Cari

Jumat, 13 November 2015

Ssssttttt..... Ini blog kok sepi ya???

krikkk... krikkk...

Sepi banget yakk ini blog..

iya, gw udh mulai jarang nulis cerpen. Gw masih fokus UN. Tugas yang membuat gw mulai jarang nulis cerpen lagi.

Ohh iya, bagi yang belom tau, gw udh bkn fans jekateh empat lapan lagi huehehehehhh...
Dan lo tau apa yang membuat gw males jadi wota lagi? MAHAL.
modalnya harus gede kalo jdi Fans JKT48. Ini ngefans apa mau buka usaha pakek modal segala ya? wkwkwkwk

Yang jelas, cerpen yang akan datang tidak akan ada embel2 member jeketi lagi. Tapi tenang, cerpen gw yang dulu2 yang msih ada embel2 jeketi gak gw hapus kok. Jadi bagi lo yang mau baca2 lagi cerpen2 gw yang dulu silahkan gpp. Gak ada yang ngelarang kokkk... hehehe...

Tapi ya, mungkin blog ini gak hanya jdi tempat gw nulis cerpen ajah, tpi juga curhat. Yahhh bisa juga di cerpen gw itu kejadian nyata yg sedang gw alami gtu hehehehe...

Sekian dari gw. sebagai penutup, gw pnya quote spesial buat lo

"Anda tidak perlu menjadi hebat untuk memulai sesuatu. Lakukan sekarang dan jangan pernah menunda karena kesempatan mungkin tidak datang dua kali."




Follow:
Twitter: lisa_risky
Instagram: riskyrmdhni_

Rabu, 18 Februari 2015

Ini Alasan Kenapa Saya Udah Jarang Bikin Cerpen Lagi

Hollllaaaaaa......

Huehehehehehhhh... setelah sekian lama akhirnya gue nulis di blog lagi. Mungkin lu lupa ya sama gue, mungkin gue harus ngenalin diri gue lagi. Gue Risky, yang sering nulis cerpen tentang JKT48 itu lho.... hehehehe... Yah walaupun sekarang gue bukan seorang "wota' lagi...


Mungkin lu semua pada tanya, knapa gue gak bikin cerpen lagi? Apa karena udah gak ngefans JKT48 lagi? Bukan kok, bukan karena itu. Gue udah jarang bikin cerpen lagi karena tugas pada numpuk.... Gue sekarang kelas 2 SMA. Gue masuk jam stgh 7 sampai jam 3 sore. bayangin tuh, pas pulanmg gue pasti langsung  tidur sampai jam 7-8 malam. Belum lagi gw harus coli belajar dan ngerjain PR. nah, klo udah gitu kapan gw punya waktu buat cari inspirasi dan nulis?
"Tapi gan, sabtu minggu kan ente libur, bisa lah buat 1 cerpen...". iya sih, tapi nyari inspirasi buat cerpen gak bisa dapet cuma 1-2 hari ajah bro.. sekalinya dapet, biasanya ditengah2nya buntu.... Dan juga, gw juga gak mau sekedar buat cerpen. gue pingin buat novel. yah, tinggal dikit lagi sih. sekarang sudah sampai dalam....... memikirkan tema (Ya elahh bro...). :p

segitu dulu lah tulisan gue hari ini. kalo ada apa2 silahkan hubungi
Twitter: @LiSA_RIsKY
PSN ID: cesc4risky

Cerpen: Si “Pemalas” yang Sukses


“Adi!!!!! Cepet bangun!!! Mau tidur sampai jam berapa kamu???!!!” teriak seorang ibu bernama Marsinah kepada anaknya yang bernama Adi. “Bentar dong bu.... Masih ngantuk nihhh, tadi malem begadang sampai jam 3 pagi gara-gara liat bola...” balas Adi yang masih saja memejamkan matanya. “Bangun atau laptop kamu ibu rampas!” ancam ibu. Mendengar ancaman itu Adi langsung bangun dari ranjang nya dan bergegas keluar dari kamar menuju meja makan. “Jangan malas-malasan saja kamu dirumah, cari kerja sana... udah 1 tahun lulus kuliah belum juga dapet kerja.” Ujar sang Ibu. “Ya sabar lah bu... Ntar kalo udah ada kerja kan aku bakal kerja. Lagian jaman sekarang cari kerja itu susah bu...” keluh Adi sambil memakan sepotong Roti yang ada di meja makan. “kamu itu anak Ibu satu-satunya Di. Kamu kebanggaan Ibu. Ayahmu udah gak ada nak. Masa harus ibu terus yang cari nafkah..”ujar Ibu. Mendengar perkataan ibunya itu hati Adi tergerak. Ia lalu memeluk dan mencium ibunya. “iya bu, aku bakal cepet-cepet cari kerja. Tapi bu, aku males cari kerja kesana kesini. Susah dapetnya bu. Aku pingin buka usaha ajah bu. Aku males jadi pegawai.” Ujar Adi. “Kalo kamu cari kerja ajah males, gimana mau buka usaha nak... Pengusaha-pengusaha yang sukses, sebelum dia jadi pengusaha ia pasti juga mondar-mandir cari kerja nak... Membuka usaha itu gak gampang. Butuh modal yang banyak, butuh pengalaman. Salah langkah dikit, kamu bakal bangkrut.” Ujar Ibu. Adi hanya menghela nafas mendengar perkataan ibunya. Adi memang terkenal anak yang pemalas. Saking malas nya, untuk menyelasaikan S1 nya saja ia butuh waktu kurang lebih 7 tahun karena ia malas mengerjakan skripsinya. Setelah lulus pun yang ia lakukan hanya Makan, main laptop, tidur. Tidak pernah ada usaha untuk mencari kerja. Padahal ibunya telah membanting tulang untuk membiayai kuliahnya, semenjak Ayahnya meninggal ketika Adi masih duduk di kelas 1 SMA karena kecelakaan pesawat. Walau begitu ia adalah anak yang baik. Ia jauh dari yang namanya rokok, narkoba, wanita, atau mabuk-mabukan. Itu yang membuat Ibunya sedikit lega karena anak satu-satunya itu tidak terjerumus kedalam jurang pergaulan yang bebas.
Sejak sang ayah meninggal, Adi jadi ingin menjadi pengusaha seperti ayahnya. “enak jadi pengusaha, tinggal duduk-duduk sambil nyuruh pegawai, uang terus mengalir” begitu pikirnya. Sungguh Adi si “pemalas”. Ia tidak tahu jika proses menuju pengusaha itu harus melalui jalan yang terjal dahulu. Resiko nya pun banyak. Salah langkah dikit, hancurlah dia.
“Kamu jadi buka usaha apa Di?” tanya Arjun, sahabat Adi. Arjun adalah sahabat Adi yang paling setia. Mereka berteman sejak Arjun dan Adi duduk di kelas 1 SD. “Gak tau Jun. Ini juga lagi mikir...” jawab Adi sambil menguatak-atik laptop kesayangannya. Laptop yang ia dapat dari ayahnya saat ia ulangtahun yang ke 12. “mikir terus, kapan usahanya, Di? Orang kamu mikir ajah sambil main Call Of Duty, gimana bisa mikir?” celetuk Arjun.
“Justru dengan main game aku bisa mikir Jun..” jawab Adi sambil terus memainkan Laptopnya. Arjun hanya bisa menghela nafas. “Saran aku ya Di, kamu bikin usaha yang emang itu hobi kamu...” saran Arjun. “Ohhh gitu ya...” jawab Adi. “Emang hobi kamu apa toh?” tanya Arjun. “Main Call of Duty” jawab Adi. “Selain main Call of Duty?” tanya Arjun lagi. “Main PES Jun...” jawab Adi. “Kamu buka usaha warnet ajah kalo gitu Di” celetuk Arjun dengan nada yang kesal. Adi hanya tersenyum. Ya, sambil terus memainkan otongnya laptopnya. :p
Namun nampaknya, celetukan Arjun yang menyarankan Adi untuk membuka warnet diaanggap serius oleh Adi. Ia mulai mensurvey tempat-tempat warnet yang terkenal ramai. Yang ia survei adalah tempat warnet nya dan juga fasilitas nya. “Warnet manapun fasilitasnya sama ajah. Gak jauh beda ternyata..” gumam Adi. Ia lalu berpikir untuk membuat warnet yang beda dari yang lain. Diantaranya adalah Resto-Warnet. Restoran sekaligus warnet. Ia membayangkan di setiap meja restorannya nanti telah disediakan seperangkat PC, dan tentu terdapat pelayan yang siap mengantarkan pesanan sesuai yang pelanggan inginkan. Namun ia segera menghentikan keinginannya itu. Ia sadar, modal yang dibutuhkan untuk membuka warnet saja sudah sangat banyak apalagi menyiapkan koki, belum lagi pelayannya. Ia menghela nafas panjang. “ternyata bikin usaha itu sulit ya...” gumamnya dalam hati. Ia lalu teringat sesuatu. Sebelum mengoleksi game-game pc, ia pernah mengoleksi buku bacaan. “Kenapa tidak kugunakan saja buku ku itu untuk mendapatkan modal membuka warnet. Dari pada harus jadi pegawai dulu buat ngumpulin modal...” pikirnya.
Adi lalu mencari buku-bukunya itu. Ia ingat, ia menyimpannya di kardus yang ia taruh di gudang. Ia buka satu-satu kardus, dan ia akhirnya menemukan 3 kardus yang berisi buku. 1 kardus adalah bukunya, sedangkan 2 kardus yang lain adalah milik ayahnya. Namun ia merasa buku yang ia miliki masih kurang. Ia lalu mencari buku-buku bekas di pinggir jalan. Ia juga membeli buku-buku Arjun yang tidak terpakai. Namun Arjun menolak. “Ambil ajah buku itu, gak usah dibeli. Lagian itu juga buat usaha kamu nantinya..” kata Arjun saat Adi akan membeli buku-bukunya itu.
2 minggu sudah Adi mengumpulkan buku-buku. Ia merasa cukup dengan buku yang ia miliki. Ia lalu menata buku itu ke rak yang juga ia beli dengan uang tabungannya sendiri. Ia lalu membuat papan yang bertuliskan “PERSEWAAN BUKU ADI”. Ya, Adi membuka persewaan buku. Sewa 1 buku ia hargai dengan 2500/hari. Buku yang ia sewakan diaantaranya adalah Novel, buku biografi tokoh-tokoh terkenal, kamus, ensiklopedia, dll. “Hebat kamu Di, bisa punya ide bikin usaha persewaan buku. Mudah-mudahan ramai ya Di..” kata sang Ibu sambil memeluk Adi. “Amin bu... Ini juga aku kebetulan inget kalo aku dulu pernah ngoleksi buku.” Ujar Adi sambil tersenyum. Ia dengan senyum puas menatap rak-rak yang berisi buku yang akan ia sewakan. Ia juga memasang iklan di Internet agar banyak yang menyewa buku di tempatnya.
1 tahun sudah ia membuka persewaan buku. Ia seaakan lupa akan tujuan utamanya membuka usaha persewaan buku, yaitu membuka usaha Warnet. Usaha persewaan nya itu kian ramai, karena tidak hanya buku-buku lama yang ia sewakan, tetapi juga ada buku-buku baru. Harga sewanya pun ikut naik, dari yang 1 buku hanya 2500/hari, menjadi 1 buku 6000/hari. Buku yang ia sewakan pun semakin beragam. Ia juga menyediakan ruangan untuk membaca, dengan harga 2000/jam. Di tempat persewaanya itu ia juga menjual kue bikinan ibunya. Dengan semua itu ditambah dengan ramainya pengunjung, penghasilannya pun lumayan. Per bulan rata-rata ia bisa menghasilkan uang sekitar 1,5 juta hingga 2,5 juta. Tidak beda jauh dengan pegawai memang, namun ia juga tidak perlu disuruh-suruh oleh bos seperti pegawai. Ia hanya duduk santai sambil mengawasi pengunjung. Ia juga tidak perlu membayar gaji pegawai. Kini semua orang di Indonesia tahu tempat persewaan buku Adi. Ya, Adi si pemalas.

Sabtu, 28 Desember 2013

Cerpen: Rezky Wiranti Dhike

"Kau Akan Selalu di Hati" (Inspirasi: @dhikeJKT48)






Jam dinding ku berdetik. Hujan turun dengan sangat deras. Aku memandang ke luar jendela. Sepi sekali. Hanya suara hujan yang terdengar. Ku pandangi foto pacarku. Tidak, lebih tepatnya mantan ku, Dhike. Ya, baru kemarin aku putus dengannya. Penyebabnya hanyalah salah paham. Aku hempaskan badan ku ini ke kasur. Ku pejamkan mata ku. Ingatan ku tentang Dhike pun seperti berputar di otak ku. Mulai dari pengalaman manis ku dengan Dhike seperti saat aka baru bertemu dengannya ketika Masa Orientasi Siswa saat SMA hingga pengalaman pahit ku dengan dia seperti saat dia mengucapkan kata yang sangat sederhana namun mampu meremukkan hati, yaitu kata "Putus...". Otak ku seperti memutar kembali ingatan-ingatan ku tentang Dhike. Dan otak ku pun memutar ingatan ku mengapa aku bisa putus dengan Dhike....


"Aldiiii...." teriak Dhike memanggil ku.
"Iya?" tanya ku
"Ntar jadi kan kita liat konser David Gueta nya?" tanya Dhike.
"Jadi dong.... nih tiket nya...." ujar ku sambil menyerahkan tiket yang aku pegang
"Lho? kamu beliin aku tiket juga? Ihhh ngerepotin tauuu..." ujar Dhike.
"Gak repot kok. Kan yang minta kamu..." ujar ku sambil mencubit pipi Dhike.
"Kamu tuhhh yaaa..." ujar Dhike malu.
"Hehehe..." tawa ku.
"Yaudahh.... nanti kita langsung ketemuan di lokasi ajah ya.... Sampai ketemu nanti..." ujar Dhike sambil mencium pipi ku.

Malam pun tiba. Aku sudah bersiap untuk ke tempat konser David Gueta. Aku lalu berangkat menggunakan Honda Jazz milik ayah ku. Setelah sampai di lokasi aku lalu menelpon Dhike. Dia bilang kalau dia lagi di jalan. Aku menunggu di dekat antrian. Aku lalu melihat seseoramg. Seseorang tidak asing bagi ku. Dia adalah Stella, mantan pacarku. Aku lalu menghampirinya.

"Ste... Stella kan?" tanya ku ragu.
"Lho? Aldi ya.... Wahhh, lu juga suka David Gueta Al?" tanya Stella.
"Yoi... Sama siapa lu?" tanya ku.
"Sama temen... Lhah lu sama siapa?" tanya Stella.
"Sama pacar gue..." jawab ku.
"Lu gak berubah ya dari dulu...." canda Stella.

Kami lalu duduk berdua sambil menikmati Kebab. Kami bercanda dan bercerita tentang segala hal. 

"Kocak banget guru lu,,, wkwkwkwkwk..." tawa Stella.
" Eh Stell, di pipi lu tuh ada sambel nya..." ujar ku.
"Hah, mana?" tanya Stella.
"Nihh..." aku lalu membersihkan pipi Stella. Dan tanpa sadar, Dhike muncul di depan kami.
"A... Al..." Dhike terpaku melihat ku membersihkan pipi Stella.
"Ehh, Dhik... Ini gak seperti yang kamu kira..." ujar ku berusaha memberikan penjelasan kepada Dhike. Stella lalu pergi meninggalkan kami berdua.
"Tega kamu ya..." ujar Dhike yang mulai meneteskan air mata.
"Ta, tapi... Aku bisa jelasin..." belum sempat aku menjelaskan, Dhike lalu memotong.
"Gak ada yang perlu di jelasin lagi Al...! Kita Putus!!!!"

DUARRRRRR!!!!

Suara petir mengejutkan ku. Aku lalu membuka mata ku. Aku lalu bangkit. Hujan masih saja turun. Bahkan lebih deras dari sebelumnya. Ku pandangi foto Dhike lagi. Ya, aku sadar. Aku harus move on. Aku tidak ingin galau hanya karena memikirkannya.

"Dhike... Aku akan berusaha melupakan mu. Melupakan kenangan indah yang pernah kita alami ketika kita pacaran. Tapi aku berjanji, apapun yang terjadi nanti, kau akan selalu di hati..." ujar ku dalam hati, lalu merobek foto Dhike. Bersama dengan sobek nya foto Dhike itu aku berharap, aku bisa melupakan Dhike....






- TAMAT






NB: Cerita di atas hanya karangan saya. Jika ada kesamaan tempat, dan kejadian, mungkin itu hanya kebetulan saja. Selamat membaca, semoga anda senang dengan cerita saya :))



Follow me on Twitter: @RiskyR_0048

Jumat, 04 Oktober 2013

Misteri Sekolah Hantu (Final Part)



Part Sebelumnya


"Apa syaratnya?" tanya Fahri penasaran.
"Syaratnya, kerjaa'in tugas Matematika gue!" perintah Risky.
"Whattt?!! Lu bercanda kan?" tanya Fahri
"Mati lo Fahr...." ledek Naufal.
"Gimana? Mau gak?" tanya Risky.
"i, iya deh..." ujar Fahri, menyanggupi permintaan Risky.

Risky pun menjelaskan kepada Fahri cara supaya ia dengan Nadila bisa baikan lagi. Fahri sempat ragu, namun ia tetap mencoba cara yang diajarkan oleh Risky.

"Nad..." panggil Fahri.
"Hahhh, apaan lagi sihh?!" bentak Nadila.
"Aku mau ngobrol sama kamu..." ujar Fahri.
"ckk, ya udah, mau ngomong apa?" tanya Nadila dengan muka bete.
"Please, maafin aku Nad... A,aku, aku gk bisa hidup tanpa kamu. Hidup ku terasa hampa, tanpa senyum mu, aku seperti tidak punya semangat hidup lagi. Please Nad...!" mohon Fahri.
"Tapi kamu udah nyakitin hati aku Fahr... Kamu ngapain ngerayu Beby? apa kamu gak mikirin perasaan ku?" ujar Nadila.
"Tapi, itu aku cuma nyontohin ke Risky gimana caraa ngerayu cewe yang bener, gk lebih Nad..." jelas Fahri.
"Bo'ong..." ujar Nadila tidak percaya.
"Apa yang dibilang Fahri bener kok..." jelas Risky mengejutkan Nadila.
"Hahh?" ujar Nadila kaget.
"Ya, waktu itu gue lagi bete sama si Ray, gara2 dia deket2 sama Yupi, trus si Fahri nyontohin gimana cara ngerayu cewek yang baik dan manjur...." Jelas Risky.
"Kamu mau kan maafin aku..." ujar Fahri.
"Iya, aku maafin kok..." ujar Nadila.
"Makasih sayang, kita ke kantin yuk..." ajak Fahri.
"Eiiitttt, tunggu dulu..." ujar Risky.
"Apa sih Ris?" tanya Fahri kesal.
"Pr gue Fahr, Matematika..." ujar Risky.
"Ntar ajah deh..." ujar fahri lalu lari ke kantin.
"BANGKE LU FAHR!" teriak Risky.


"Ketemu!!!!!!!" teriak Ray.
"mana?" tanya Yupi.
"Nihhh..." jawab Ray.
 
09-3-12-1-12-23-1-45- 77                        : Hadi Siswanto (Sejarah)
03-1-23-4-23-12-9-22-23                        : Drajat Muskandar (Geografi)
01-1-09-4-48-23-1-21-99                       : Franky Muhaimin (Matematika)
11-1-11-5-11-22-9-14-25                      : Sigit Mahendra (Fisika)
 
 
"Hmmmm, terungkap sudah kasus ini..." ujar Yupi sambil tersenyum...
 
Ray dan Yupi lalu mendatangi rumah Sigit Mahendra, mantan guru Fisika di sekolah mereka. Mereka tidak sendiri, mereka bersama seorang detektif dan 3 orang Polisi. Yupi dan Ray mengungkap semua kasus yang telah dilakukan Sigit. Sigit mengakui bahwa ia membakar sekolah itu karena dendam terhadap pemilik sekolah itu sebelumnya. Polisi lalu menangkap Sigit, dan kasus pun selesai.

Keesokan harinya di sekolah...

"Hebat banget lu Yup bisa tau siapa pelaku nya..." puji Viny.
"Iya dong..." ujar Yupi pede.
"Kebetulan... Kebetulan..." ledek Risky.
"Dihhh...." ujar Yupi bete.

Tiba-tiba, ia melihat sosok murid dan guru dengan luka bakar di tubuh mereka. Sosok-sosok itu tersenyum ke arah Yupi, lalu sosok-sosok itu menghilang. Yupi pun tersenyum.

"Kenapa lu Yup, senyum2 sendiri?" tanya Shania heran.
"Mereka udah pergi ke alam mereka, dengan tenang..." jelas Yupi.
"Mereka siapa?" tanya Shania.
"Korban kebakaran sekolah ini. Mereka tersenyum ke arahku, lalu menghilang..." jelas Yupi.
"Mungkin mereka pamit Yup ke elu, dan ngucaapin terima kasih..." tebak Fahri.
"Mungkin.... Yahh, semoga gak ada kejadian aneh lagi di sekolah ini..." ujar Yupi tersenyum.

Bel sekolah pun berbunyi, pelajaran berjalan dengan normal dan lancar. Dan, sejak pelaku pembakaran sekolah itu ditemukan, tidak ada lagi kejadian-kejadian aneh disekolah itu.



- T A M A T



Kamis, 03 Oktober 2013

Cerpen: Nadila Cindi Wantari

Cinta Tidak Harus Memiliki (Inspirasi: @Nadila_JKT48)








“Kring.... Kring...”
Bel sekolah berbunyi. Akupun bergegas masuk ke dalam kelas. Kelas sangat gaduh, sebelum akhirnya Pak Jovi, guru TIK sekaligus wali kelas ku masuk sambil menggandeng seorang murid baru. Murid itu cantik. Sangat cantik, hingga aku terpana melihatnya. Tubuhnya yang mungil, senyumannya yang manis, membuatku ingin lebih dekat dengannya. “Semoga Pak Jovi menyuruh murid itu duduk disebelahku...” ucapku dalam hati.

“Selamat pagi anak-anak...” sapa pak Jovi.
“Pagiiii pakkk....” ujar kami serempak.
“Sebelum bapak memulai pelajaran hari ini, bapak ingin memperkenalkan teman baru kalian. Silahkan...” ujar Pak Jovi.
“Slamat pagi... Nama saya Nadila, saya pindahan dari SMA Harapan Bangsa Solo, salam kenal...” ujar Nadila memperkenalkan diri.
“Terima kasih Nadila, silahkan duduk di bangku nomor 3 di sebelah Bayu.” perintah pak Jovi

Nadila lalu menuju ke bangku ku. Ku terus pandangi wajahnya yang manis itu. Manis sekali.
“Hai...” ujar Nadila membuyarkan lamunanku
“Eh, hai..” jawab ku gugup.
“Kenalin, aku Nadila...” ujar Nadila kepadaku.
“aku Bayu...” ujarku.
“salam kenal ya....” ujar Nadila sambil tersenyum.

Singkat cerita, aku dan Nadila semakin akrab. Dan aku juga makin mencintai Nadila. Akupun merencanakan kencan pertamaku dengan Nadila. Aku mengajak Nadila bertemu di Taman. Aku juga sudah menyiapkan surat cinta yang akan kubacakan nanti di depan Nadila. Tiba-tiba saja ada sms masuk, dan itu dari Nadila.

From: Nadila (+62818766xxxxx)
           
Bay, aku udah mau sampai di taman nih...



Aku lalu bergegas memacu motorku dengan sangat kencang. Aku tidak sabar ingin mengungkapkan rasa cintaku kepada Nadila. Dan tiba-tiba....

“Brakk...!”
Motor ku menabrak trotoar dengan sangat keras. Aku terpelanting ke aspal dengan keras. Aku tidak sadarkan diri, tetapi aku masih bisa mendengar suara orang-orang yang berusaha menolongku. Aku juga mendengar suara yang sudah tidak asing lagi di telinga ku.
“Bay, kamu kenapa...?! Kok bisa kayak gini sihh Bay...” teriak Nadila sambil menangis.
“Nad....” panggilku sambil menyerahkan surat yang sudah kupersiapkan tadi. Shania lalu membukanya dan membaca suratku sambil terus meneteskan air mata.

Hai Nadila....
Sudah 2 tahun kita berteman. Suka dan duka kita lalui bersama. Dan aku pikir, inilah waktu yang tepat untuk menyatakan cinta padamu. Mungkin, aku tidak bisa memberikan mu apa-apa. Namun cintaku ini tulus hanya kepadamu.
Dari yang mencintaimu
Bayu


Tangis Nadila pun semakin keras. Sekilas, aku melihat cahaya berada di atas kepala ku. Mungkin, inilah saatnya aku mengucapkan Selamat Tinggal kepada Nadila.

“Nad...” panggilku.
“I, iya Bay...” ujar Nadila.
“Selamat tinggal Nad, I Love You...”ujarku ke Nadila, lalu ku tutup mataku.
“Selamat jalan Bay, semoga kamu tenang disana. I Love You...” ujar Nadila sambil meneteskan air mata.

Akupun tersenyum, sambil meneteskan air mata. “Ya, cinta memang tidak selalu berakhir bahagia. Dan cinta, juga tidak harus saling memiliki.” Ujarku dalam hati.
Aku lalu berjalan mengikuti cahaya yang ku lihat tadi, dan pergi meninggalkan Nadila untuk selamanya.


Kamis, 26 September 2013

Misteri Sekolah Hantu (Part 7)




"Mungkinkah....." ujar Yupi
"Mungkin apa Yup?" tanya Ray.
"Aku sepertinya tau siapa pelakunya...." ujar Yupi yakin.
"Si, siapa?" tanya Ray makin penasaran.
"Itu nanti ajah, Mari kita pecahkan kode ini dulu..." ujar Yupi.

Sementara itu, Fahri masih berusaha meminta maaf ke Nadila. Seribu cara telah ia lakukan demi maaf Nadila, namun Nadila masih belum memaafkan Fahri.

"Gimana, lu udah baikan ama Nadila?" tanya Naufal.
"Belum Fal, entahlah, gue capek... Mungkin udah waktunya kita putus..." jawab Fahri lemas.
"Kasihannnnn....." ujar Naufal.
"Bantuin gue kekkk!!!" ujar Fahri.
"Gue bisa bantu lu...." potong Risky.
"Serius lu Ris???!!!" tanya Fahri.
"Eiittt, tpi ada syaratnya...."
"Apaan syaratnya?" tanya Fahri penasaran.
"Syaratnya...."

"Jadi, angka-angka itu bukan kode?" tanya Ray.
"Bukan, angka itu bukan kode, melainkan nomor kode guru yang ada di sekolah ini...." jelas Yupi
"Ayo kita ke ruang piket, kita cari datanya..." ajak Ray
"Ayo..." ujar Yupi.

Yupi dan Ray pun ke ruang piket untuk mencari data kode guru di sekolah itu. Mereka terus mencari. Setiap halaman, mereka teliti.

"Ketemu!!!!!!!" teriak Ray.
"mana?" tanya Yupi.
"Nihhh..." jawab Ray.
"Hmmmm, terungkap sudah kasus ini..." ujar Yupi sambil tersenyum...

Siapakah sebenarnya pelaku pembakaran sekolah yang sebenarnya?



- BERSAMBUNG



Part 8: Cooming Soon






Rabu, 28 Agustus 2013

Misteri Sekolah Hantu (Part 6)



Part Sebelumnya



"Hahhh? Maksudnya apa...? Kamu tau arti dari surat ini...?"
"Tau kok... Tapi aku masih belum yakin..."
"Apa maksudnya?" tanya Ray penasaran.
"Maksud dari surat itu...."

Yupi lalu menjelaskan apa maksud dari surat itu. Namun Ray masih belum percaya. Menurutnya, masih butuh beberapa bukti lagi bahwa memang guru itu pelakunya.

"Tapi kita masih butuh beberapa bukti lagi... Bisa ajah kamu salah ngeartiin maksud dari surat itu..." ujar Ray.
"Yah makannya aku bilang tadi aku belum yakin...." ujar Yupi.
"Simpen dulu ajah itu suratnya." ujar Ray.

Semenjak bertabrakan tadi, Ray dan Yupi jadi makin dekat. Keduanya terlihat sangat akrab. Mereka selalu berdua saat jam istirahat.

"Sialan! Si Kutukupre itu makin deket ajah sama Yupi. FAK!!" teriak Risky dalam hati.
"Kenapa lu mblo ngeliatin Yupi sama Ray mulu. Cemburu kah?" tanya Fahri.
"Iyalahhh!!!!" jawab Risky bete.
"Lu sih gk jago nembak cewek... Liat gue...." ujar Fahri.

Fahri lalu menggoda Beby, anak kelas X IPS 5.

"Hai cantik..." goda Fahri ke Beby.
"Kenapa lu?" tanya Beby heran.
"Nggak kok, aku kira tadi kamu bidadari yang turun dari kayangan..." gombal Fahri
"Ahhhh apaan sihh kamu......" jawab Beby malu.
"Duhhh!! Pinter ya kamu godain perempuan selain aku!!!!" teriak Nadila sambil menjewer telinga Fahri.
"Ehhh, nggak... aku tadi cuma...." belum selesai Fahri bicara, Nadila memotong.
"Udah, kamu gak usah ngajak omong aku lagi deh Fahr!!! Males gue!!!" teriak Nadila lalu pergi meninggalkan kita bertiga.
"ohhh, gtu ye Fahr caranya...." ujar Risky sambil nyengir.
"Dafuq lu Ris... Bantuin gue kek..." ujar Fahri ngambek.
"Nggghhh, bye...." ujar Beby lalu kabur.

Sementara itu, Yupi dan Ray masih mencari petunjuk. Dan mereka menemukan fakta yang membuat mereka bingung. Pelaku yang mereka duga sebelumnya, Kakek Viny adalah memang mantan guru di sekolah itu pada tahun 1981, tapi kakek Viny ikut menjadi korban pada peristiwa itu. Yah, tebakan yupi salah. Bukan Darto, kakek Viny pelakunya. Pelaku yang sebenarnya masih hidup. Jika bukan kakek Viny, lalu siapa pelaku pembakaran sekolah pada tahun 1981 yang sebenarnya?



 Isi Surat/kertas yang ditemukan Yupi:
"Temukan pelakunya. Ia adalah kakek dari murid di sekolah.
pecahkan kode ini. 11-1-11-5-11 - 22-9-14-25
Jika sudah terpecahkan, cepat tangkap dia!!!!"

Pemecahan kode Yupi.
Angka - angka itu menurut yupi adalah alphabet. jadi:
1(A), 2(B), 3(C), 4(D), 5(E), dst.

so, 11(K), 1(A), 11(K), 5(E), 11(K), 22(V), 9(I), 14(N), 25(Y)
Namun ternyata tebakan Yupi salah.
Ternyata angka-angka itu maksudnya bukan alphabet, melainkan...



Part 7


Senin, 26 Agustus 2013

Misteri Sekolah Hantu (Part 5)



Part Sebelumnya


Yupi bingung, siapa guru yang sosok itu maksud. Ada banyak guru di tahun 1981 yang masih mengajar sampai sekarang di sekola itu. Ia pun menaruh tasnya di bangku. Saat ia menaruh tas nya di bangku, tanpa sengaja ia menemukan secarik kertas. Ia pun mengambil kertas. Dan betapa kagetnya ketika ia membaca tulisan di kertas itu.

"Kenapa Yup?" tanya Nadila.
"gak.. gak apa..." jawab Yupi bohong sambil menyimpan kertas yang ia temukan itu ke dalam saku.
"Itu apa Yup yang kamu masukin ke saku...?" tanya Naufal.
"Bukan apa-apa kok....!!" bentak Yupi, lalu keluar dari kelas.
"Yupi kenapa deh?" tanya Risky bingung.
"Gak tau ahhh..." jawab Nadila.

Yupi langsung menuju toilet. Ia membuka kertass yang ia temukan tadi. "Tidak mungkin dia yang melakukan ini..." ujar Yupi dalam hati. Ia berusaha menenangkan diri. Ia mencuci muka nya. Saat ia melihat cermin di depannya, betapa kagetnya ia. Ia mrlihat tulisan dari darah yang bertuliskan "Tangkap dia!!!!". Yupi pun langsung lari meninggalkan toilet. Tanpa sengaja saat berlari, ia menabrak siswa laki-laki. Ia anak X IPA 2. Dan ia juga memiliki kemampuan yang sama dengan Yupi.

"Maaf maaf... aku gak sengaja..." kata Yupi dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Gak apa kok.... Kamu udah tau pelaku pembakaran sekolah ini waktu tahun 1981 belum?" tanya cowok itu.
"Lho, kok kamu tau aku lagi nyelidikin soal itu? tanya Yupi heran.
"Kenalin, aku Ray. Aku juga punya kemampuan yang sama kayak kamu..."
"Jadi, kamu udah tau siapa pelakunya?" tanya Yupi.
"Belum, makanya aku tanya kamu barusan..." ujar Ray.
"Aku nemuin kertas ini..." ujar Yupi sambil menyerahkan kertas yang ia temukan di kelas tadi.
"Hahhh? Maksudnya apa...? Kamu tau arti dari surat ini...?"
"Tau kok... Tapi aku masih belum yakin..."
"Apa maksudnya?" tanya Ray penasaran.
"Maksud dari surat itu...."


Apa maksud dari surat/kertas yang ditemukan Yupi de kelas tadi?


Isi Surat/kertas yang ditemukan Yupi:
"Temukan pelakunya. Ia adalah kakek dari murid di sekolah.
pecahkan kode ini. 11-1-11-5-11 - 22-9-14-25
Jika sudah terpecahkan, cepat tangkap dia!!!!"



Part 6

Kamis, 22 Agustus 2013

Misteri Sekolah Hantu (Part 4)




Part Sebelumnya


*Keesokan hari nya*

"Ke mana ajah lu bro gak masuk...? Kemarin si Risky meluk-meluk Nadila lho... Walaupun si Nadila nya kayaknya jijik..." tanya Naufal sambil ngeledek Risky
"What??? Si Risky meluk Nadila? Lu cari gara-gara ye Ris?" tanya Fahri marah
"Woles kali... gue cuma nenangin dia kok..." jelas Risky.
"Nenangin? Emang kenapa dia?" tanya Fahri bingung.
"Kemarin si Nad panik gara-gara si Shania kerasukan..." jelas Naufal.
"Kerasukan? Kerasukan si Risky?" ujar Fahri ngeledek Risky.
"Gue gampar lu Fahr..." ujar Risky ngambek.

Sedang asik berbincang, tiba-tiba mereka bertiga dikejutkan dengan suara tangis seorang wanita. Mereka pun kaget. Mereka mencari asal suara tangis yang terdengar samar-samar itu. Asalnya dari pojok, namun mereka tidak melihat siapa-siapa disana.

"Gilaaaa............. Siapa tuhhh yang nangis??? Hihhh...." ujar Fahri ketakutan.
"Keluar yukkk... seremmm...." ajak Naufal.
"Yuuukkk...." ujar Risky dengan wajah yang pucat karena ketakutan.

Saat akan keluar, tiba-tiba mereka berpas-pasan dengan Yupi. Mereka menceritakan apa yang mereka alami barusan di kelas.

"Masa sihhh?" tanya Yupi tidak percaya mendengar cerita Naufal.
"Sumpah Yup!!!" ujar Risky meyakinkan Yupi.
"Ikut gue ke kelas..." ajak Yupi.

Saat dalam perjalanan menuju ke kelas X Ipa 4, mereka ber embat bertemu dengan Nadila.

"Lho, biebh, kamu udah masuk? Kok gak ngabarin sihh...?!" tanya Nadila sewot.
"Ya kan buat suprise Nad..." ngeles Fahri.
"Hai beibh..." panggil Risky saat Kinal, anak X IPS 2 lewat.
"Hehh! Apa lu bilang???!!!" tanya Kinal marah. Kinal memang dikenal murid yang sangat judes.
"ka... kagak Nal, canda..." ujar Risky ketakutan.

Mereka ber-lima pun sampai dikelas. Kelas tampak lebih mencekam saat itu. Yupi tampak kaget melihat sosok wanita yang duduk di bangku paling pojok. Ia lalu memejamkan matanya. Saat ia membuka mata, ia terkejut saat tiba-tiba sosok itu sudah ada didepannya sambil memegang pundaknya.

"Tolonggg.......... Cari orang itu......... Guru ditahun 1981...... Tolongggggg bantu kami.........!!!" teriak sosok itu didepan Yupi, lalu menghilang.
"Kenapa Yup? Kok muka lu pecet gitu?" tanya Risky bingung.
"Nggak.. gak apa..." jawab Yupi bohong.

Yupi bingung, siapa guru yang sosok itu maksud. Ada banyak guru di tahun 1981 yang masih mengajar sampai sekarang di sekola itu. Ia pun menaruh tasnya di bangku. Saat ia menaruh tas nya di bangku, tanpa sengaja ia menemukan secarik kertas. Ia pun mengambil kertas. Dan betapa kagetnya ketika ia membaca tulisan di kertas itu...





Apa sebenarnya tulisan yang ada di kertas itu sehingga membuat Yupi kaget?



- BERSAMBUNG





Part 5

Kamis, 15 Agustus 2013

Misteri Sekolah Hantu (Part 3)






"Arggghhhhhh..... Panas..... awas.......!!!!!" teriak hantu itu.
"Pergilahh.... Jangan ganggu kami..... kalian sudah beda dunia....!!!!!!" teriak Yupi.
"Ini rumah kami... Aku ingin ia ditangkapppp...!!!!!!!!!!!" teriak hantu yang merasuki tubuh Viny itu.

Seketika tubuh Viny lemas. Yupi meminta air putih untuk Viny. Namun, ada hal aneh lain. Shania, bertingkah aneh. Ia hanya berdiri mematung dengan tatapan mata yang kosong.
"Tolong jangan ganggu kami...." ujar Yupi dalam hati.
"Shan! Shan!, lu kenapa Shan?!!! Shan...!" teriak Frieska khawatir berusaha menyadarkan Shania.
"Shania kerasukan...." ujar Yupi.
"Hah???" Frieska kaget.
"Yang masuk ketubuh Shania beda dengan yang Viny. Dia lebih tenang." jelas Yupi.

Yupi lalu menutup mata Shania sembari membacakan doa. Dari kejauhan, terlihat Nadila, sahabat Shania dari kelas XIPA-5 masuk ke kelas. Ia tampak begitu khawatir dengan keadaan Shania.

"Shan...!!!! Sadar Shan sadar....!!!! teriak Nadila.
"Tenang Nad, Yupi bisa ngatasin kok... Lu tenang ya... Sini gue peluk..." ujar Risky berusaha menenangkan Nadila.
"Ihhh, apaan sihhh lo.....!!!" bentak Nadila sambil melepaskan pelukan dari Risky.
"Ehhh bego, dimarahin Fahri baru tau rasa lu...." ujar Frieska.
"Bodo amat... Si Fahri kan gak masuk" ujar Risky ngeles.
"Ada apa ini???" tiba-tiba Bu Veranda, guru Kimia SMA Harapan Bangsa masuk ke kelas XIPA-4. 
"Ini bu, Viny sama Shania abis kerasukan..." jelas Yupi.
"Ayo cepat bawa mereka ke UKS...!!!" perintah Bu Ve.
"Biarrr gueee yangg angkat.... Sini... Sini....." ujar Risky dengan muka playboy nya.
"Lu ini ye... Heran gue sama lu..." ujar Frieska.

Risky, Harris, Jovan, membawa Shania dan Viny ke UKS. Yupi hanya terdiam. Matanya fokus ke arah pintu. Ia melihat sosok perempuan itu lagi. Ia memejamkan mata. Ia mencoba berkomunikasi dengan sosok itu. 

"Kenapa? Kenapa kamu masih disini? Kenapa kamu masih mengganggu kami?" ujar Yupi.
"Karena ini rumah kami. Kami tidak akan pergi dari sini." ujar sosok itu. Sosok itu lalu menghilang.

Tubuh Yupi lemas. Ia tampak pucat. Sangat pucat. Bibirnya kering. Mulutnya seakan terkunci. Bu Ve memberikan segelas air mineral kepada Yupi. Yupi meminum air itu. Namun tenggorokannya seakan terkunci. Ia lalu memuntahkan air itu. 

"Bu, hati-hati ya.... Sosok itu sekarang sedang mengincar tubuh ibu. Tetap waspada ya bu..." ujar Yupi mengingatkan Bu Ve.
"Kenapa Ibu diincar Yup?" tanya Bu Ve.
"gak tau bu... Tapi sosok itu sangat ingin masuk ke tubuh ibu." jelas Yupi.

Bu Ve hanya terdiam. Ia lalu membubarkan anak-anak lainnya, agar masuk ke kelasnya masing-masing. Yupi masih saja terdiam. Ia terlihat shock. Ia tidak menyangka akan mengalami kejadian ini. Ia tidak percaya bahwa ia akan berurusan dengan hantu.

"Kamu gak apa Yup?" tanya Frieska membuyarkan lamunan Yupi.
"Gak apa kok...." jawab Yupi.
"Tapi Yup, kenapa mereka masih gentayangan?" tanya Nadila.
"Ya kan mereka meninggal karena kebakaran, itu yang membuat mereka masih gentayangan. Tapi, aku yakin mereka gak jahat kok. Mereka kayak pengen ngungkapin sesuatu, tapi cara mereka ajah yang salah. Kayaknya ada yang janggal sama kebakaran sekolah ini waktu tahun 1981" jelas Yupi.
"Apanya yang janggal?" tanya Frieska penasaran.
"Gue gak tau... Tapi kayaknya, kebakaran itu disengaja..." jelas Yupi.
"Si, siapa yang sengaja membakar sekolah ini?" tanya Nadila
"Kalau feeling gue bener, mantan guru disekolah ini yang sengaja membakar sekolah ini waktu itu. Tapi itu masih belum pasti. Yang pasti, hantu-hantu itu sebenarnya hanya ingin memberi petunjuk kepada kita" jelas Yupi.
"Mantan guru? Siapa?" tanya Nadila.
"hmm..." Yupi hanya tersenyum....

Siapakah sebenarnya mantan/alumni guru yang Yupi maksud?


- Bersambung



Part 4

Rabu, 14 Agustus 2013

Misteri Sekolah Hantu (Part 2)







 
"Hah???! Serius lu Shan?" tanya Yupi kaget.
"Yah serius... Makannya anak-anak tadi seneng gara-gara Pak Adi gak masuk. Pak Adi ada acara di luar kota." jelas Shania.
"Kalau Pak Adi gak masuk, berarti yang gue liat tadi..." Yupi bingung
"ehhh, Yup... Balik yuk..." Shania mulai ketakutan
"yuk Shan... hihhh" ajak Yupi ketakutan.

Mereka berdua lalu lari ke kelas dan sampai di kelas. 

"Ada apa kalian lari-lari dari toilet? Kayak lagi dikejar hantu ajah..." tanya Pak Roy bingung.
"Kami emang abis ketemu hantu pak... Hihhh...." jelas Shania.
"Ada-ada ajah kalian. Ayo cepat duduk!" perintah Pak Roy.

Saat pelajaran, Yupi dan Shania terlihat tidak fokus. Mereka masih memikirkan kejadian tadi. 

"Shan, emang bener, tadi lu liat hantu?" tanya Frieska, teman sekelas Yupi dan Shania.
"Yaelah paling cuma halusinasi si Shania doang...." ledek Risky.
"Idiihhhh, bukan gue yang liat, tapi Yupi..." ujar Shania sambil nunjuk ke arah Yupi.
"Bener Yup???" tanya Frieska
"Iya... Tadi gue ngelihat pak Adi lewat di depan gue...."
"Lha terus kenapa? Pak Adi manusia kaleeee...." ujar Risky.
"Ehhh bego! Pak Adi kan hari ini gak masuk.... Lu lupa atau bego sih..." ledek Shania.
"Oh iya lupa gue.... Lha terus klo Pak Adi gak masuk yang lu liat siapa dong?" tanya Risky bingung.
"Lha itu dia masalahhnyaaaa begooooo!!!" ledek Shania lagi.
"Biasa ajah kali Shan..." ujar Risky ngambek.

Kringggg....... Kringgggg..... Kringggg...... Bel istirahat berbunyi. Namun tidak seperti biasanya, anak-anak X IPA-4 lebih memilih mendengarkan cerita Yupi dibandingkan pergi ke kantin.

"Lu ngantuk kali Yup...." ledek Harris.
"Enggak Harr.... gak mungkin gue salah.... Gue kan punya indra ke-6..." jelas Yupi.
"Tapi ada yang aneh gak sama PakAdi yang lu liat tadi?" tanya Naufal.
"ada... Wajah Pak Adi pucat. Tatapannya kosong. Pokoknya serem dehhh..." jelas Yupi.
"Ganti topik ahhh.... Merinding nihhh...." minta Sonia yang memang penakut itu.
"Lu mah emang penakut Son... Paling di lepas di pinggir jalan sendirian udah nangis lu..." ledek Jovan.
"Ihhh elu mahhhh.......!!!!" teriak Sonia sambil memukul pundak Jovan.
"Eh bentar deh, kalian liat itu gak?" tanya Yupi.
"Liat apaan Yup?" tanya Risky heran.
"Itu...." ujar Yupi sambil menunjuk ke arah Viny.
"Viny? Kenapa?" tanya Risky makin heran.
"Bukan, itu yang dibelakang Viny... Ada perempuan pakai seragam bekas kebakar..." jelas Yupi.
"Gak ada tuhh..." kata Shania.

Sesaat setelah Yupi melihat sosok itu, tiba-tiba Viny menjerit sangat keras.... Meja dan buku yang ada di depannya di banting oleh Viny. Mata Viny tiba-tiba putih. Ya, Viny Kerasukan. Seluruh murid di SMA Harapan Bangsa gempar. Yupi yang memang memiliki kemampuan khusus menghampiri Viny. Ia memegang kepala Viny sambil membaca doa. Tiba-tiba Viny mendorong Yupi dengan sangat keras.

"Keluar kalian dari sekolah ini!!!! Sekolah ini adalah rumahhh kamiii!!!!" teriak hantu yang merasuki tubuh Viny.
"Apa salah kami? Kalian sudah berbeda. Tempat kalian bukan disini lagi...." ujar Yupi.
"Keluaarrrrrrrrrr kaliannnn!!!!!!" teriak hantu itu.

Yupi bangkit, ia lalu memegang kepala Viny lagi sambil membaca doa.
"Arggghhhhhh..... Panas..... awas.......!!!!!" teriak hantu itu.
"Pergilahh.... Jangan ganggu kami..... kalian sudah beda dunia....!!!!!!" teriak Yupi.

Seketika tubuh Viny lemas. Yupi meminta air putih untuk Viny. Namun, ada hal aneh lain. Shania, bertingkah aneh. Ia hanya berdiri mematung dengan tatapan mata yang kosong.

"Tolong jangan ganggu kami...." ujar Yupi dalam hati.

Apa yang terjadi terhadap Shania? Dan siapa yang merasuki tubuh Viny tadi?



- Bersambung