Aku
Cinta Kamu Selamanya (Inspirasi: @melodyJKT48)
Perkenalkan, nama gue Risky. Gue
sekarang duduk di kelas 2 SMA. Gue punya sahabat yang baik banget. Ardi, Diaz,
Melody, Kinal, dan Stella. Kami sudah bersehabat sejak SMP. Dari kelima
sahabatku itu, Kinal dikenal sebagai pemimpin di geng kami ini. Maka dari itu,
kami sering memanggilnya kapten. Dan dari kelima sahabatku itu, hanya Melody
yang sangat dekat denganku. Bahkan kami pernah dikira sudah pacaran.
"Missss Jidat indonesia....."
begitu aku memanggil Melody. Jidatnya yang lebar membuat ku memanggilnya
seperti itu.
"Apaan sih kamu....."
jawab melody agak sedikit ngambek.
"Jangan marah gitu dong....
Ntar jadi kan Nobarnya?" tanya gue ke Melody.
"Jadilah.... MU pasti bisa
ngalahin Chelsea...." jawab Melody ngeledek.
"Enak ajah..... Jelas Chelsea
lahhh...." ujar gue gak mau kalah.
"Kita liat ajah nanti... Jam
berapa kamu jemput aku? Kinal juga ikut katanya....." tanya Melody
"oh iya, Kinal fans MU juga
ya.... curang nih 2 lawan 1....." kata gue bercanda.
"hahahahaha....." Melody
ketawa.
Yah, gue dan Melody sering nobar
jika Chelsea dan MU bertemu. Melody fans MU, dan gue fans Chelsea. Tak jarang
kami sering mengejek klub kesayangan satu sama lain.
"Kamu kenapa sih kok suka
Chelsea? Jelas klub payah gitu kamu dukung....." ledek Melody
Gue yang emosi karena klub
kesayangan gue di ejek seperti itu pun membalas,
"Dari pada gue ngedukung
SETAN..... Ntar sesat...."sindir gue.
Melody hanya bisa manyun. Melody
memang selalu kalah kalau beradu mulut sama gue.
Malamnya, gue udah siap berangkat
buat jemput Melody. Gue pergi dengan baju Chelsea berwarna biru gue. Melody dan
Kinal pun kompak menggunakan jersey MU dengan nama belakang ROONEY. Mereka
berdua memang suka Rooney. Sedangkan aku sangat suka Marko Marin, meski Marin
lebih sering duduk dibangku cadangan dari pada bermain.
Kami sampai di tempat nobar yang
sudah ramai dengan pendukung Chelsea dan MU. 3 jam setelah kami sampai,
pertandingan pun selesai dengan kemenangan Chelsea dengan skor 3-2. Yang paling
bikin gue bahagia, Marin tampil sebagai super sub dengan 1 gol dan 1 asistnya.
Gue pun gak henti-hentinya ngechants disana, sementara Melody dan Kinal hanya
tertunduk lesu.
"Cieeee kalahhhh
cieeee......" ejek gue ke Kinal dan Melody.
"Yaelah, itu mah disengaja kali
sama MU...." Kinal ngeles.
"Alasan macam apa itu...."
kata gue bingung.
"Udah ahhh pulang, ngantuk
nih..." ajak Melody.
"Kamu kalau lagi ngantuk gini
cantik banget Mel, sumpah...." ujar gue gombal.
"Apaan sihh lu....." ujar
Melody malu-malu.
Tak terasa, sekarang kami sudah
kelas 3. Semua murid kelas sedang mempersiapkan untuk Unas. Hubungkan gue
dengan Melody pun makin dekat. Bahkan terlalu dekat untuk seorang sahabat. Dan
tiba-tiba saja, perasaan yang muncul di benak gue. Gue jadi lebih mikirin
sering mikirin Melody ketimbang pelajaran. Gue jadi lebih sering merhatiin
Melody dikelas. Ia terlihat cantik sekali. Dan kayaknya, gue bener-bener jatuh
cinta sama Melody. Walaupun akhir-akhir ini kami jarang nobar karena sibuk
belajar, tapi gue ngerasa makin deket sama Melody. Tapi gue malu buat
ngungkapin perasaan gue yang sebenarnya ke Melody.
"Ris, lu ngapain senyam-senyum
kayak gitu???" tanya Melody, membuyarkan lamunan gue.
"ehhh enggak, lu cantik hari
ini Mel..." jawab gue gombal.
"Lu ini ye, mau UNAS masih ajah
ngegombal...." kata Melody.
"gak apalah.... sambil
ngilangin stres...." jawab gue ngeles.
Sejak kelas 3 ini, hari-hari gue
disekolah sering gue manfaatin buat meperhatikan wajah Cantik Melody. Dan gue
udah ngerencanain buat nembak Melody setelah UNAS.
Tak terasa, UNAS telah tiba. Aku
mengerjakan soal-soal UNAS Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan
IPA. Dan gue berdoa, semoga gue dan Melody bisa lulus dengan nilai yang bagus
dan bisa satu kampus bareng Melody.
Seperti yang gue bilang, gue bakal
nembak Melody setelah UNAS. Gue ngajak Melody ke PIM.
"Mel, lu besok ada waktu
gak?" tanya gue.
"Ada... Kenapa?" tanya
Melody.
"Jalan yuk ke PIM. Gue pingin
ngomong sesuatu sama lu. Jam 1 ya..." kata gue.
"Oke...." kata Melody
menyanggupi.
Esoknya, gue udah berdandan sekeren
mungkin. Ini semua gue lakukan demi Melody seorang. Gue jemput dia pakai mobil
BMW gue. Gue sampai di rumah Melody. Melody terlihat cantik banget saat ini
dengan gaun warna merah. Aku membukakan pintu mobil untuk Melody.
"Mau ngapain kita ke PIM?"
tanya Melody.
"Kita nonton ajah kali
ya...." ajak gue.
"Boleh... Nonton apa?"
tanya Melody.
"Cinta Dalam Kardus ajah,
gimana?"
"Bagus tuh...." kata
Melody sambil tersenyum.
Sampai pada saat kami nonton, bukan
film Cinta Dalam Kardus yang gue liat, tapi wajah, senyum, dan tawa Melody yang
gue perhatiin. Begitu cantik dia, sampai gue gak bisa mengalihkan tatapan gue
dari wajahnya yang cantik itu.
Selesai nonton, kami pun pergi ke
restoran steak di jakarta. Gue pun bersiap menyatakan perasaan gue yang
sejujurnya ke Melody.
"Mel, aku mau ngomong sesuatu
ke kamu..." ujar gue ke Melody.
"Emang penting banget ya?
hahaha..." jawab Melody bercanda.
"Aku serius Mel....."
jawab gue dengan muka serius.
"eh... ya udah, ngomong
ajah..." perintah Melody.
"Jadi gini, aku minta, kita
sudahi ajah persahabatan kita ini Mel..."
"Hahh? tapi, kenapa? Apa aku
ada salah sama kamu?" tanya Melody dengan wajah bingung.
"bukan begitu, aku ingin
menyudahi status kita dari Sahabt, jadi kekasih Mel... Aku cinta sama kamu. Aku
rela ngelakuin apa ajah demi kamu. Kamu mau, jadi pacar aku? Pacar yang mau
menerimaku apa adanya, bukan ada apanya?" kata gue ke Melody
"Kamu serius sama yang kamu
bilang barusan?" tanya Melody bingung.
"Aku serius... Aku gak bisa
ngebohongin perasaan ini Mel..." jawab gue.
"Kamu tau gak, momen kayak gini
yang aku tunggu-tunggu Ris. Aku suka sama kamu, dari kita kelas 2 SMP dulu.
Menurut aku, kamu itu orangnya beda, asik, dan baik. Dan aku selalu menunggu kamu
nembak aku kayak gini Ris" kata Melody ke gue.
"Jadi, artinya kamu...."
"Iya Ris, aku mau jadi pacar
kamu, yang menerima kamu apa adanya" jawab Melody.
Melody pun meluk gue dengan erat.
Sangat erat...
Adzan Maghrib membuyarkan lamunan
gue di Tempat Pemakaman Umum ini. Gue ambil bunga, dan gue tabur di makam orang
yang sangat gue cintai ini. Yah, ini adalah makam Melody. Kecelakaan pesawat
membuat nyawanya melayang. Tak sadar, aku pun menangis. Dalam hati, aku berkata
kepada Melody, "Aku akan selalu mencintaimu Mel, meski kamu sudah tidak
ada didunia ini". Dan begitu terkejutnya gue, samar-samar gue liat
bayangan Melody, tersenyum ke arah gue. Lalu seketika bayangan itu hilang. Gue
percaya bahwa itu Melody.
"Selamat jalan Melody, semoga
kamu tenang di alam sana...." ujarku dalam hati, lalu meninggalkan makam
Melody.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan... Ini cuma cerpen... Saya hanya ingin penilaian dari anda...