"Hah???! Serius lu Shan?" tanya Yupi kaget.
"Yah serius... Makannya anak-anak tadi seneng gara-gara Pak Adi gak masuk. Pak Adi ada acara di luar kota." jelas Shania.
"Kalau Pak Adi gak masuk, berarti yang gue liat tadi..." Yupi bingung
"ehhh, Yup... Balik yuk..." Shania mulai ketakutan
"yuk Shan... hihhh" ajak Yupi ketakutan.
Mereka berdua lalu lari ke kelas dan sampai di kelas.
"Ada apa kalian lari-lari dari toilet? Kayak lagi dikejar hantu ajah..." tanya Pak Roy bingung.
"Kami emang abis ketemu hantu pak... Hihhh...." jelas Shania.
"Ada-ada ajah kalian. Ayo cepat duduk!" perintah Pak Roy.
Saat pelajaran, Yupi dan Shania terlihat tidak fokus. Mereka masih memikirkan kejadian tadi.
"Shan, emang bener, tadi lu liat hantu?" tanya Frieska, teman sekelas Yupi dan Shania.
"Yaelah paling cuma halusinasi si Shania doang...." ledek Risky.
"Idiihhhh, bukan gue yang liat, tapi Yupi..." ujar Shania sambil nunjuk ke arah Yupi.
"Bener Yup???" tanya Frieska
"Iya... Tadi gue ngelihat pak Adi lewat di depan gue...."
"Lha terus kenapa? Pak Adi manusia kaleeee...." ujar Risky.
"Ehhh bego! Pak Adi kan hari ini gak masuk.... Lu lupa atau bego sih..." ledek Shania.
"Oh iya lupa gue.... Lha terus klo Pak Adi gak masuk yang lu liat siapa dong?" tanya Risky bingung.
"Lha itu dia masalahhnyaaaa begooooo!!!" ledek Shania lagi.
"Biasa ajah kali Shan..." ujar Risky ngambek.
Kringggg....... Kringgggg..... Kringggg...... Bel istirahat berbunyi. Namun tidak seperti biasanya, anak-anak X IPA-4 lebih memilih mendengarkan cerita Yupi dibandingkan pergi ke kantin.
"Lu ngantuk kali Yup...." ledek Harris.
"Enggak Harr.... gak mungkin gue salah.... Gue kan punya indra ke-6..." jelas Yupi.
"Tapi ada yang aneh gak sama PakAdi yang lu liat tadi?" tanya Naufal.
"ada... Wajah Pak Adi pucat. Tatapannya kosong. Pokoknya serem dehhh..." jelas Yupi.
"Ganti topik ahhh.... Merinding nihhh...." minta Sonia yang memang penakut itu.
"Lu mah emang penakut Son... Paling di lepas di pinggir jalan sendirian udah nangis lu..." ledek Jovan.
"Ihhh elu mahhhh.......!!!!" teriak Sonia sambil memukul pundak Jovan.
"Eh bentar deh, kalian liat itu gak?" tanya Yupi.
"Liat apaan Yup?" tanya Risky heran.
"Itu...." ujar Yupi sambil menunjuk ke arah Viny.
"Viny? Kenapa?" tanya Risky makin heran.
"Bukan, itu yang dibelakang Viny... Ada perempuan pakai seragam bekas kebakar..." jelas Yupi.
"Gak ada tuhh..." kata Shania.
Sesaat setelah Yupi melihat sosok itu, tiba-tiba Viny menjerit sangat keras.... Meja dan buku yang ada di depannya di banting oleh Viny. Mata Viny tiba-tiba putih. Ya, Viny Kerasukan. Seluruh murid di SMA Harapan Bangsa gempar. Yupi yang memang memiliki kemampuan khusus menghampiri Viny. Ia memegang kepala Viny sambil membaca doa. Tiba-tiba Viny mendorong Yupi dengan sangat keras.
"Keluar kalian dari sekolah ini!!!! Sekolah ini adalah rumahhh kamiii!!!!" teriak hantu yang merasuki tubuh Viny.
"Apa salah kami? Kalian sudah berbeda. Tempat kalian bukan disini lagi...." ujar Yupi.
"Keluaarrrrrrrrrr kaliannnn!!!!!!" teriak hantu itu.
Yupi bangkit, ia lalu memegang kepala Viny lagi sambil membaca doa.
"Arggghhhhhh..... Panas..... awas.......!!!!!" teriak hantu itu.
"Pergilahh.... Jangan ganggu kami..... kalian sudah beda dunia....!!!!!!" teriak Yupi.
Seketika tubuh Viny lemas. Yupi meminta air putih untuk Viny. Namun, ada hal aneh lain. Shania, bertingkah aneh. Ia hanya berdiri mematung dengan tatapan mata yang kosong.
"Tolong jangan ganggu kami...." ujar Yupi dalam hati.
Apa yang terjadi terhadap Shania? Dan siapa yang merasuki tubuh Viny tadi?
- Bersambung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan... Ini cuma cerpen... Saya hanya ingin penilaian dari anda...