Cinta Fatamorgana (Inspirasi: @SinkaJ_JKT48)
"Kenapa mas? Kok kayaknya murung gitu?" tanya perempuan itu.
"Enggak, saya gagal masuk Universitas yang saya inginkan..." jawabku.
"Ohh... Oh iya kenalin, saya Sinka... Maaf kalo saya agak kepo..." kata Sinka.
"Hahaha... gak apa kok mbak... Itung-itung, curhat... oh iya, saya Doni" kataku.
"Jangan panggil saya mbak dong.... Saya masih SMA..." kata Sinka malu-malu.
"Ya udah, Sinka..." kataku.
"Udah mas, gak usah murung.... Gak masuk Universitas favorit bukan berarti masa depan mas hancur kan? Sukses atau enggaknya orang kan tergantung dari orangnya, bukan sekolahnya..." Nasihat Sinka. Aku kaget, Sinka yang masih SMA punya pemikiran yang jauh dewasa dari aku.
"Gila Sin.... Pemikiran kamu dewasa banget... Jadi malu aku...." kataku.
"Apaan sih Mas biasa ajah kali..." ujar Sinka malu-malu. Kami pun bercanda, saling bercerita, dan bertukar nomor hp.
Sinka cerita kalau dia punya kakak yang baik dan Cantik. Namanya Naomi. Kata Sinka, Naomi adalah kakak yang perhatian. Sinka juga mengatakan kalau dirinya tidak ingin mengecewakan dan membuat sedih kakaknya.
Malamnya aku SMS Sinka. Aku ingin main ke rumah Sinka. Sinka menyanggupi. Aku berharap bisa lebih dekat lagi dengan Sinka dan keluarganya. Tak sabar rasanya esok hari.
Besoknya, aku bersiap-siap. Tak lupa aku membawa bunga dan martabak untuk Sinka. Ku pacu Suzuki Satria F150 ku dengan kecepatan sedang. Jantungku berdegup kencang. Ya, aku jatuh cinta dengan Sinka. Di rumahnya itu juga aku ingin menyatakan cinta ke dia.
Selang berapa lama, aku sampai dirumah Sinka. Rumahnya cukup besar. Terdapat taman di halamannya. Kutekan bel yang ada di dekat pagar rumah Sinka. Seorang perempuan keluar dari balik pintu. Perempuan itu sangat cantik. Tapi itu bukan Sinka. Wajahnya saja yang mirip. Mungkin itu Naomi yang sering diceritakan oleh Sinka.
"Cari siapa ya?" tanya Naomi.
"Ini kak Naomi ya?" tanyaku balik.
"Iya betul..." jawab Naomi.
"Sinka nya ada? saya sudah janji ingin ketemu dia kemarin..." kataku. Namu, seketika wajah Naomi pucat. Ia tampak kaget dengan apa yang baru kuucapkan.
"Silahkan masuk dulu" kata Naomi mempersilahkanku masuk.
"iya... Terimakasih" kataku
Naomi masuk ke dapur. Kupandangi rumah Sinka. Aku sedang duduk sendirian. Sekilas aku melihat bayangan orang seperti sedang berjalan. Aku kaget. Tapi aku hiaraukan itu. Naomi datang dengan segelas sirup dan duduk di sebelahku. Ia menyerahkan album foto Sinka.
"Itu album foto Sinka. Kami dulu sangat senang bermain bersama. Kami sangat dekat dulu." cerita Naomi.
"Dulu? Maksudnya?" tanyaku bingung.
"Kejadiannya sekitar dua tahun yang lalu. Saat itu kami pulang dari FX. Sinka ingin coba menyetir mobil. Entah mengapa aku menurutinya. Aku biarkan Sinka menyetir mobil. Di tengah perjalanan, mobil yang kami tumpangi kehilangan kendali. Aku tidak mengalami luka serius. Tapi Sinka...."
"Tapi Sinka kenapa?" potongku.
"Sinka tewas di tempat. Aku merasa bersalah. Sampai saat ini, aku tidak bisa melupakan kejadian itu." cerita Naomi.
"Kak Naomi bercanda? Baru kemarin saya ketemu Sinka... Kita ngobrol bareng..." kataku tak percaya.
"Ikut kakak sekarang..." ajak Naomi
Naomi mengajakku ke pemakaman umum. Aku berjalan dengan langkah lemas, tak percaya dengan apa yang diceritakan Naomi tadi. Namun, yang diceritakan Naomi ternyata benar. Ia menunjukan makam Sinka. Aku pun menangis. Begitupun Naomi. Kupegang batu nisan Sinka. Kutaruh bunga yang kubeli tadi.
"Sinka, walaupun kamu sudah tidak ada didunia ini, tapi aku akan selalu mengingat nasihatmu. Aku cinta sama kamu Sinka..." ucapku dalam hati sambil masih menangis.
Akupun berdiri. Samar-samar kulihat Sinka sedang tersenyum. Lalu menghilang. Aku dan Naomi pun pergi meninggalkan makam Sinka. Aku tak percaya, bahwa Sinka sudah tiada sejak 2 tahun lalu. Lalu, siapa yang berbicara denganku kemarin?

Dulu ada yang bikin cerpen sinka juga, tapi endingnya sinka nya juga meninggal..
BalasHapusbikinin yang happy ending dong bro... :(
Oke, makasih ya gan sarannya... Soalnya cerpen kyak gini menurut saya dramatis... :))
BalasHapusBisa gw filmin dan berbudget besar nih *produser numpang lewat*
BalasHapusWidihhh... wwkwkwk
HapusHmmm :'(
BalasHapusKeren bro tapi sebagai pembaca aku rasa terlalu singkat hehe, but over all keren banget
BalasHapusKebanyakan endingnya meninggal bkin yg super menajubkan donk bro gua sering bca beginian endingnya kaga enak bgt
BalasHapus