Cari

Minggu, 23 Juni 2013

Cerpen: Sendy Ariani

Cinta Itu Indah (Inspirasi @sendyJKT48)


Kenalin, nama ku Risky. Aku udah punya Istri. Sendy Ariani namanya. Wajahnya cantik, tapi cuma aku yang pernah pacaran sama dia. Kenapa? Karena dulu sebelum dia pacaran sama gue, dia gak percaya sama yang namanya Cinta. Menurutnya, Cinta itu gak indah, cuma bikin sakit hati ajah. Unik ya? Begini ceritanya...

"Heyy broo....." sapa gue ke Ari, sahabat gue di Sekolah.
"Apa?" tanya Ari.
"Gue kayaknya jatuh cinta nih sama seseorang...." kata gue malu-malu.
"Sama siapa bro..?" tanya Ari penasaran.
"Sama cewek lahh...." kata gue.
"Yaelah bro, lu bego dipelihara.... Maksudnya nama cewek nya bego.....!!!" kata Ari kesel.
"Ohh... hehehe... anu bro, si Sendy..." kata gue malu.
"Lu serius suka sama Sendy? Dia gak normal bro.... masa Dia gak percaya sama yang namanya cinta..." jelas Ari.
"Enak ajah lu bilang Sendy gak normal... Dia normal kali... Cuma dia gak pernah ajah ngerasaiin Cinta..." kata gue ngebela Sendy.
"Yakin lu mau ngejar dia? Banyak lho cowo yang ditolak sama dia..." kata Ari.
"Tenang ajah lagi... Gue yakin, gue bakal jadi cinta pertama dan terakhir gue." kata gue.
"Terserah lu sihh... semoga sukses deh ya..." kata Ari ragu.

Gue masuk kelas. Mungkin kalian gak tau, gue satu kelas sama Sendy. Bahkan kami sebangku. Hanya kami memang kurang akrab, walau tak jarang kami bercanda dikelas.

"Eh, Sen..." sapa gue.
"Apa?" tanya Sendy.
"Gue lagi jatuh cinta nihh sama cewe..." kata gue.
"Oh, lu bisa suka sama cewe?" tanya Sendy ngeledek.
"Yah bisalahh......" kata gue sewot.
"Gue kira lu homo slama ini..." ujar Sendy ngeledek.
"Apaan sihh..." kata gue ngambek.
"Ciee ngambek... Bercanda kokk...." ujar Sendy 
"Bercanda lu jelek...." ujar gue.
"Emang lu suka sama siapa? Sama gue?" tanya Sendy.
"Rahasia dong...." jawab gue.
"Apa sih enaknya jatuh cinta? Cuma bisa bikin orang sakit hati ajah..." kata Sendy.
"Jatuh cinta itu indah kali... Makanya, lu coba ajah pacaran sama gue..." kata gue sedikit keceplosan.
"Hahhh?? Ohhh, jadi orang yang lu suka itu gue?" tanya Sendy curiga.
"Eh nggak lah... hahaha" gue mulai grogi.
"Bener?" tanya Sendy sambil tersenyum.
"Eh iya.. anu.. ho'oh..." kata gue mulai salah tingkah.
"Itu muka lu merah lho... Suka ya sama gue?" kata Sendy kembali mendesak gue.
"Hahh... Apa boleh buat, iya aku suka Sen sama kamu..." kata gue grogi.
"Gue udah nebak sih... Tatapan lu ke gue itu beda." kata Sendy.
"Jadi gimana, kamu mau jadi pacarku gak???" tanya gue grogi.
"Bukannya aku udah pernah bilang ke kamu? Aku gak percaya sama yang namanya cinta." jelas Sendy.
"Ohh..." kata gue agak sedikit kecewa.
"Maaf ya..." kata Sendy.
"Gak apa kok... Tapi aku gak bakal nyerah, aku akan berusaha membuat kamu ngerti apa sebenarnya itu Cinta. Dan membuat kamu sadar, bahwa cinta itu gak selamanya bikin sakit hati." jelas gue sambil tersenyum.

Sendy hanya bisa terdiam. Mungkin ia tak menyangka, bahwa gue bakal nembak dia. Gue perhatikan wajahnya, ia seperti memikirkan sesuatu. Mungkin ia berusaha mencerna perkataan ku barusan. 

Akhirnya, bel pulang sekolah berbunyi. Gue berencana ngajak pulang bareng Sendy.

"Sen, gue anterin pulang ya..." ajak gue.
"Boleh boleh.... Kebetulan nyokap gue gak bisa njemput, sedangkan gue males naik angkot..." kata Sendy.
"Pulang sekarang atau lu mau ke kantin dulu?" tanya gue.
"Sekarang ajah ihh...." kata Sendy.
"Ya udahh... yukk..." ajak gue.

Sampai dirumah Sendy, gue dan Sendy disambut mamanya Sendy.

"Oh, jadi ini Sen yang namanya Risky?" tanya mama Sendy.
"Iya mam... Ris, kenalin, ini mama gue..." kata Sendy.
"Eh, sore tante...." sapa gue sambil mencium tangan mama Sendy.
"Sore Risky... Makasih udah mau nganterin Sendy, ini dirumah ada ada saudara jauh dari Makasar, gak enak kalau ditinggal sndirian..." jelas mama Sendy.
"Ahhh, gak apa kok tante... Sama temen sendiri juga...." kata gue malu.
"Kapan kapan kalau tante gak bisa jemput Sendy, kamu mau kan nganterin Sendy? goda mama Sendy.
"Boleh lahh tante... hahahaha...." kata gue
"Hahahaha...." tawa mama Sendy.
"Anu tante, saya boleh ngomong berdua gak sama Sendy?" minta gue.
"Ohh, boleh... silahkan..." ujar mama Sendy, lalu pergi kedalam.
"Mau ngomong apa?" tanya Sendy.
"Besok jalan yuk, kemana kek..." ajak gue
"boleh.... jam berapa?" tanya Sendy.
"Habis maghrib ajah...." kata gue.
"Oke..." kata Sendy.
"Eh Sen, cium dong?" goda gue.
"Hadehhh!! Udah pulang gih sana, kburu maghrib entar...." perintah Sendy.
"Iya... Bye cantikk...." goda gue.
"Idihhh..." ujar Sendy sewot.

Hari gue ngedate bareng Sendy pun tiba. Gue berdandan sekeren mungkin berharap Sendy suka sama gue. Gue berangkat kerumah Sendy menggunakan mobil Corolla Altis gue.

Sampai dirumah Sendy, gue pun minta ijin ke orang tua Sendy.

"Om, tante, ijin keluar sama Sendy ya..." kata gue malu-malu 
"Iya... Jangan malam-malam ya...." ujar papa Sendy
"oh iya om... Mari om, tante..." pamit gue, sambil mencium tangan papa dan mama Sendy.

Gue dan Sendy sampai disebuah taman yang sangat indah. Gue duduk sama Sendy dibangku taman itu. 

"Sen, kamu lihat gak bintang bintang yang bersinar malam ini? Gak ada ya... gak kelihatan sinarnya sinarnya..." kata ku.
"Iya ya..." kata Sendy.
"Kamu tau, kenapa bintang malam ini gak bersinar dengan terang?" tanya gue
"Nggak, emang kenapa?" 
"Soalnya cahayanya pindah semua kekamu..." kata gue.
"Ris, gak tau kenapa, setiap sama kamu, aku selalu ngerasa bahagia... Kenapa ya?" tanya Sendy.
"Itulah yang dinamakan jatuh cinta...." jelas gue.
"Jadi ini yang namanya cinta..." kata Sendy malu malu.
"Jadi gimana, kamu mau jadi pacar aku?" tanya ku.
"Aku mau... Kamu udah membuat aku belajar, bahwa tidak semua cinta itu bikin sakit, tapi ada yang bikin kita bahagia..." kata Sendy. Kami lalu berpelukan. Malam terasa indah bagi kami.

Tiba-tiba saja Putri, anakku mengagetkanku. Ku usap air mata yang sendari tadi menetes, saat aku mengenang kisah indahku dengan Sendy. Ku tutup album foto Sendy.

"Papa kok nangis? Papa kangen ya sama mama?" tanya Putri yang saat ini duduk di kelas 3 sd. 
"Iya sayang, papa rindu sekali sama mama kamu. Tapi, dengan melihat wajah kamu, rasa kangen papa hilang, karena kamu sangat mirip sama mama kamu..." kata gue sambil memeluk Putri.


Ya, Sendy meninggal akibat serangan jantung, saat Putri masih TK. Air mata ku pun menetes, namun aku tersenyum. Aku bahagia, karena sudah membuat Sendy mengerti apa itu Jatuh Cinta. Meskipun ia sudah tiada, tapi aku yakin, dia bahagia disana. Dan aku berjanji tidak akan melupakannya. Aku akan terus mencntainya, apapun yang terjadi. 




*****************************************************************************************************



Jumat, 21 Juni 2013

Cerpen: Stella Cornelia

Cinta yang Tak Terduga (Inspirasi: @stellaJKT48)






Hari ini aku senang sekali. JKT48 mengadakan event Hand Shake (HS) Nasional. Dan tempat pertama diluar Jakarta adalah, SURABAYA. Aku sudah mempunya 1 tiket HS bersama Stella. Oshiku memang Stella. Menurutku, Stella itu multitalent, dan cantik
Namaku Ryan. Aku adalah mahasiswa di salah satu universitas di Surabaya. Aku mengambil jurusan sastra Indonesia. Umurku masih 22 tahun. Aku fans JKT48,  dan oshiku adalah Stella. Sudah banyak PP Stella yang aku punya. Impianku untuk bisa handshake dengan Stella akan segera terkabul besok. Aku menyiapkan barang yang akan kubawa besok. Lighstick, PP Stella, dan CD band ku mengcover lagu-lagu JKT48.

Esoknya, pagi-pagi sekali aku sudah siap berangkat ke tempat handshake. Tak lupa, aku bawa juga PP Stella ku. Tak sabar rasanya bertemu dengan Stella dan bersalaman dengannya. Aku ambil kunci sepeda motor Ninja ku. Aku langsung ke markas band ku. Teman-teman ku ternyata sudah siap disana.

"Kemana ajah sih lu, lemot amat...." ujar Rhozil, gitaris band ku.
"Sorry bro, biasa kalau mau ketemu pacar mah harus dandan cakep dulu..." ujarku bercanda.
"Pacar pacar ndasmu...." ujar Rhozil sewot.
"Udah berangkat yuk, keburu siang entar..." ajak Yazid, drummer di band ku.

Kami sampai di tempat HS Nasional diselenggarakan. Ternyata, para fans sudah memenuhi tempat HS. Padahal, event HS dimulai 2 jam lagi. Di tempat HS tersebut, aku ketemu mantan pacarku, Shinta..

"Ryan.....!!!!" teriak Shinta
"Ehhh kamu Shin, ngapain disini???" tanyaku.
"Yah ikut HS lahh... aku kan fangirl JKT48..." kata Shinta.
"Wihhh gila... Mau HS sama siapa?"  tanya ku.
"Sama Jeje... Kalau kamu?" tanya Shinta.
"Stella dong...." jawab ku sambil tersenyum.

Selang beberapa menit kemudian, JOT meminta kami untuk berbaris sesuai dengan member yang ingin disalami. Apesnya, aku dapet barisan di belakang sendiri. Tapi tak apalah, demi oshi, pikirku. Aku masih betah berbaris. Cuaca di Surabaya sangat panas, benar-benar cobaan yang berat.

Setelah berbaris cukup lama, tiba giliranku bersalaman dengan Stella. Ada untungnya juga baris paling belakang. Aku bisa bersalaman dan bercengkrama lebih lama dengan Stella.

"Halo... Selamat siang.....!!!!" ujar Stella sambil menyalami tanganku. Aku hanya bisa bengong dan grogi.
"ehh, anu, siang....." jawab ku grogi.
"Kok gitu jawabnya, grogi ya...?" goda Stella.
"Enggak, anu, Ci Stella cantik...." ujar ku grogi abis.
"Kamu juga ganteng....." jawab Stella malu-malu.
"Ahhh bisa ajah nihh cici..." ujarku malu.
"Mau ditanda tanganin gak itu Photopack nya?" tanya Stella.
"ehhh, bolehhh...?" tanya ku gak percaya.
"Boleh kok... Sini..." ujar Stella
"Makasih ci...." ujarku malu.
"sama-sama... Nih sama nomor hp aku ya..... Tunggu telpon dari aku..." ujar Stella membuatku kaget.
"Ini beneran ci???" tanya ku kaget.
"Jangan panggil cici dong, panggil Stella ajah..." ujar Stella.
"Iya, Stell, ini beneran?" tanyaku masih gak percaya.
"Iya... nanti sms'in nomor kamu ya...." ujar Stella
"oke..." jawabku

Malamnya, aku coba sms Stella.

"Ini Stella???" sms ku ke Stella
"Ini Siapa?" balas Stella
"Ini aku yang tdi kmu kasih nomor telpon di tempat HS" balas ku
"Ohhh kamuuu!!! Nama kamu siapa? lupa nanya tadi..." tanya Stella
"aku Ryan... :))"  balasku.

Kita pun sma-an semalaman. Dia ngajak aku ketemuan di Tugu Pahlawan besok. Aku pun senang. Gak nyangka bisa jalan sama Stella.

Besoknya, aku bangun jam 11 siang. Aku siap jemput Stella di salah satu Hotel di Surabaya. Aku pinjam mobil Xenia ayahku. Saat sampai, ternyata bukan hanya Stella yang ikut, tapi Melody, Frieska, dan Sonia pun ikut. Hilang harapanku buat jalan berdua sama Stella.

"Eh, Stell, lama ya nunggunya?" tanyaku, takut Stella marah aku kelamaan jemputnya.
"Enggak kok, ini kami baru nyampai di depan..." jawab Stella.
"Ya udah ayo, masuk...." ajakku.
"eh ci, cici cocok lho sama bang Ryan. Kenapa gak Nikah ajah?" tanya Sonia sambil ketawa.
"Kamu gila dekk?" tanya Stella agak sedikit sewot.
"Ya kan kali ajahh...." jawab Sonia.
"eh iya bang, di Tugu Pahlawan ada apa ajah siihh?" Tanya Frieska.
"Yah banyak, liat ajah dehh entar.... Ada rekaman suaranya Bung Tomo juga..." jawabku.

Sampailah kami di Tugu Pahlawan. Stella, Sonia, Melody dan Frieska serius melihat koleksi di musium Tugu Pahlawan. Aku masih mencari-cari kesempatan untuk bisa ngobrol sama Stella berdua. Namun mereka berempat selalu bersama. Pupus sudah harapanku. Sampai suatu ketika, Melody, Frieska dan Sonia minta ke Toilet.

"Eh, Toiletnya dimana ya?" tanya Melody.
"Tuhh..." jawabku sambil menunjuk ke arah Toilet.
"Sonia, Frieska, Stella, gak ikut? Biar sekalian..." kataku.
"Iya dehh...." Jawab Sonia.
"Iya ya, biar gak bolak balik..." kata Frieska.
"Cici enggak?" tanya Sonia ke Stella.
"gak deh... gak kebelet..." jawab Stella

Setelah mereka bertiga ke toilet, aku pun mulai mendekati Stella.

"Stell..." panggilku.
"iya...?" tanya Stella.
"Ada yang pingin aku omongin nihh ke kamu...." kataku.
"ohhh, mau ngomong apa?" tanya Stella bingung.
"Aku sebenernya, cinta sama kamu..." jawabku agak malu malu.
"Kamu gak tau ya? Aku juga cinta lagi sama kamu... Entah kenapa, aku ngerasa nyaman disamping kamu..." ujar Stella malu-malu.
"Kalo gitu, kamu mau jadi kekasih ku? Yang selalu setia menemaniku, dalam keadaan senang maupun susah?" tanyaku.
"Aku mau..." jawab Stella.

Aku seneng banget. Ku peluk Stella. Saat akan ku cium bibirnya, seseorang mengagetkanku.
"Woyy!!! Iki tempat umum bos, ojok mesum nang kene!!!! (ini tempat umum, jangan mesum disini)" kata orang itu.
"Eh, iyo mas... sepurane... (eh iya mas, maaf...)" kataku ke orang itu. Orang itu pun pergi.

Aku dan Stella tersenyum. Selang beberapa saat kemudian, Melody, Frieska, dan Sonia kembali. Aku melepaskan tangan Stella. Aku sangat senang sekali.

"Kok kalian senyum gitu? Jadian ya...?" tanya Melody sambil ketawa.
"Ihhh enggak kok..." jawab Stella malu.
"Ngaku ajah kali, kita lihat kok tadi... hehehehe..." kata Melody.
"Hahhh? Lu liat tadi gue nembak Stella?" tanya ku gak percaya.
"Enggak sih, cuma lu kena jebakannya mbak Melody..." jelas Frieska sambil ketawa.
"Kamprettt..." teriakku malu.
"Ecieee... mukanya langsung merahh...Gak usah malu lagi..." kata Sonia menggoda.
"Udah ahh, balik yukk..." ajak Stella.
"Ayuk ahh..." ujarku sambil tersenyum. Kugandeng tangan Stella dengan erat. Sangat erat. Aku akan slalu mencintaimu, Stella.



Cerita diatas memang sangat sangat mengkhayal, tapi anda bisa mengambil hikmahnya. Bahwa yang namanya CINTA itu bisa datang kepada siapa saja, kapan saja dan dimana saja.



***********************************************************************************

Minggu, 09 Juni 2013

Cerpen: Sonia Natalia



Selamat Ulang Tahun, Sonia....!!!!! (Inspirasi: @soniaJKT48)





Menangis... Itu yang bisa dilakukan oleh Sonia, saat psikopat masuk ke dalam rumahnya. Ia bersama kakaknya, Stella hanya bisa berpegangan tangan. Mama dan Papanya bersembunyi di kamarnya.

"Ci, aku takutt......" kata Sonia ke Stella sambil menangis.
"Cici juga de', kita berdoa ajah ya...." kata Stella menenangkan adiknya.

Tiba-tiba saja, psikopat itu berteriak di rumah Sonia.
"HEYYYY......!!!!!!! KELUAR KALIAN......!!!!!" teriak psikopat itu.
"ci... gimana nih...." kata Sonia sambil masih menangis.
"Kamu tenang dong... Kalau kamu nangis, nanti dia tau kita ada disini....." kata Stella
"tapi aku bener-bener takut.... papa sama mama gimana....???" tanya Sonia masih menangis...
"hussstttt......." ujar Stella sambil menaruh telunjuk di bibir.

Suasanya dirumah Sonia saat ini benar-benar mencekam. Sang psikopat semakin menggila. Dia pun membuka pintu kamar satu persatu. Dan ia menemukan mama Sonia.

"SINI KAMUU!!!!!!" teriak psikopat itu ke mama Sonia.
"Ampunn... Jangan ganggu kami... mengapa kamu mengganggu kami...? Apa salahhh kami.....???" tanya mama Sonia sambil menangis histeris.
"Ci, itu mama ci...." kata Sonia panik.
"Iya dek... Gimana nihh???" tanya Stella mulai panik.
"mudah-mudahan orang itu gak ngebunuh mama ci.." ujar Sonia sambil nangis sesenggu'an. Stella memeluk adiknya yang terkenal cengeng itu.
"SALAH KAMUU???? KAMU TELAH MEMBUAT KELUARGA SAYA HANCURR!!!!! ARGHHHHH!!!!!" bentak sang psikopat, sambil menebas golok ke mama Sonia.
"Ahhhh......" teriak mama Sonia. Lalu hening. Tidak ada suara lagi selain langkah kaki si psikopat itu.
"Ci, mama ci... Apa mama dibunuh???" kata Sonia sambil menangis dan ketakutan.
"sabar ya dek.... serahkan semua pada tuhan...." ujar Stella menenangkan adiknya.

Sang psikopat mulai mencari-cari keberadaan papa Sonia. Ia berjalan dan mulai memasuki gudang. Sialnya, tanpa sengaja kaki papa Sonia mengenai kaca. Papa Sonia pun berteriak.
"Arggghhh..........." teriak papa Sonia.
"OHHH, DISITU KAU RUPANYA......" teriak psikopat itu.
"Ampunnn.... Jangan bunuh keluarga saya...." mohon papa Sonia.
"TAK ADA AMPUN BAGIMU!!!!!" teriak psikopat itu sambil menusukan golok ke perut papa Sonia.

Setelah itu, sang psikopat mulai mencari Sonia dan Stella. Ia memasuki kamar mandi, ruang tamu, dan kamar Sonia. Sampailah sang psikopat di kamar Stella, tempat Sonia dan Stella bersembunyi.

"HEYYY, KELUARRRR KALIANNNNN!!!!" teriak psikopat itu sambil memukul pintu kamar.
"Ci... gimana ini aku takut....." tangis Sonia
"Kamu tenang ya, jangan berisik..." ujar Stella sambil menenangkan adiknya.
"hahahahaha... kena kau..." ujar psikopat itu dalam hati. Ia membuka lemari dan menemukan Stella, namun ia tidak menemukan Sonia. Ia tarik Stella dan menusukan golok itu ke tubuh Stella. Sonia pun makin panik, ia lalu keluar dari lemari itu, dan ia tidak menemukan kakak nya dan psikopat itu. Ia buka pintu, tiba-tiba,

"SELAMAT ULANG TAHUN!!!!!!!!!!!!" teriak papa, mama, dan kakak Sonia. Sonia terkejut. Ia pun makin terkejut ketika psikopat yang memakai topeng itu memamerkan pisau yang berlumuran darah.

"KAKAKKKKK AWASS........!!!!!" teriak Sonia histeris....
"Hahahahahahahahaha......." tawa papa, mama Sonia, Stella dan psikopat itu. Psikopat itu membuka topengnya, dan betapa kagetnya Sonia karena orang yang ada dibalik topeng itu adalah Rio, teman masa kecil Sonia. Tangis Sonia pun mulai mereda.

"Maaf ya dek.... Cici sama Rio yang ngerencanain ini semua, buat kejutan di hari ulang tahun kamu...." kata Stella sambil menahan tawa.
"hahahahahaha.... iya Son, sorry ya... Selamat Ulang Tahun...." kata Rio.
"selamat ulang tahun sayang..." ujar papa dan mama Sonia sambil memeluk Sonia.
"Kaliannn kok jahat sihhh...." teriak Sonia sambil masih menangis.
"Kamu sihh cengeng, penakut, jadi Cici sama Rio punya ide kayak gini..." jelas Stella
"Udahlah Son, selamat ulang tahun ya.... semoga gak cengeng lagi...." canda Rio.
"Ihhhh, tau dehhh...." ujar Sonia sewot. Semua yang ada di ruangan itu tertawa terbahak-bahak. Lagu Jamrud - Selamat Ulang Tahun berbunyi. Teman-teman Sonia datang ke acara ultahnya itu. Sonia tersenyum. Meskipun kakaknya jahil, papa-mama nya sibuk, dan Rio yang rumahnya jauh dari rumah Sonia, namun mereka masih mengingat hari ulang tahun Sonia. Ya, meskipun ia harus dikerjai seperti itu. Namun ia merasa orang-orang masih sayang kepadanya...






******************************************************************************

Cerpen: Beby Chaesera Anadila



Kejutan di Stamford Bridge (Inspirasi: @bebyJKT48)




Begitu senangnya Beby hari ini. Beby mendapatkan hadiah spesial dari orang tuanya. 1 tiket pesawat ke London dan 1 tiket pertandingan BIG MATCH antara Chelsea melawan Man.United di Stamford Bridge. Impiannya untuk pergi ke stadion kebanggaan The Blues itu terkabul juga. Beby memang menyukai Chelsea. Jika biasanya dikamar perempuan terdapat poster kartun, Justin Bieber, tidak dengan Beby. Poster Frank Lampard, Juan Mata, Gianfranco Zola, dan pemain Chelsea lainya mendominasi dikamarnya. Namun pemain yang paling ia suka hanya satu. Eden Hazard. Ia menyukai Hazard sejak Chelsea mendatangkannya dari LOSC Lille.
"Wahhhh.... Makasih ma... pa...." ujar Beby sambil memeluk kedua orang tua nya,
"Sama-sama nak... Tapi kamu harus lebih rajin belajar ya......" kata mama Beby
"Iya ma.... Beby bakal rajin belajar kok...." jawab Beby.

Waktu berangkat ke London masih 3 hari lagi. Namun Beby sudah menyiapkan pernak-pernik Chelsea yang ia punya. Syal, jersey, jaket, topi ia siapkan. Tak lupa, ia juga membawa spanduk bertuliskan "EDEN HAZARD 17!!!! I LOVE YOU!!!!! CHELSEA LEGEND 17!!!!" yang dibuatkan oleh Dani, pacar Beby. Beby lebih bahagia lagi karena pacarnya yang juga seorang True Blues itu juga ikut ke London.

"Jadi kamu ikut Dan...???" tanya Beby tidak percaya.
"Iya... Aku punya temen di London, dia bersedia memberi kita tumpangan di apartemennya.." kata Dani
"Wahhh... Bisa pacaran nih di Stamford Bridge...." ujar Beby.
"hahahaha... entar kita foto bareng disana... upload ke Twitter, FB, sama Instagram, biar pada iri..." ujar Dani bercanda.
Hari yang dinanti pun tiba. Beby berangkat bersama Dani. Entah kebetulan atau memang sudah takdir, Pesawat Beby dan Dani sama. Bahkan duduknya bersebelahan.

"Kita emang jodoh berarti ya Beb...." canda Dani
"iya kali....." kata Beby.
"Spanduknya kamu bawa kan?" tanya Dani.
"Bawa kok..." jawab Beby.
"Aku juga bawa spanduk...." kata Dani
"Spanduk apa tuhh?" tanya Beby penasaran.
"Nihhh...." kata Dani sambil menunjukan spanduk bertuliskan "I Love You Eva Carneiro.... You Are so Beautyfull"
"IDihh... jijik banget..." ujar Beby sewot.
"Ya masa aku bilang i love you ke Hazard, homo dong aku... hahahahahaha" canda Dani.

10 Jam kemudian, mereka sampai di London. Udara London sangat dingin, namun itu tak membuat Beby kedinginan. Ia justru merasa hangat karena ada Dani. Mereka lalu pergi ke apartemen Steve, teman Dani. Steve adalah orang Indonesia keturunan Inggris. Ia sudah lama di Inggris. Namun ia bukan True Blues, melainkan Gooners.

"Heyyy bro..." sapa Steve kepada Dani.
"Hey... gimana kabar lu...?" tanya Dani.
"Ohh it's good... So, pacar lu juga True Blues...?" tanya Steve.
"Rightt... Dia true blues juga... Kenalin, di Beby...." kata Dani
"Hey Beby... Gue Steve..." kata Steve sambil bersalaman dengan Beby.
"Heyy.. salam kenal ya..." kata Beby.
"Jadi kalian tidur sini? kebetulan aku ada kamar kosong..." tawar Steve.
"Jadi dong..." kata Dani mantap.
"Oke.... pertandingan masih 2 hari lagi kan? Mau gw antar jalan-jalan? Atau mau ikut tour di Stamford Bridge??"
"Tour di Stamford Bridge...!!!" ujar Beby dan Dhani bersamaan.
"Oke, kalian taruh barang kalian dulu, gw mandi dulu..." kata Steve.
"Thanks bro...." ujar Dani. Mereka lalu masuk ke kamar. Kamarnya cukup mewah. Terdapat banyak pernak-pernik Arsenal disana.

Malamnya Beby tidur. Steve lalu mengajak Dani membuat kejutan untuk Beby.
"Bro, lu gak ngasih kejutan ke Beby? Gue ada ide nih...." kata Steve
"Ide? Ide apa...?" tanyaDani penasaran.
"Jadi gini... Beby ngefans gak sama Hazard?" tanya Steve
"Ngefans banget dia sama Hazard..." jawab Dani
"Jadi gini, gue kenal deket sama Hazard... Entar kita ketemuan sama dia, minta kalau dia ngegolin, dia buka baju dan nunjukin baju dalamnya yang bertuliskan "Happy Birtdah 16th Beby Chaesara Anadila" bro.." jelas Steve.
"Lu serius kenal deket sama Hazard?" tanya Dani kaget.
"Ngapain gue bohong..." kata Steve meyakinkan.


Mereka berdua lalu pergi ke salah satu restoran di London. Disana, Hazard telah menunggu.

*Ditranslate dari bahasa Inggris ke Indonesia*
"Heyy bro..." sapa Hazard.
"Heyy..." jawab Steve.
"Jadi, gimana?" tanya Hazard
"Jadi gini... Dani, teman saya mau memberi kejutan ultah di hari ulang tahun pacarnya, namanya Beby Chaesara Anadila. Anda mau bantu kami?" tanya Steve.
"Dengan senang hati..." jawab Hazard menyanggupi.
"Jadi entar anda kalau mencetak gol, anda berselebrasi dan menunjukan kaos dalam anda yang bertuliskan "Happy Birthday 16th Beby Chaesara Anadila". Tapi jika anda tidak mencetak gol, anda tunjukan tulisan tadi saat pertandingan usai..." jelas Steve.
"Ada fotonya?" minta Hazard.
"Ohh ada.. Ini fotonya..." selat Dani sambil memberikan foto Beby ke Hazard.
"hemmm... cantik juga..." goda Hazard sambil melirik ke arah Dani. Dani hanya tersenyum grogi.
"Jadi, anda bersedia?" tanya Dani
"Tentu..." aku akan berusaha mencetak gol...." kata Hazard
"Terima kasih Hazard... Anda baik skali.." puji Dani.

Hari yang ditunggu tiba. Beby dan Dani duduk tepat di belakang gawang. Skor babak 1 masih 0-0. Banyak peluang yang diciptakan Chelsea, terutama Hazard. Babak kedua memasuki menit ke 80. Dani dan Beby tak hentinya memberikan semangat untuk Hazard. Dan yang dinanti-nanti Dani pun tercapai. Hazard mencetak gol. Tendangan kerasnya menghujam gawang De Gea yang berada tepat di depan mata Dani dan Beby. Hazard lalu menuju ke belakang gawang. Ia berada di depan Beby. Dan betapa kagetnya Beby saat Hazard menunjukan tulisan di baju dalamnya yang bertuliskan "Happy Birthday 16th Beby Chaesara Anadila" itu.

"Happy Birthday sayang...... Ini kejutan untukmu..." kata Dani dengan senyum lebar
"Ja, jadi, ini kejutan dari kamu...?" tanya Beby masih tidak percaya.
"Lebih tepatnya dari aku dan Steve..." jelas Dani.
"Makasih sayang...." ujar Beby sembari memeluk Dani dengan sangat erat. 

Beby dan Dani bahagia. Mereka lebih bahagia karena Chelsea mampu menaklukan Manchester United dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Hazard. Beby tersenyum puas. Menurutnya, ini adalah kejutan yang luar biasa dari Dani, Steve, dan juga Hazard.




******************************************************************************