny mendorong Yupi dengan sangat keras.

"Keluar kalian dari sekolah ini!!!! Sekolah ini adalah rumahhh kamiii!!!!" teriak hantu yang merasuki tubuh Viny.
"Apa salah kami? Kalian sudah berbeda. Tempat kalian bukan disini lagi...." ujar Yupi.
"Keluaarrrrrrrrrr kaliannnn!!!!!!" teriak hantu itu.

Yupi bangkit, ia lalu memegang kepala Viny lagi sambil membaca doa.
"Arggghhhhhh..... Panas..... awas.......!!!!!" teriak hantu itu.
"Pergilahh.... Jangan ganggu kami..... kalian sudah beda dunia....!!!!!!" teriak Yupi.

Seketika tubuh Viny lemas. Yupi meminta air putih untuk Viny. Namun, ada hal aneh lain. Shania, bertingkah aneh. Ia hanya berdiri mematung dengan tatapan mata yang kosong.

"Tolong jangan ganggu kami...." ujar Yupi dalam hati.

Apa yang terjadi terhadap Shania? Dan siapa yang merasuki tubuh Viny tadi?



- Bersambung


Selasa, 13 Agustus 2013

Misteri Sekolah Hantu (Part 1)



"1981 - Sebuah Sekolah Menengah Atas di Jakarta mengalami kebakaran hebat. Seluruh penghuni sekolah tewas seketika saat itu. Sekolah itu kemudian dirobohkan, dan dibangun lagi sekolah yang baru, dengan maksud mengusir arwah-arwah penasaran yang ada di sekolah itu. Namun, bukannya pergi, arwah penasaran itu malah makin menjadi-jadi menghantui siswa di sekolah baru itu. Namun, ada satu siswa yang memiliki kemampuan khusus, untuk mengusir arwah-arwah yang masih penasaran itu. Mampukah ia mengusir arwah-arwah penasaran dari sekolah itu?"


"Selamat Pagi Pakkkk.....!!!!!!!!" teriak anak-anak kelas X-4 IPA.
"Selamat pagi anak-anak" ujar Pak Roy, guru Fisika di SMA Harapan Bangsa.
"Eh, Shan, lu udah ngerjain PR dari Pak Roy belum?" tanya Cindy Yuvia, yang juga biasa dipanggil Yupi oleh teman-temannya dikelas.
"Udah, kenapa? Lu belum?" tanya Shania, teman sebangku sekaligus sahabat Yupi.
"Udah, tapi...." belum sempat Yupi menyelesaikan bicaranya, Shania pun menyelat.
"Ada soal yang lu belum kerjain?" selat Shania.
"Iya... Liat dong..." minta Yupi.
"Lu mah kebiasaan Yup... nihhh...." keluh Shania sambil menyerahkan pekerjaannya.

Yupi pun langsung mengerjakan pekerjaanya. Namun saat sedang asik mengerjakan pekerjaannya, Yupi merasa ada yang mencolek bahunya.
"Jangan ganggu dong Shan......." keluh Yupi.
"Idih, siapa yang ganggu lu Yup?" tanya Shania bingung.
"Tuhhh tadi lu nyolek-nyolek gue... Jangan bohong deh..." ujar Yupi.
"Sumpah gue gak nyolek-nyolek lu Yup..." kata Shania.

Yupi bingung. Yupi memang dikenal memiliki kemampuan khusus merasakan dan melihat hantu. Ia sebenarnya takut dan ingin sekali membuang kelebihannya itu.

"Shan, ke toilet yuk...." ajak Yupi.
"ayo.." jawab Shania

Mereka berdua pun pergi ke Toilet. Di tengah perjalanan menuju toilet, Yupi melihat Pak Adi, guru Matematika nya berjalan. Namun ia merasa aneh dengan wajah Pak Adi. Wajahnya pucat. Sangat pucat. Yupi menundukan kepalanya sambil tersenyum ke Pak Adi. Pak Adi hanya melewatinya dengan tatapan kosong.

"Yup, lu tadi nundukin kepala kenapa?" tanya Shania heran.
"Ya itu tadi kan Pak Adi lewat, kasih hormat lah...." jelas Yupi.
"Pak Adi? Pak Adi kan hari ini gak masuk Yup..." ujar Shania.
"Hah???! Serius lu Shan?" tanya Yupi kaget.
"Yah serius... Makannya anak-anak tadi seneng gara-gara Pak Adi gak masuk. Pak Adi ada acara di luar kota." jelas Shania.
"Kalau Pak Adi gak masuk, berarti yang gue liat tadi..." Yupi bingung

Shania dan Yupi saling bertatapan. Bulu kuduk mereka merinding. Jika benar Pak Adi tidak masuk, siapakah yang dilihat oleh Yupi barusan?

- Bersambung....



Part 2

Senin, 22 Juli 2013

Cerpen: Sinka Juliani

Cinta Fatamorgana (Inspirasi: @SinkaJ_JKT48)




Hari ini sungguh menyedihkan bagiku. Aku tidak diterima di Universitas yang aku inginkan. Sebenarnya, tak masalah bagi orangtua ku. Tapi, tetap saja aku merasa bersalah. Ku duduk di bangku tempat aku biasa nongkrong dengan temanku. Tiba-tiba saja, seorang perempuan datang dan duduk disebelahku.

"Kenapa mas? Kok kayaknya murung gitu?" tanya perempuan itu.
"Enggak, saya gagal masuk Universitas yang saya inginkan..." jawabku.
"Ohh... Oh iya kenalin, saya Sinka... Maaf kalo saya agak kepo..." kata Sinka.
"Hahaha... gak apa kok mbak... Itung-itung, curhat... oh iya, saya Doni" kataku.
"Jangan panggil saya mbak dong.... Saya masih SMA..." kata Sinka malu-malu.
"Ya udah, Sinka..." kataku.
"Udah mas, gak usah murung.... Gak masuk Universitas favorit bukan berarti masa depan mas hancur kan? Sukses atau enggaknya orang kan tergantung dari orangnya, bukan sekolahnya..." Nasihat Sinka. Aku kaget, Sinka yang masih SMA punya pemikiran yang jauh dewasa dari aku.
"Gila Sin.... Pemikiran kamu dewasa banget... Jadi malu aku...." kataku.
"Apaan sih Mas biasa ajah kali..." ujar Sinka malu-malu. Kami pun bercanda, saling bercerita, dan bertukar nomor hp.

Sinka cerita kalau dia punya kakak yang baik dan Cantik. Namanya Naomi. Kata Sinka, Naomi adalah kakak yang perhatian. Sinka juga mengatakan kalau dirinya tidak ingin mengecewakan dan membuat sedih kakaknya.

Malamnya aku SMS Sinka. Aku ingin main ke rumah Sinka. Sinka menyanggupi. Aku berharap bisa lebih dekat lagi dengan Sinka dan keluarganya. Tak sabar rasanya esok hari.

Besoknya, aku bersiap-siap. Tak lupa aku membawa bunga dan martabak untuk Sinka. Ku pacu Suzuki Satria F150 ku dengan kecepatan sedang. Jantungku berdegup kencang. Ya, aku jatuh cinta dengan Sinka. Di rumahnya itu juga aku ingin menyatakan cinta ke dia.

Selang berapa lama, aku sampai dirumah Sinka. Rumahnya cukup besar. Terdapat taman di halamannya. Kutekan bel yang ada di dekat pagar rumah Sinka. Seorang perempuan keluar dari balik pintu. Perempuan itu sangat cantik. Tapi itu bukan Sinka. Wajahnya saja yang mirip. Mungkin itu Naomi yang sering diceritakan oleh Sinka.

"Cari siapa ya?" tanya Naomi.
"Ini kak Naomi ya?" tanyaku balik.
"Iya betul..." jawab Naomi.
"Sinka nya ada? saya sudah janji ingin ketemu dia kemarin..." kataku. Namu, seketika wajah Naomi pucat. Ia tampak kaget dengan apa yang baru kuucapkan.
"Silahkan masuk dulu" kata Naomi mempersilahkanku masuk.
"iya... Terimakasih" kataku

Naomi masuk ke dapur. Kupandangi rumah Sinka. Aku sedang duduk sendirian. Sekilas aku melihat bayangan orang seperti sedang berjalan. Aku kaget. Tapi aku hiaraukan itu. Naomi datang dengan segelas sirup dan duduk di sebelahku. Ia menyerahkan album foto Sinka.

"Itu album foto Sinka. Kami dulu sangat senang bermain bersama. Kami sangat dekat dulu." cerita Naomi.
"Dulu? Maksudnya?" tanyaku bingung.
"Kejadiannya sekitar dua tahun yang lalu. Saat itu kami pulang dari FX. Sinka ingin coba menyetir mobil. Entah mengapa aku menurutinya. Aku biarkan Sinka menyetir mobil. Di tengah perjalanan, mobil yang kami tumpangi kehilangan kendali. Aku tidak mengalami luka serius. Tapi Sinka...."
"Tapi Sinka kenapa?" potongku.
"Sinka tewas di tempat. Aku merasa bersalah. Sampai saat ini, aku tidak bisa melupakan kejadian itu." cerita Naomi.
"Kak Naomi bercanda? Baru kemarin saya ketemu Sinka... Kita ngobrol bareng..." kataku tak percaya.
"Ikut kakak sekarang..." ajak Naomi

Naomi mengajakku ke pemakaman umum. Aku berjalan dengan langkah lemas, tak percaya dengan apa yang diceritakan Naomi tadi. Namun, yang diceritakan Naomi ternyata benar. Ia menunjukan makam Sinka. Aku pun menangis. Begitupun Naomi. Kupegang batu nisan Sinka. Kutaruh bunga yang kubeli tadi.

"Sinka, walaupun kamu sudah tidak ada didunia ini, tapi aku akan selalu mengingat nasihatmu. Aku cinta sama kamu Sinka..." ucapku dalam hati sambil masih menangis.

Akupun berdiri. Samar-samar kulihat Sinka sedang tersenyum. Lalu menghilang. Aku dan Naomi pun pergi meninggalkan makam Sinka. Aku tak percaya, bahwa Sinka sudah tiada sejak 2 tahun lalu. Lalu, siapa yang berbicara denganku kemarin?











Rabu, 03 Juli 2013

Cerpen: Ratu Vienny Fitrilya (Viny)

Indahnya Cinta (Inspirasi: @Viny_JKT48) 


Kupandangi wajahnya. Sungguh cantik dirinya. Ya, sudah lama aku tergila-gila pada Viny, anak kelas XI IPA. Aku dan Viny sudah sangat akrab. Walau kami beda kelas, tapi kami sering sekali bicara saat jam istirahat. 

"Jovan..." panggil Viny, membuyarkan lamunanku.
"Apa?" tanyaku kaget. 
"Kamu nanti sibuk gak???" tanya Viny.
"Gak kok, kenapa?" tanyaku.
"Nanti malem anterin aku ke acara ulang tahun Fitry ya..." ajak Viny.
"Ohhh Fitry hari ini ulang tahun... oke oke..." kataku menyanggupi.

Malamnya, aku berangkat ke rumah Viny. Ku pacu Kawasaki Ninja ku menuju kerumah Viny. Namun, saat aku menjemput Viny, betapa kagetnya aku saat orangtua Viny tidak membolehkan Viny berangkat bersamaku. 

"Sana pulang kamu!!!" bentak papa Viny.
"Tapi om..." kataku.
"Kamu gak dengar apa yang om bilang???!!!" bentak papa Viny lagi.
"Papa kenapa sihhh paaaa....???" ujar Viny sambil menangis.
"Biar papa yang antar kamu!!!! Papa gak suka ngelihat teman kamu ini!!!!" jelas papa Viny.

Akupun memacu kendaraan dengat sangat kencang. Aku bingung, kenapa Papa Viny tidak suka dengan aku. Apa ada yang salah dari tingkahku? Aku pun pulang kerumah dengan perasaan campur aduk. 

Besoknya aku bertanya kepada Viny. Namun, Viny malah memintaku menjauh darinya.

"Vin..." panggilku.
"Kamu jangan deket-deket aku lagi. Kita putus..." ujar Viny mengagetkanku.
"Tapi Vin, aku salah apa sama kamu??? Kalau aku ada salah, maafin aku Vin. Aku mau hubungan kita ini terus berjalan." kataku ke Viny
"Aku gak bisa Van!!! Orangtua aku gak suka aku deket sama kamu!!!!" jelas Viny membuatku kaget.
"Biar aku kerumahmu nanti malam!!" ujarku.
"Tapi Van...." kata Viny
"Biar aku yang bicara ke orangtua kamu..." kataku meberanikan diri.

Malamnya, aku sengaja jalan kaki ke rumah Viny. Walaupun saat itu cuaca sedang gerimis. Aku berbicara kepada orangtua Viny. Mereka tidak suka dengan aku karena menganggap aku cowok tidak benar. Papa Viny mengusirku. Kulihat Viny menangis. Aku pun pulang dengan hati yang hancur lebur. Karena cinta!!

Tapi itu dulu. Ku peluk Viny dan ku kecup keningnya. Ya, aku telah resmi menjadi suami dari Viny. Entah apa yang membuat Orangtua Viny berubah pikiran, yang jelas aku sekarang bahagia. Karena merasakan indahnya cinta...


Cinta memang terkadang bisa membuat kita sakit hati. Namun percayalah, jika kamu mau berusaha dan berdoa demi mengejar cintamu, kamu akan merasakan betapa indahnya cinta.






Selasa, 02 Juli 2013

Cerpen: Jessica Vania (Jeje)

Cinta Lama Bertemu Kembali (Inspirasi: @jcvanJKT48)


Kenalin, namaku Ferdhi. Aku siswa kelas 1 di salah satu SMA di Jakarta. Aku punya pacar cantik banget. Jessica Vania namanya. Namun aku lebih suka memanggilnya Jeje. Sudah 3 bulan kita pacaran. Sampai suatu ketika, Jeje ngasih tau kalau dia mau ikut audisi JKT48. 

"Kamu tau gak sih golden rules 48Family?" kataku ke Jeje.
"Iya aku tau, member gak boleh pacaran kan? Tapi ini demi masa depan aku..." kata Jeje.
"Tapi Je..." belum sempat aku ngomong, Jeje memotong.
"Kalo kamu cinta sama aku, kamu harusnya ngedukung aku!!!!" ujar Jeje.

Aku terdiam. Ku peluk langsung Jeje. 

"Baiklah, kalau itu mau kamu..." bisik ku ke Jeje.
"Aku harap kamu ngerti ya... Lagian, belum tentu juga aku diterima. Doain aku ya..." ujar Jeje.
"Aku doain yang terbaik buat kamu sayang..." ujarku ke Jeje. 

Ku kecup kening Jeje. Tak sanggup rasanya aku hidup tanpa sosok Jeje di sampingku. Tak lama setelah itu, bel masuk mengagetkan ku. Aku dan Jeje segera masuk ke dalam kelas.

Besoknya, ku antar Jeje ke tempat audisi member JKT48. Jeje memang memiliki bakat dibidang musik. Suaranya sangat merdu. Ia bahkan bisa memainkan alat musik seperti Gitar dan keyboard. Itu yang membuat aku suka dengan Jeje. Ia tidak pernah lelah mengejar cita-citanya. Dan aku akan terus mendoakan yang terbaik buat Jeje. Tanpa terasa, air mataku pun menetes.

"Aku tunggu atau gimana?" tanyaku ke Jeje.
"Gak usah deh, ini pasti sampai sore, kamu tinggal ajah nanti aku kabarin" kata Jeje.
"Oke... Good Luck ya sayang..." ujarku menyemangati Jeje. 
"Thanks ya..." kata Jeje.

Besok nya, aku mendapatkan kabar dari Jeje bahwa ia diterima di JKT48. Entah aku harus senang atau Sedih. Jeje tidak masuk sekolah hari ini dan itu membuat aku sedih. Aku seperti tidak punya semangat untuk hidup lagi. 


Setahun lebih setelah Resmi menjadi member JKT48, aku tidak pernah berkomunikasi dengan Jeje lagi. Ku coba sms, tak ada balasan. Ku coba telpin, tak ada jawaban. Yah, mungkin dia sedang berusaha melupakanku. Atau mungkin ia sudah melupakanku. Aku juga sudah pindah dari Jakarta. Aku pindah ke Surabaya. Perkerjaan ayah adalah sebab mengapa aku pindah ke kota terbesar kedua di Indonesia ini.

Seminggu di Surabaya, aku masih tidak bisa berkomunikasi dengan Jeje. Aku hanya bisa menyaksikannya melalui layar televisi dan Youtube saja. Rindu rasanya mendengar suara Jeje. Sampa suatu hari, aku dapat kabar bahwa JKT48 mengadakan konser akbar di Surabaya. Aku pun langsung memesan tiket VIP, dan kebetulan aku dapat tempat duduk paling depan.

Waktu yang dinanti pun tiba. Aku bergegas naik ke Mobil Ford milik ayahku. Tak lupa, aku membawa topeng Gorila, yang biasa kupakai saat masih pacaran dengan Jeje dulu. Mungkin ia akan ingat. Atau mungkin sebaliknya. Tapi tak ada salahnya untuk dicoba.

Konser pun dimulai. JKT48 membukanya dengan lagu Heavy Rotation. Saat pertengahan konser, Jeje memintaku maju ke panggung.

"Surabaya unik yaaa!!!!" teriak Sendy. Penonton punbergemuruh.
"Itu coba yang pakai topeng gorila sini maju" kata Jeje sambil menunjuk ke arahku.

Akupun maju ke atas panggung. Gugup rasanya, tapi senang, karena aku bisa bertemu lagi dengan Jeje.

"Namanya siapa" tanya Jeje.
"Masih ingat aku?" tanyaku sambil membuka topeng. Jeje terlihat sangat kaget. 
"Fe... Ferdhi!!?" kata Jeje kaget.
"Iya Je, ini aku Ferdhi" kataku.
"Ka... kamu kok bisa disini???" tanya Jeje masih gak percaya.
"Nanti aku ceritain waktu acara m&g..." ujarku lalu turun dari panggung. Kulihat Jeje masih terlihat kaget sekali.

Acara m&g pun tiba. Aku duduk satu meja sama Jeje. Jeje terlihat gugub banget melihat wajahku.

"Hahh... Akhirnya kita bisa bertemu lagi..." ujarku
"Tapi, kok kamu bisa di Surabaya?" tanya Jeje. 
"Aku pindah karena ayahku ditugaskan di Surabaya." jelasku ke Jeje.
"Aku kangen sama kamu Dhi..." kata Jeje.
"Aku juga... Aku telpon hp kamu, tapi gak kamu angkat..." kataku.
"Sorry, aku sibuk bangett....." kata Jeje.
"Iya aku ngerti kok... Kamu baik-baik ya selama di JKT48... Jangan ngetroll member yang lain...." candaku. Kami tertawa terbahak-bahak. 

Tak terasa acara M&G telah usai. Aku pun pamit kepada member yang lain, termasuk Jeje. 

"Aku pulang ya Je..." kataku.
"Kamu jangan ngelupain aku ya..." kata Jeje
"Aku gak mungkin ngelupain orang yang aku cinta Je. Walaupun kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi. Tapi aku tetep mengaggap kamu sebagai sahabat aku. Sahabat yang sangat aku cintai. Tetap jadi diri kamu sendiri Je. I Love You" ujarku lalu meninggalkan Jeje. Kulihat Jeje tersenyum sambil menangis. Ia melambaikan tangan ke aku. Aku hanya bisa menahan tangis seraya pergi meninggalkan tempat M&G. 




Minggu, 23 Juni 2013

Cerpen: Sendy Ariani

Cinta Itu Indah (Inspirasi @sendyJKT48)


Kenalin, nama ku Risky. Aku udah punya Istri. Sendy Ariani namanya. Wajahnya cantik, tapi cuma aku yang pernah pacaran sama dia. Kenapa? Karena dulu sebelum dia pacaran sama gue, dia gak percaya sama yang namanya Cinta. Menurutnya, Cinta itu gak indah, cuma bikin sakit hati ajah. Unik ya? Begini ceritanya...

"Heyy broo....." sapa gue ke Ari, sahabat gue di Sekolah.
"Apa?" tanya Ari.
"Gue kayaknya jatuh cinta nih sama seseorang...." kata gue malu-malu.
"Sama siapa bro..?" tanya Ari penasaran.
"Sama cewek lahh...." kata gue.
"Yaelah bro, lu bego dipelihara.... Maksudnya nama cewek nya bego.....!!!" kata Ari kesel.
"Ohh... hehehe... anu bro, si Sendy..." kata gue malu.
"Lu serius suka sama Sendy? Dia gak normal bro.... masa Dia gak percaya sama yang namanya cinta..." jelas Ari.
"Enak ajah lu bilang Sendy gak normal... Dia normal kali... Cuma dia gak pernah ajah ngerasaiin Cinta..." kata gue ngebela Sendy.
"Yakin lu mau ngejar dia? Banyak lho cowo yang ditolak sama dia..." kata Ari.
"Tenang ajah lagi... Gue yakin, gue bakal jadi cinta pertama dan terakhir gue." kata gue.
"Terserah lu sihh... semoga sukses deh ya..." kata Ari ragu.

Gue masuk kelas. Mungkin kalian gak tau, gue satu kelas sama Sendy. Bahkan kami sebangku. Hanya kami memang kurang akrab, walau tak jarang kami bercanda dikelas.

"Eh, Sen..." sapa gue.
"Apa?" tanya Sendy.
"Gue lagi jatuh cinta nihh sama cewe..." kata gue.
"Oh, lu bisa suka sama cewe?" tanya Sendy ngeledek.
"Yah bisalahh......" kata gue sewot.
"Gue kira lu homo slama ini..." ujar Sendy ngeledek.
"Apaan sihh..." kata gue ngambek.
"Ciee ngambek... Bercanda kokk...." ujar Sendy 
"Bercanda lu jelek...." ujar gue.
"Emang lu suka sama siapa? Sama gue?" tanya Sendy.
"Rahasia dong...." jawab gue.
"Apa sih enaknya jatuh cinta? Cuma bisa bikin orang sakit hati ajah..." kata Sendy.
"Jatuh cinta itu indah kali... Makanya, lu coba ajah pacaran sama gue..." kata gue sedikit keceplosan.
"Hahhh?? Ohhh, jadi orang yang lu suka itu gue?" tanya Sendy curiga.
"Eh nggak lah... hahaha" gue mulai grogi.
"Bener?" tanya Sendy sambil tersenyum.
"Eh iya.. anu.. ho'oh..." kata gue mulai salah tingkah.
"Itu muka lu merah lho... Suka ya sama gue?" kata Sendy kembali mendesak gue.
"Hahh... Apa boleh buat, iya aku suka Sen sama kamu..." kata gue grogi.
"Gue udah nebak sih... Tatapan lu ke gue itu beda." kata Sendy.
"Jadi gimana, kamu mau jadi pacarku gak???" tanya gue grogi.
"Bukannya aku udah pernah bilang ke kamu? Aku gak percaya sama yang namanya cinta." jelas Sendy.
"Ohh..." kata gue agak sedikit kecewa.
"Maaf ya..." kata Sendy.
"Gak apa kok... Tapi aku gak bakal nyerah, aku akan berusaha membuat kamu ngerti apa sebenarnya itu Cinta. Dan membuat kamu sadar, bahwa cinta itu gak selamanya bikin sakit hati." jelas gue sambil tersenyum.

Sendy hanya bisa terdiam. Mungkin ia tak menyangka, bahwa gue bakal nembak dia. Gue perhatikan wajahnya, ia seperti memikirkan sesuatu. Mungkin ia berusaha mencerna perkataan ku barusan. 

Akhirnya, bel pulang sekolah berbunyi. Gue berencana ngajak pulang bareng Sendy.

"Sen, gue anterin pulang ya..." ajak gue.
"Boleh boleh.... Kebetulan nyokap gue gak bisa njemput, sedangkan gue males naik angkot..." kata Sendy.
"Pulang sekarang atau lu mau ke kantin dulu?" tanya gue.
"Sekarang ajah ihh...." kata Sendy.
"Ya udahh... yukk..." ajak gue.

Sampai dirumah Sendy, gue dan Sendy disambut mamanya Sendy.

"Oh, jadi ini Sen yang namanya Risky?" tanya mama Sendy.
"Iya mam... Ris, kenalin, ini mama gue..." kata Sendy.
"Eh, sore tante...." sapa gue sambil mencium tangan mama Sendy.
"Sore Risky... Makasih udah mau nganterin Sendy, ini dirumah ada ada saudara jauh dari Makasar, gak enak kalau ditinggal sndirian..." jelas mama Sendy.
"Ahhh, gak apa kok tante... Sama temen sendiri juga...." kata gue malu.
"Kapan kapan kalau tante gak bisa jemput Sendy, kamu mau kan nganterin Sendy? goda mama Sendy.
"Boleh lahh tante... hahahaha...." kata gue
"Hahahaha...." tawa mama Sendy.
"Anu tante, saya boleh ngomong berdua gak sama Sendy?" minta gue.
"Ohh, boleh... silahkan..." ujar mama Sendy, lalu pergi kedalam.
"Mau ngomong apa?" tanya Sendy.
"Besok jalan yuk, kemana kek..." ajak gue
"boleh.... jam berapa?" tanya Sendy.
"Habis maghrib ajah...." kata gue.
"Oke..." kata Sendy.
"Eh Sen, cium dong?" goda gue.
"Hadehhh!! Udah pulang gih sana, kburu maghrib entar...." perintah Sendy.
"Iya... Bye cantikk...." goda gue.
"Idihhh..." ujar Sendy sewot.

Hari gue ngedate bareng Sendy pun tiba. Gue berdandan sekeren mungkin berharap Sendy suka sama gue. Gue berangkat kerumah Sendy menggunakan mobil Corolla Altis gue.

Sampai dirumah Sendy, gue pun minta ijin ke orang tua Sendy.

"Om, tante, ijin keluar sama Sendy ya..." kata gue malu-malu 
"Iya... Jangan malam-malam ya...." ujar papa Sendy
"oh iya om... Mari om, tante..." pamit gue, sambil mencium tangan papa dan mama Sendy.

Gue dan Sendy sampai disebuah taman yang sangat indah. Gue duduk sama Sendy dibangku taman itu. 

"Sen, kamu lihat gak bintang bintang yang bersinar malam ini? Gak ada ya... gak kelihatan sinarnya sinarnya..." kata ku.
"Iya ya..." kata Sendy.
"Kamu tau, kenapa bintang malam ini gak bersinar dengan terang?" tanya gue
"Nggak, emang kenapa?" 
"Soalnya cahayanya pindah semua kekamu..." kata gue.
"Ris, gak tau kenapa, setiap sama kamu, aku selalu ngerasa bahagia... Kenapa ya?" tanya Sendy.
"Itulah yang dinamakan jatuh cinta...." jelas gue.
"Jadi ini yang namanya cinta..." kata Sendy malu malu.
"Jadi gimana, kamu mau jadi pacar aku?" tanya ku.
"Aku mau... Kamu udah membuat aku belajar, bahwa tidak semua cinta itu bikin sakit, tapi ada yang bikin kita bahagia..." kata Sendy. Kami lalu berpelukan. Malam terasa indah bagi kami.

Tiba-tiba saja Putri, anakku mengagetkanku. Ku usap air mata yang sendari tadi menetes, saat aku mengenang kisah indahku dengan Sendy. Ku tutup album foto Sendy.

"Papa kok nangis? Papa kangen ya sama mama?" tanya Putri yang saat ini duduk di kelas 3 sd. 
"Iya sayang, papa rindu sekali sama mama kamu. Tapi, dengan melihat wajah kamu, rasa kangen papa hilang, karena kamu sangat mirip sama mama kamu..." kata gue sambil memeluk Putri.


Ya, Sendy meninggal akibat serangan jantung, saat Putri masih TK. Air mata ku pun menetes, namun aku tersenyum. Aku bahagia, karena sudah membuat Sendy mengerti apa itu Jatuh Cinta. Meskipun ia sudah tiada, tapi aku yakin, dia bahagia disana. Dan aku berjanji tidak akan melupakannya. Aku akan terus mencntainya, apapun yang terjadi. 




*****************************************************************************************************