Cari

Jumat, 04 Oktober 2013

Misteri Sekolah Hantu (Final Part)



Part Sebelumnya


"Apa syaratnya?" tanya Fahri penasaran.
"Syaratnya, kerjaa'in tugas Matematika gue!" perintah Risky.
"Whattt?!! Lu bercanda kan?" tanya Fahri
"Mati lo Fahr...." ledek Naufal.
"Gimana? Mau gak?" tanya Risky.
"i, iya deh..." ujar Fahri, menyanggupi permintaan Risky.

Risky pun menjelaskan kepada Fahri cara supaya ia dengan Nadila bisa baikan lagi. Fahri sempat ragu, namun ia tetap mencoba cara yang diajarkan oleh Risky.

"Nad..." panggil Fahri.
"Hahhh, apaan lagi sihh?!" bentak Nadila.
"Aku mau ngobrol sama kamu..." ujar Fahri.
"ckk, ya udah, mau ngomong apa?" tanya Nadila dengan muka bete.
"Please, maafin aku Nad... A,aku, aku gk bisa hidup tanpa kamu. Hidup ku terasa hampa, tanpa senyum mu, aku seperti tidak punya semangat hidup lagi. Please Nad...!" mohon Fahri.
"Tapi kamu udah nyakitin hati aku Fahr... Kamu ngapain ngerayu Beby? apa kamu gak mikirin perasaan ku?" ujar Nadila.
"Tapi, itu aku cuma nyontohin ke Risky gimana caraa ngerayu cewe yang bener, gk lebih Nad..." jelas Fahri.
"Bo'ong..." ujar Nadila tidak percaya.
"Apa yang dibilang Fahri bener kok..." jelas Risky mengejutkan Nadila.
"Hahh?" ujar Nadila kaget.
"Ya, waktu itu gue lagi bete sama si Ray, gara2 dia deket2 sama Yupi, trus si Fahri nyontohin gimana cara ngerayu cewek yang baik dan manjur...." Jelas Risky.
"Kamu mau kan maafin aku..." ujar Fahri.
"Iya, aku maafin kok..." ujar Nadila.
"Makasih sayang, kita ke kantin yuk..." ajak Fahri.
"Eiiitttt, tunggu dulu..." ujar Risky.
"Apa sih Ris?" tanya Fahri kesal.
"Pr gue Fahr, Matematika..." ujar Risky.
"Ntar ajah deh..." ujar fahri lalu lari ke kantin.
"BANGKE LU FAHR!" teriak Risky.


"Ketemu!!!!!!!" teriak Ray.
"mana?" tanya Yupi.
"Nihhh..." jawab Ray.
 
09-3-12-1-12-23-1-45- 77                        : Hadi Siswanto (Sejarah)
03-1-23-4-23-12-9-22-23                        : Drajat Muskandar (Geografi)
01-1-09-4-48-23-1-21-99                       : Franky Muhaimin (Matematika)
11-1-11-5-11-22-9-14-25                      : Sigit Mahendra (Fisika)
 
 
"Hmmmm, terungkap sudah kasus ini..." ujar Yupi sambil tersenyum...
 
Ray dan Yupi lalu mendatangi rumah Sigit Mahendra, mantan guru Fisika di sekolah mereka. Mereka tidak sendiri, mereka bersama seorang detektif dan 3 orang Polisi. Yupi dan Ray mengungkap semua kasus yang telah dilakukan Sigit. Sigit mengakui bahwa ia membakar sekolah itu karena dendam terhadap pemilik sekolah itu sebelumnya. Polisi lalu menangkap Sigit, dan kasus pun selesai.

Keesokan harinya di sekolah...

"Hebat banget lu Yup bisa tau siapa pelaku nya..." puji Viny.
"Iya dong..." ujar Yupi pede.
"Kebetulan... Kebetulan..." ledek Risky.
"Dihhh...." ujar Yupi bete.

Tiba-tiba, ia melihat sosok murid dan guru dengan luka bakar di tubuh mereka. Sosok-sosok itu tersenyum ke arah Yupi, lalu sosok-sosok itu menghilang. Yupi pun tersenyum.

"Kenapa lu Yup, senyum2 sendiri?" tanya Shania heran.
"Mereka udah pergi ke alam mereka, dengan tenang..." jelas Yupi.
"Mereka siapa?" tanya Shania.
"Korban kebakaran sekolah ini. Mereka tersenyum ke arahku, lalu menghilang..." jelas Yupi.
"Mungkin mereka pamit Yup ke elu, dan ngucaapin terima kasih..." tebak Fahri.
"Mungkin.... Yahh, semoga gak ada kejadian aneh lagi di sekolah ini..." ujar Yupi tersenyum.

Bel sekolah pun berbunyi, pelajaran berjalan dengan normal dan lancar. Dan, sejak pelaku pembakaran sekolah itu ditemukan, tidak ada lagi kejadian-kejadian aneh disekolah itu.



- T A M A T



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan sopan... Ini cuma cerpen... Saya hanya ingin penilaian dari anda...