"Arggghhhhhh..... Panas..... awas.......!!!!!" teriak hantu itu.
"Pergilahh.... Jangan ganggu kami..... kalian sudah beda dunia....!!!!!!" teriak Yupi.
"Ini rumah kami... Aku ingin ia ditangkapppp...!!!!!!!!!!!" teriak hantu yang merasuki tubuh Viny itu.
Seketika tubuh Viny lemas. Yupi meminta air putih untuk Viny. Namun, ada hal aneh lain. Shania, bertingkah aneh. Ia hanya berdiri mematung dengan tatapan mata yang kosong.
Seketika tubuh Viny lemas. Yupi meminta air putih untuk Viny. Namun, ada hal aneh lain. Shania, bertingkah aneh. Ia hanya berdiri mematung dengan tatapan mata yang kosong.
"Tolong jangan ganggu kami...." ujar Yupi dalam hati.
"Shan! Shan!, lu kenapa Shan?!!! Shan...!" teriak Frieska khawatir berusaha menyadarkan Shania.
"Shania kerasukan...." ujar Yupi.
"Hah???" Frieska kaget.
"Yang masuk ketubuh Shania beda dengan yang Viny. Dia lebih tenang." jelas Yupi.
Yupi lalu menutup mata Shania sembari membacakan doa. Dari kejauhan, terlihat Nadila, sahabat Shania dari kelas XIPA-5 masuk ke kelas. Ia tampak begitu khawatir dengan keadaan Shania.
"Shan...!!!! Sadar Shan sadar....!!!! teriak Nadila.
"Tenang Nad, Yupi bisa ngatasin kok... Lu tenang ya... Sini gue peluk..." ujar Risky berusaha menenangkan Nadila.
"Ihhh, apaan sihhh lo.....!!!" bentak Nadila sambil melepaskan pelukan dari Risky.
"Ehhh bego, dimarahin Fahri baru tau rasa lu...." ujar Frieska.
"Bodo amat... Si Fahri kan gak masuk" ujar Risky ngeles.
"Ada apa ini???" tiba-tiba Bu Veranda, guru Kimia SMA Harapan Bangsa masuk ke kelas XIPA-4.
"Ini bu, Viny sama Shania abis kerasukan..." jelas Yupi.
"Ayo cepat bawa mereka ke UKS...!!!" perintah Bu Ve.
"Biarrr gueee yangg angkat.... Sini... Sini....." ujar Risky dengan muka playboy nya.
"Lu ini ye... Heran gue sama lu..." ujar Frieska.
Risky, Harris, Jovan, membawa Shania dan Viny ke UKS. Yupi hanya terdiam. Matanya fokus ke arah pintu. Ia melihat sosok perempuan itu lagi. Ia memejamkan mata. Ia mencoba berkomunikasi dengan sosok itu.
"Kenapa? Kenapa kamu masih disini? Kenapa kamu masih mengganggu kami?" ujar Yupi.
"Karena ini rumah kami. Kami tidak akan pergi dari sini." ujar sosok itu. Sosok itu lalu menghilang.
Tubuh Yupi lemas. Ia tampak pucat. Sangat pucat. Bibirnya kering. Mulutnya seakan terkunci. Bu Ve memberikan segelas air mineral kepada Yupi. Yupi meminum air itu. Namun tenggorokannya seakan terkunci. Ia lalu memuntahkan air itu.
"Bu, hati-hati ya.... Sosok itu sekarang sedang mengincar tubuh ibu. Tetap waspada ya bu..." ujar Yupi mengingatkan Bu Ve.
"Kenapa Ibu diincar Yup?" tanya Bu Ve.
"gak tau bu... Tapi sosok itu sangat ingin masuk ke tubuh ibu." jelas Yupi.
Bu Ve hanya terdiam. Ia lalu membubarkan anak-anak lainnya, agar masuk ke kelasnya masing-masing. Yupi masih saja terdiam. Ia terlihat shock. Ia tidak menyangka akan mengalami kejadian ini. Ia tidak percaya bahwa ia akan berurusan dengan hantu.
"Kamu gak apa Yup?" tanya Frieska membuyarkan lamunan Yupi.
"Gak apa kok...." jawab Yupi.
"Tapi Yup, kenapa mereka masih gentayangan?" tanya Nadila.
"Ya kan mereka meninggal karena kebakaran, itu yang membuat mereka masih gentayangan. Tapi, aku yakin mereka gak jahat kok. Mereka kayak pengen ngungkapin sesuatu, tapi cara mereka ajah yang salah. Kayaknya ada yang janggal sama kebakaran sekolah ini waktu tahun 1981" jelas Yupi.
"Apanya yang janggal?" tanya Frieska penasaran.
"Gue gak tau... Tapi kayaknya, kebakaran itu disengaja..." jelas Yupi.
"Si, siapa yang sengaja membakar sekolah ini?" tanya Nadila
"Kalau feeling gue bener, mantan guru disekolah ini yang sengaja membakar sekolah ini waktu itu. Tapi itu masih belum pasti. Yang pasti, hantu-hantu itu sebenarnya hanya ingin memberi petunjuk kepada kita" jelas Yupi.
"Mantan guru? Siapa?" tanya Nadila.
"hmm..." Yupi hanya tersenyum....
Siapakah sebenarnya mantan/alumni guru yang Yupi maksud?
- Bersambung
Part 4
"Kamu gak apa Yup?" tanya Frieska membuyarkan lamunan Yupi.
"Gak apa kok...." jawab Yupi.
"Tapi Yup, kenapa mereka masih gentayangan?" tanya Nadila.
"Ya kan mereka meninggal karena kebakaran, itu yang membuat mereka masih gentayangan. Tapi, aku yakin mereka gak jahat kok. Mereka kayak pengen ngungkapin sesuatu, tapi cara mereka ajah yang salah. Kayaknya ada yang janggal sama kebakaran sekolah ini waktu tahun 1981" jelas Yupi.
"Apanya yang janggal?" tanya Frieska penasaran.
"Gue gak tau... Tapi kayaknya, kebakaran itu disengaja..." jelas Yupi.
"Si, siapa yang sengaja membakar sekolah ini?" tanya Nadila
"Kalau feeling gue bener, mantan guru disekolah ini yang sengaja membakar sekolah ini waktu itu. Tapi itu masih belum pasti. Yang pasti, hantu-hantu itu sebenarnya hanya ingin memberi petunjuk kepada kita" jelas Yupi.
"Mantan guru? Siapa?" tanya Nadila.
"hmm..." Yupi hanya tersenyum....
Siapakah sebenarnya mantan/alumni guru yang Yupi maksud?
- Bersambung
Part 4

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan... Ini cuma cerpen... Saya hanya ingin penilaian dari anda...