Gak usah kaget kalo blog gw banyak JKT48 nya. Gw dulu ngefans sama jkt48, mau apa lo??!!! huehehehehh.... Tapi gw udah bukan fans JKT48 lagi. Jadi cerpen gw bakal lebih umum, ya itupun kalo ada ide. Kalo gak ada ide yah kagak nulis gw :v | Twitter: lisa_risky Instagram: riskyrmdhni_ |
Cari
Rabu, 28 Agustus 2013
Misteri Sekolah Hantu (Part 6)
Part Sebelumnya
"Hahhh? Maksudnya apa...? Kamu tau arti dari surat ini...?"
"Tau kok... Tapi aku masih belum yakin..."
"Apa maksudnya?" tanya Ray penasaran.
"Maksud dari surat itu...."
Yupi lalu menjelaskan apa maksud dari surat itu. Namun Ray masih belum percaya. Menurutnya, masih butuh beberapa bukti lagi bahwa memang guru itu pelakunya.
"Tapi kita masih butuh beberapa bukti lagi... Bisa ajah kamu salah ngeartiin maksud dari surat itu..." ujar Ray.
"Yah makannya aku bilang tadi aku belum yakin...." ujar Yupi.
"Simpen dulu ajah itu suratnya." ujar Ray.
Semenjak bertabrakan tadi, Ray dan Yupi jadi makin dekat. Keduanya terlihat sangat akrab. Mereka selalu berdua saat jam istirahat.
"Sialan! Si Kutukupre itu makin deket ajah sama Yupi. FAK!!" teriak Risky dalam hati.
"Kenapa lu mblo ngeliatin Yupi sama Ray mulu. Cemburu kah?" tanya Fahri.
"Iyalahhh!!!!" jawab Risky bete.
"Lu sih gk jago nembak cewek... Liat gue...." ujar Fahri.
Fahri lalu menggoda Beby, anak kelas X IPS 5.
"Hai cantik..." goda Fahri ke Beby.
"Kenapa lu?" tanya Beby heran.
"Nggak kok, aku kira tadi kamu bidadari yang turun dari kayangan..." gombal Fahri
"Ahhhh apaan sihh kamu......" jawab Beby malu.
"Duhhh!! Pinter ya kamu godain perempuan selain aku!!!!" teriak Nadila sambil menjewer telinga Fahri.
"Ehhh, nggak... aku tadi cuma...." belum selesai Fahri bicara, Nadila memotong.
"Udah, kamu gak usah ngajak omong aku lagi deh Fahr!!! Males gue!!!" teriak Nadila lalu pergi meninggalkan kita bertiga.
"ohhh, gtu ye Fahr caranya...." ujar Risky sambil nyengir.
"Dafuq lu Ris... Bantuin gue kek..." ujar Fahri ngambek.
"Nggghhh, bye...." ujar Beby lalu kabur.
Sementara itu, Yupi dan Ray masih mencari petunjuk. Dan mereka menemukan fakta yang membuat mereka bingung. Pelaku yang mereka duga sebelumnya, Kakek Viny adalah memang mantan guru di sekolah itu pada tahun 1981, tapi kakek Viny ikut menjadi korban pada peristiwa itu. Yah, tebakan yupi salah. Bukan Darto, kakek Viny pelakunya. Pelaku yang sebenarnya masih hidup. Jika bukan kakek Viny, lalu siapa pelaku pembakaran sekolah pada tahun 1981 yang sebenarnya?
Isi Surat/kertas yang ditemukan Yupi:
"Temukan pelakunya. Ia adalah kakek dari murid di sekolah.
pecahkan kode ini. 11-1-11-5-11 - 22-9-14-25
Jika sudah terpecahkan, cepat tangkap dia!!!!"
Pemecahan kode Yupi.
Angka - angka itu menurut yupi adalah alphabet. jadi:
1(A), 2(B), 3(C), 4(D), 5(E), dst.
so, 11(K), 1(A), 11(K), 5(E), 11(K), 22(V), 9(I), 14(N), 25(Y)
Namun ternyata tebakan Yupi salah.
Ternyata angka-angka itu maksudnya bukan alphabet, melainkan...
Part 7
Senin, 26 Agustus 2013
Misteri Sekolah Hantu (Part 5)
Part Sebelumnya
Yupi bingung, siapa guru yang sosok itu maksud. Ada banyak guru di tahun 1981 yang masih mengajar sampai sekarang di sekola itu. Ia pun menaruh tasnya di bangku. Saat ia menaruh tas nya di bangku, tanpa sengaja ia menemukan secarik kertas. Ia pun mengambil kertas. Dan betapa kagetnya ketika ia membaca tulisan di kertas itu.
"Kenapa Yup?" tanya Nadila.
"gak.. gak apa..." jawab Yupi bohong sambil menyimpan kertas yang ia temukan itu ke dalam saku.
"Itu apa Yup yang kamu masukin ke saku...?" tanya Naufal.
"Bukan apa-apa kok....!!" bentak Yupi, lalu keluar dari kelas.
"Yupi kenapa deh?" tanya Risky bingung.
"Gak tau ahhh..." jawab Nadila.
Yupi langsung menuju toilet. Ia membuka kertass yang ia temukan tadi. "Tidak mungkin dia yang melakukan ini..." ujar Yupi dalam hati. Ia berusaha menenangkan diri. Ia mencuci muka nya. Saat ia melihat cermin di depannya, betapa kagetnya ia. Ia mrlihat tulisan dari darah yang bertuliskan "Tangkap dia!!!!". Yupi pun langsung lari meninggalkan toilet. Tanpa sengaja saat berlari, ia menabrak siswa laki-laki. Ia anak X IPA 2. Dan ia juga memiliki kemampuan yang sama dengan Yupi.
"Maaf maaf... aku gak sengaja..." kata Yupi dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Gak apa kok.... Kamu udah tau pelaku pembakaran sekolah ini waktu tahun 1981 belum?" tanya cowok itu.
"Lho, kok kamu tau aku lagi nyelidikin soal itu? tanya Yupi heran.
"Kenalin, aku Ray. Aku juga punya kemampuan yang sama kayak kamu..."
"Jadi, kamu udah tau siapa pelakunya?" tanya Yupi.
"Belum, makanya aku tanya kamu barusan..." ujar Ray.
"Aku nemuin kertas ini..." ujar Yupi sambil menyerahkan kertas yang ia temukan di kelas tadi.
"Hahhh? Maksudnya apa...? Kamu tau arti dari surat ini...?"
"Tau kok... Tapi aku masih belum yakin..."
"Apa maksudnya?" tanya Ray penasaran.
"Maksud dari surat itu...."
Apa maksud dari surat/kertas yang ditemukan Yupi de kelas tadi?
Isi Surat/kertas yang ditemukan Yupi:
"Temukan pelakunya. Ia adalah kakek dari murid di sekolah.
pecahkan kode ini. 11-1-11-5-11 - 22-9-14-25
Jika sudah terpecahkan, cepat tangkap dia!!!!"
Part 6
Kamis, 22 Agustus 2013
Misteri Sekolah Hantu (Part 4)
Part Sebelumnya
*Keesokan hari nya*
"Ke mana ajah lu bro gak masuk...? Kemarin si Risky meluk-meluk Nadila lho... Walaupun si Nadila nya kayaknya jijik..." tanya Naufal sambil ngeledek Risky
"What??? Si Risky meluk Nadila? Lu cari gara-gara ye Ris?" tanya Fahri marah
"Woles kali... gue cuma nenangin dia kok..." jelas Risky.
"Nenangin? Emang kenapa dia?" tanya Fahri bingung.
"Kemarin si Nad panik gara-gara si Shania kerasukan..." jelas Naufal.
"Kerasukan? Kerasukan si Risky?" ujar Fahri ngeledek Risky.
"Gue gampar lu Fahr..." ujar Risky ngambek.
Sedang asik berbincang, tiba-tiba mereka bertiga dikejutkan dengan suara tangis seorang wanita. Mereka pun kaget. Mereka mencari asal suara tangis yang terdengar samar-samar itu. Asalnya dari pojok, namun mereka tidak melihat siapa-siapa disana.
"Gilaaaa............. Siapa tuhhh yang nangis??? Hihhh...." ujar Fahri ketakutan.
"Keluar yukkk... seremmm...." ajak Naufal.
"Yuuukkk...." ujar Risky dengan wajah yang pucat karena ketakutan.
Saat akan keluar, tiba-tiba mereka berpas-pasan dengan Yupi. Mereka menceritakan apa yang mereka alami barusan di kelas.
"Masa sihhh?" tanya Yupi tidak percaya mendengar cerita Naufal.
"Sumpah Yup!!!" ujar Risky meyakinkan Yupi.
"Ikut gue ke kelas..." ajak Yupi.
Saat dalam perjalanan menuju ke kelas X Ipa 4, mereka ber embat bertemu dengan Nadila.
"Lho, biebh, kamu udah masuk? Kok gak ngabarin sihh...?!" tanya Nadila sewot.
"Ya kan buat suprise Nad..." ngeles Fahri.
"Hai beibh..." panggil Risky saat Kinal, anak X IPS 2 lewat.
"Hehh! Apa lu bilang???!!!" tanya Kinal marah. Kinal memang dikenal murid yang sangat judes.
"ka... kagak Nal, canda..." ujar Risky ketakutan.
Mereka ber-lima pun sampai dikelas. Kelas tampak lebih mencekam saat itu. Yupi tampak kaget melihat sosok wanita yang duduk di bangku paling pojok. Ia lalu memejamkan matanya. Saat ia membuka mata, ia terkejut saat tiba-tiba sosok itu sudah ada didepannya sambil memegang pundaknya.
"Tolonggg.......... Cari orang itu......... Guru ditahun 1981...... Tolongggggg bantu kami.........!!!" teriak sosok itu didepan Yupi, lalu menghilang.
"Kenapa Yup? Kok muka lu pecet gitu?" tanya Risky bingung.
"Nggak.. gak apa..." jawab Yupi bohong.
Yupi bingung, siapa guru yang sosok itu maksud. Ada banyak guru di tahun 1981 yang masih mengajar sampai sekarang di sekola itu. Ia pun menaruh tasnya di bangku. Saat ia menaruh tas nya di bangku, tanpa sengaja ia menemukan secarik kertas. Ia pun mengambil kertas. Dan betapa kagetnya ketika ia membaca tulisan di kertas itu...
Apa sebenarnya tulisan yang ada di kertas itu sehingga membuat Yupi kaget?
- BERSAMBUNG
Part 5
Kamis, 15 Agustus 2013
Misteri Sekolah Hantu (Part 3)
"Arggghhhhhh..... Panas..... awas.......!!!!!" teriak hantu itu.
"Pergilahh.... Jangan ganggu kami..... kalian sudah beda dunia....!!!!!!" teriak Yupi.
"Ini rumah kami... Aku ingin ia ditangkapppp...!!!!!!!!!!!" teriak hantu yang merasuki tubuh Viny itu.
Seketika tubuh Viny lemas. Yupi meminta air putih untuk Viny. Namun, ada hal aneh lain. Shania, bertingkah aneh. Ia hanya berdiri mematung dengan tatapan mata yang kosong.
Seketika tubuh Viny lemas. Yupi meminta air putih untuk Viny. Namun, ada hal aneh lain. Shania, bertingkah aneh. Ia hanya berdiri mematung dengan tatapan mata yang kosong.
"Tolong jangan ganggu kami...." ujar Yupi dalam hati.
"Shan! Shan!, lu kenapa Shan?!!! Shan...!" teriak Frieska khawatir berusaha menyadarkan Shania.
"Shania kerasukan...." ujar Yupi.
"Hah???" Frieska kaget.
"Yang masuk ketubuh Shania beda dengan yang Viny. Dia lebih tenang." jelas Yupi.
Yupi lalu menutup mata Shania sembari membacakan doa. Dari kejauhan, terlihat Nadila, sahabat Shania dari kelas XIPA-5 masuk ke kelas. Ia tampak begitu khawatir dengan keadaan Shania.
"Shan...!!!! Sadar Shan sadar....!!!! teriak Nadila.
"Tenang Nad, Yupi bisa ngatasin kok... Lu tenang ya... Sini gue peluk..." ujar Risky berusaha menenangkan Nadila.
"Ihhh, apaan sihhh lo.....!!!" bentak Nadila sambil melepaskan pelukan dari Risky.
"Ehhh bego, dimarahin Fahri baru tau rasa lu...." ujar Frieska.
"Bodo amat... Si Fahri kan gak masuk" ujar Risky ngeles.
"Ada apa ini???" tiba-tiba Bu Veranda, guru Kimia SMA Harapan Bangsa masuk ke kelas XIPA-4.
"Ini bu, Viny sama Shania abis kerasukan..." jelas Yupi.
"Ayo cepat bawa mereka ke UKS...!!!" perintah Bu Ve.
"Biarrr gueee yangg angkat.... Sini... Sini....." ujar Risky dengan muka playboy nya.
"Lu ini ye... Heran gue sama lu..." ujar Frieska.
Risky, Harris, Jovan, membawa Shania dan Viny ke UKS. Yupi hanya terdiam. Matanya fokus ke arah pintu. Ia melihat sosok perempuan itu lagi. Ia memejamkan mata. Ia mencoba berkomunikasi dengan sosok itu.
"Kenapa? Kenapa kamu masih disini? Kenapa kamu masih mengganggu kami?" ujar Yupi.
"Karena ini rumah kami. Kami tidak akan pergi dari sini." ujar sosok itu. Sosok itu lalu menghilang.
Tubuh Yupi lemas. Ia tampak pucat. Sangat pucat. Bibirnya kering. Mulutnya seakan terkunci. Bu Ve memberikan segelas air mineral kepada Yupi. Yupi meminum air itu. Namun tenggorokannya seakan terkunci. Ia lalu memuntahkan air itu.
"Bu, hati-hati ya.... Sosok itu sekarang sedang mengincar tubuh ibu. Tetap waspada ya bu..." ujar Yupi mengingatkan Bu Ve.
"Kenapa Ibu diincar Yup?" tanya Bu Ve.
"gak tau bu... Tapi sosok itu sangat ingin masuk ke tubuh ibu." jelas Yupi.
Bu Ve hanya terdiam. Ia lalu membubarkan anak-anak lainnya, agar masuk ke kelasnya masing-masing. Yupi masih saja terdiam. Ia terlihat shock. Ia tidak menyangka akan mengalami kejadian ini. Ia tidak percaya bahwa ia akan berurusan dengan hantu.
"Kamu gak apa Yup?" tanya Frieska membuyarkan lamunan Yupi.
"Gak apa kok...." jawab Yupi.
"Tapi Yup, kenapa mereka masih gentayangan?" tanya Nadila.
"Ya kan mereka meninggal karena kebakaran, itu yang membuat mereka masih gentayangan. Tapi, aku yakin mereka gak jahat kok. Mereka kayak pengen ngungkapin sesuatu, tapi cara mereka ajah yang salah. Kayaknya ada yang janggal sama kebakaran sekolah ini waktu tahun 1981" jelas Yupi.
"Apanya yang janggal?" tanya Frieska penasaran.
"Gue gak tau... Tapi kayaknya, kebakaran itu disengaja..." jelas Yupi.
"Si, siapa yang sengaja membakar sekolah ini?" tanya Nadila
"Kalau feeling gue bener, mantan guru disekolah ini yang sengaja membakar sekolah ini waktu itu. Tapi itu masih belum pasti. Yang pasti, hantu-hantu itu sebenarnya hanya ingin memberi petunjuk kepada kita" jelas Yupi.
"Mantan guru? Siapa?" tanya Nadila.
"hmm..." Yupi hanya tersenyum....
Siapakah sebenarnya mantan/alumni guru yang Yupi maksud?
- Bersambung
Part 4
"Kamu gak apa Yup?" tanya Frieska membuyarkan lamunan Yupi.
"Gak apa kok...." jawab Yupi.
"Tapi Yup, kenapa mereka masih gentayangan?" tanya Nadila.
"Ya kan mereka meninggal karena kebakaran, itu yang membuat mereka masih gentayangan. Tapi, aku yakin mereka gak jahat kok. Mereka kayak pengen ngungkapin sesuatu, tapi cara mereka ajah yang salah. Kayaknya ada yang janggal sama kebakaran sekolah ini waktu tahun 1981" jelas Yupi.
"Apanya yang janggal?" tanya Frieska penasaran.
"Gue gak tau... Tapi kayaknya, kebakaran itu disengaja..." jelas Yupi.
"Si, siapa yang sengaja membakar sekolah ini?" tanya Nadila
"Kalau feeling gue bener, mantan guru disekolah ini yang sengaja membakar sekolah ini waktu itu. Tapi itu masih belum pasti. Yang pasti, hantu-hantu itu sebenarnya hanya ingin memberi petunjuk kepada kita" jelas Yupi.
"Mantan guru? Siapa?" tanya Nadila.
"hmm..." Yupi hanya tersenyum....
Siapakah sebenarnya mantan/alumni guru yang Yupi maksud?
- Bersambung
Part 4
Rabu, 14 Agustus 2013
Misteri Sekolah Hantu (Part 2)
"Hah???! Serius lu Shan?" tanya Yupi kaget.
"Yah serius... Makannya anak-anak tadi seneng gara-gara Pak Adi gak masuk. Pak Adi ada acara di luar kota." jelas Shania.
"Kalau Pak Adi gak masuk, berarti yang gue liat tadi..." Yupi bingung
"ehhh, Yup... Balik yuk..." Shania mulai ketakutan
"yuk Shan... hihhh" ajak Yupi ketakutan.
Mereka berdua lalu lari ke kelas dan sampai di kelas.
"Ada apa kalian lari-lari dari toilet? Kayak lagi dikejar hantu ajah..." tanya Pak Roy bingung.
"Kami emang abis ketemu hantu pak... Hihhh...." jelas Shania.
"Ada-ada ajah kalian. Ayo cepat duduk!" perintah Pak Roy.
Saat pelajaran, Yupi dan Shania terlihat tidak fokus. Mereka masih memikirkan kejadian tadi.
"Shan, emang bener, tadi lu liat hantu?" tanya Frieska, teman sekelas Yupi dan Shania.
"Yaelah paling cuma halusinasi si Shania doang...." ledek Risky.
"Idiihhhh, bukan gue yang liat, tapi Yupi..." ujar Shania sambil nunjuk ke arah Yupi.
"Bener Yup???" tanya Frieska
"Iya... Tadi gue ngelihat pak Adi lewat di depan gue...."
"Lha terus kenapa? Pak Adi manusia kaleeee...." ujar Risky.
"Ehhh bego! Pak Adi kan hari ini gak masuk.... Lu lupa atau bego sih..." ledek Shania.
"Oh iya lupa gue.... Lha terus klo Pak Adi gak masuk yang lu liat siapa dong?" tanya Risky bingung.
"Lha itu dia masalahhnyaaaa begooooo!!!" ledek Shania lagi.
"Biasa ajah kali Shan..." ujar Risky ngambek.
Kringggg....... Kringgggg..... Kringggg...... Bel istirahat berbunyi. Namun tidak seperti biasanya, anak-anak X IPA-4 lebih memilih mendengarkan cerita Yupi dibandingkan pergi ke kantin.
"Lu ngantuk kali Yup...." ledek Harris.
"Enggak Harr.... gak mungkin gue salah.... Gue kan punya indra ke-6..." jelas Yupi.
"Tapi ada yang aneh gak sama PakAdi yang lu liat tadi?" tanya Naufal.
"ada... Wajah Pak Adi pucat. Tatapannya kosong. Pokoknya serem dehhh..." jelas Yupi.
"Ganti topik ahhh.... Merinding nihhh...." minta Sonia yang memang penakut itu.
"Lu mah emang penakut Son... Paling di lepas di pinggir jalan sendirian udah nangis lu..." ledek Jovan.
"Ihhh elu mahhhh.......!!!!" teriak Sonia sambil memukul pundak Jovan.
"Eh bentar deh, kalian liat itu gak?" tanya Yupi.
"Liat apaan Yup?" tanya Risky heran.
"Itu...." ujar Yupi sambil menunjuk ke arah Viny.
"Viny? Kenapa?" tanya Risky makin heran.
"Bukan, itu yang dibelakang Viny... Ada perempuan pakai seragam bekas kebakar..." jelas Yupi.
"Gak ada tuhh..." kata Shania.
Sesaat setelah Yupi melihat sosok itu, tiba-tiba Viny menjerit sangat keras.... Meja dan buku yang ada di depannya di banting oleh Viny. Mata Viny tiba-tiba putih. Ya, Viny Kerasukan. Seluruh murid di SMA Harapan Bangsa gempar. Yupi yang memang memiliki kemampuan khusus menghampiri Viny. Ia memegang kepala Viny sambil membaca doa. Tiba-tiba Viny mendorong Yupi dengan sangat keras.
"Keluar kalian dari sekolah ini!!!! Sekolah ini adalah rumahhh kamiii!!!!" teriak hantu yang merasuki tubuh Viny.
"Apa salah kami? Kalian sudah berbeda. Tempat kalian bukan disini lagi...." ujar Yupi.
"Keluaarrrrrrrrrr kaliannnn!!!!!!" teriak hantu itu.
Yupi bangkit, ia lalu memegang kepala Viny lagi sambil membaca doa.
"Arggghhhhhh..... Panas..... awas.......!!!!!" teriak hantu itu.
"Pergilahh.... Jangan ganggu kami..... kalian sudah beda dunia....!!!!!!" teriak Yupi.
Seketika tubuh Viny lemas. Yupi meminta air putih untuk Viny. Namun, ada hal aneh lain. Shania, bertingkah aneh. Ia hanya berdiri mematung dengan tatapan mata yang kosong.
"Tolong jangan ganggu kami...." ujar Yupi dalam hati.
Apa yang terjadi terhadap Shania? Dan siapa yang merasuki tubuh Viny tadi?
- Bersambung
Selasa, 13 Agustus 2013
Misteri Sekolah Hantu (Part 1)
"1981 - Sebuah Sekolah Menengah Atas di Jakarta mengalami kebakaran hebat. Seluruh penghuni sekolah tewas seketika saat itu. Sekolah itu kemudian dirobohkan, dan dibangun lagi sekolah yang baru, dengan maksud mengusir arwah-arwah penasaran yang ada di sekolah itu. Namun, bukannya pergi, arwah penasaran itu malah makin menjadi-jadi menghantui siswa di sekolah baru itu. Namun, ada satu siswa yang memiliki kemampuan khusus, untuk mengusir arwah-arwah yang masih penasaran itu. Mampukah ia mengusir arwah-arwah penasaran dari sekolah itu?"
"Selamat Pagi Pakkkk.....!!!!!!!!" teriak anak-anak kelas X-4 IPA.
"Selamat pagi anak-anak" ujar Pak Roy, guru Fisika di SMA Harapan Bangsa.
"Eh, Shan, lu udah ngerjain PR dari Pak Roy belum?" tanya Cindy Yuvia, yang juga biasa dipanggil Yupi oleh teman-temannya dikelas.
"Udah, kenapa? Lu belum?" tanya Shania, teman sebangku sekaligus sahabat Yupi.
"Udah, tapi...." belum sempat Yupi menyelesaikan bicaranya, Shania pun menyelat.
"Ada soal yang lu belum kerjain?" selat Shania.
"Iya... Liat dong..." minta Yupi.
"Lu mah kebiasaan Yup... nihhh...." keluh Shania sambil menyerahkan pekerjaannya.
Yupi pun langsung mengerjakan pekerjaanya. Namun saat sedang asik mengerjakan pekerjaannya, Yupi merasa ada yang mencolek bahunya.
"Jangan ganggu dong Shan......." keluh Yupi.
"Idih, siapa yang ganggu lu Yup?" tanya Shania bingung.
"Tuhhh tadi lu nyolek-nyolek gue... Jangan bohong deh..." ujar Yupi.
"Sumpah gue gak nyolek-nyolek lu Yup..." kata Shania.
Yupi bingung. Yupi memang dikenal memiliki kemampuan khusus merasakan dan melihat hantu. Ia sebenarnya takut dan ingin sekali membuang kelebihannya itu.
"Shan, ke toilet yuk...." ajak Yupi.
"ayo.." jawab Shania
Mereka berdua pun pergi ke Toilet. Di tengah perjalanan menuju toilet, Yupi melihat Pak Adi, guru Matematika nya berjalan. Namun ia merasa aneh dengan wajah Pak Adi. Wajahnya pucat. Sangat pucat. Yupi menundukan kepalanya sambil tersenyum ke Pak Adi. Pak Adi hanya melewatinya dengan tatapan kosong.
"Yup, lu tadi nundukin kepala kenapa?" tanya Shania heran.
"Ya itu tadi kan Pak Adi lewat, kasih hormat lah...." jelas Yupi.
"Pak Adi? Pak Adi kan hari ini gak masuk Yup..." ujar Shania.
"Hah???! Serius lu Shan?" tanya Yupi kaget.
"Yah serius... Makannya anak-anak tadi seneng gara-gara Pak Adi gak masuk. Pak Adi ada acara di luar kota." jelas Shania.
"Kalau Pak Adi gak masuk, berarti yang gue liat tadi..." Yupi bingung
Shania dan Yupi saling bertatapan. Bulu kuduk mereka merinding. Jika benar Pak Adi tidak masuk, siapakah yang dilihat oleh Yupi barusan?
- Bersambung....
Part 2
Langganan:
Postingan (Atom)

