Cari

Selasa, 13 Agustus 2013

Misteri Sekolah Hantu (Part 1)



"1981 - Sebuah Sekolah Menengah Atas di Jakarta mengalami kebakaran hebat. Seluruh penghuni sekolah tewas seketika saat itu. Sekolah itu kemudian dirobohkan, dan dibangun lagi sekolah yang baru, dengan maksud mengusir arwah-arwah penasaran yang ada di sekolah itu. Namun, bukannya pergi, arwah penasaran itu malah makin menjadi-jadi menghantui siswa di sekolah baru itu. Namun, ada satu siswa yang memiliki kemampuan khusus, untuk mengusir arwah-arwah yang masih penasaran itu. Mampukah ia mengusir arwah-arwah penasaran dari sekolah itu?"


"Selamat Pagi Pakkkk.....!!!!!!!!" teriak anak-anak kelas X-4 IPA.
"Selamat pagi anak-anak" ujar Pak Roy, guru Fisika di SMA Harapan Bangsa.
"Eh, Shan, lu udah ngerjain PR dari Pak Roy belum?" tanya Cindy Yuvia, yang juga biasa dipanggil Yupi oleh teman-temannya dikelas.
"Udah, kenapa? Lu belum?" tanya Shania, teman sebangku sekaligus sahabat Yupi.
"Udah, tapi...." belum sempat Yupi menyelesaikan bicaranya, Shania pun menyelat.
"Ada soal yang lu belum kerjain?" selat Shania.
"Iya... Liat dong..." minta Yupi.
"Lu mah kebiasaan Yup... nihhh...." keluh Shania sambil menyerahkan pekerjaannya.

Yupi pun langsung mengerjakan pekerjaanya. Namun saat sedang asik mengerjakan pekerjaannya, Yupi merasa ada yang mencolek bahunya.
"Jangan ganggu dong Shan......." keluh Yupi.
"Idih, siapa yang ganggu lu Yup?" tanya Shania bingung.
"Tuhhh tadi lu nyolek-nyolek gue... Jangan bohong deh..." ujar Yupi.
"Sumpah gue gak nyolek-nyolek lu Yup..." kata Shania.

Yupi bingung. Yupi memang dikenal memiliki kemampuan khusus merasakan dan melihat hantu. Ia sebenarnya takut dan ingin sekali membuang kelebihannya itu.

"Shan, ke toilet yuk...." ajak Yupi.
"ayo.." jawab Shania

Mereka berdua pun pergi ke Toilet. Di tengah perjalanan menuju toilet, Yupi melihat Pak Adi, guru Matematika nya berjalan. Namun ia merasa aneh dengan wajah Pak Adi. Wajahnya pucat. Sangat pucat. Yupi menundukan kepalanya sambil tersenyum ke Pak Adi. Pak Adi hanya melewatinya dengan tatapan kosong.

"Yup, lu tadi nundukin kepala kenapa?" tanya Shania heran.
"Ya itu tadi kan Pak Adi lewat, kasih hormat lah...." jelas Yupi.
"Pak Adi? Pak Adi kan hari ini gak masuk Yup..." ujar Shania.
"Hah???! Serius lu Shan?" tanya Yupi kaget.
"Yah serius... Makannya anak-anak tadi seneng gara-gara Pak Adi gak masuk. Pak Adi ada acara di luar kota." jelas Shania.
"Kalau Pak Adi gak masuk, berarti yang gue liat tadi..." Yupi bingung

Shania dan Yupi saling bertatapan. Bulu kuduk mereka merinding. Jika benar Pak Adi tidak masuk, siapakah yang dilihat oleh Yupi barusan?

- Bersambung....



Part 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan sopan... Ini cuma cerpen... Saya hanya ingin penilaian dari anda...