Cari

Minggu, 09 Juni 2013

Cerpen: Melody Nurramdhani Laksani

Aku Cinta Kamu Selamanya (Inspirasi: @melodyJKT48)




Perkenalkan, nama gue Risky. Gue sekarang duduk di kelas 2 SMA. Gue punya sahabat yang baik banget. Ardi, Diaz, Melody, Kinal, dan Stella. Kami sudah bersehabat sejak SMP. Dari kelima sahabatku itu, Kinal dikenal sebagai pemimpin di geng kami ini. Maka dari itu, kami sering memanggilnya kapten. Dan dari kelima sahabatku itu, hanya Melody yang sangat dekat denganku. Bahkan kami pernah dikira sudah pacaran.

"Missss Jidat indonesia....." begitu aku memanggil Melody. Jidatnya yang lebar membuat ku memanggilnya seperti itu.
"Apaan sih kamu....." jawab melody agak sedikit ngambek.
"Jangan marah gitu dong.... Ntar jadi kan Nobarnya?" tanya gue ke Melody.
"Jadilah.... MU pasti bisa ngalahin Chelsea...." jawab Melody ngeledek.
"Enak ajah..... Jelas Chelsea lahhh...." ujar gue gak mau kalah.
"Kita liat ajah nanti... Jam berapa kamu jemput aku? Kinal juga ikut katanya....." tanya Melody
"oh iya, Kinal fans MU juga ya.... curang nih 2 lawan 1....." kata gue bercanda.
"hahahahaha....." Melody ketawa.

Yah, gue dan Melody sering nobar jika Chelsea dan MU bertemu. Melody fans MU, dan gue fans Chelsea. Tak jarang kami sering mengejek klub kesayangan satu sama lain.

"Kamu kenapa sih kok suka Chelsea? Jelas klub payah gitu kamu dukung....." ledek Melody
Gue yang emosi karena klub kesayangan gue di ejek seperti itu pun membalas,
"Dari pada gue ngedukung SETAN..... Ntar sesat...."sindir gue.
Melody hanya bisa manyun. Melody memang selalu kalah kalau beradu mulut sama gue. 

Malamnya, gue udah siap berangkat buat jemput Melody. Gue pergi dengan baju Chelsea berwarna biru gue. Melody dan Kinal pun kompak menggunakan jersey MU dengan nama belakang ROONEY. Mereka berdua memang suka Rooney. Sedangkan aku sangat suka Marko Marin, meski Marin lebih sering duduk dibangku cadangan dari pada bermain.

Kami sampai di tempat nobar yang sudah ramai dengan pendukung Chelsea dan MU. 3 jam setelah kami sampai, pertandingan pun selesai dengan kemenangan Chelsea dengan skor 3-2. Yang paling bikin gue bahagia, Marin tampil sebagai super sub dengan 1 gol dan 1 asistnya. Gue pun gak henti-hentinya ngechants disana, sementara Melody dan Kinal hanya tertunduk lesu.

"Cieeee kalahhhh cieeee......" ejek gue ke Kinal dan Melody.
"Yaelah, itu mah disengaja kali sama MU...." Kinal ngeles.
"Alasan macam apa itu...." kata gue bingung.
"Udah ahhh pulang, ngantuk nih..." ajak Melody.
"Kamu kalau lagi ngantuk gini cantik banget Mel, sumpah...." ujar gue gombal.
"Apaan sihh lu....." ujar Melody malu-malu.


Tak terasa, sekarang kami sudah kelas 3. Semua murid kelas sedang  mempersiapkan untuk Unas. Hubungkan gue dengan Melody pun makin dekat. Bahkan terlalu dekat untuk seorang sahabat. Dan tiba-tiba saja, perasaan yang muncul di benak gue. Gue jadi lebih mikirin sering mikirin Melody ketimbang pelajaran. Gue jadi lebih sering merhatiin Melody dikelas. Ia terlihat cantik sekali. Dan kayaknya, gue bener-bener jatuh cinta sama Melody. Walaupun akhir-akhir ini kami jarang nobar karena sibuk belajar, tapi gue ngerasa makin deket sama Melody. Tapi gue malu buat ngungkapin perasaan gue yang sebenarnya ke Melody.

"Ris, lu ngapain senyam-senyum kayak gitu???" tanya Melody, membuyarkan lamunan gue.
"ehhh enggak, lu cantik hari ini Mel..." jawab gue gombal.
"Lu ini ye, mau UNAS masih ajah ngegombal...." kata Melody.
"gak apalah.... sambil ngilangin stres...." jawab gue ngeles.

Sejak kelas 3 ini, hari-hari gue disekolah sering gue manfaatin buat meperhatikan wajah Cantik Melody. Dan gue udah ngerencanain buat nembak Melody setelah UNAS.

Tak terasa, UNAS telah tiba. Aku mengerjakan soal-soal UNAS Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA. Dan gue berdoa, semoga gue dan Melody bisa lulus dengan nilai yang bagus dan bisa satu kampus bareng Melody.

Seperti yang gue bilang, gue bakal nembak Melody setelah UNAS. Gue ngajak Melody ke PIM.
"Mel, lu besok ada waktu gak?" tanya gue.
"Ada... Kenapa?" tanya Melody.
"Jalan yuk ke PIM. Gue pingin ngomong sesuatu sama lu. Jam 1 ya..." kata gue.
"Oke...." kata Melody menyanggupi.
Esoknya, gue udah berdandan sekeren mungkin. Ini semua gue lakukan demi Melody seorang. Gue jemput dia pakai mobil BMW gue. Gue sampai di rumah Melody. Melody terlihat cantik banget saat ini dengan gaun warna merah. Aku membukakan pintu mobil untuk Melody.

"Mau ngapain kita ke PIM?" tanya Melody.
"Kita nonton ajah kali ya...." ajak gue.
"Boleh... Nonton apa?" tanya Melody.
"Cinta Dalam Kardus ajah, gimana?" 
"Bagus tuh...." kata Melody sambil tersenyum.

Sampai pada saat kami nonton, bukan film Cinta Dalam Kardus yang gue liat, tapi wajah, senyum, dan tawa Melody yang gue perhatiin. Begitu cantik dia, sampai gue gak bisa mengalihkan tatapan gue dari wajahnya yang cantik itu.

Selesai nonton, kami pun pergi ke restoran steak di jakarta. Gue pun bersiap menyatakan perasaan gue yang sejujurnya ke Melody.
"Mel, aku mau ngomong sesuatu ke kamu..." ujar gue ke Melody.
"Emang penting banget ya? hahaha..." jawab Melody bercanda.
"Aku serius Mel....." jawab gue dengan muka serius.
"eh... ya udah, ngomong ajah..." perintah Melody.
"Jadi gini, aku minta, kita sudahi ajah persahabatan kita ini Mel..."
"Hahh? tapi, kenapa? Apa aku ada salah sama kamu?" tanya Melody dengan wajah bingung.
"bukan begitu, aku ingin menyudahi status kita dari Sahabt, jadi kekasih Mel... Aku cinta sama kamu. Aku rela ngelakuin apa ajah demi kamu. Kamu mau, jadi pacar aku? Pacar yang mau menerimaku apa adanya, bukan ada apanya?" kata gue ke Melody
"Kamu serius sama yang kamu bilang barusan?" tanya Melody bingung.
"Aku serius... Aku gak bisa ngebohongin perasaan ini Mel..." jawab gue.
"Kamu tau gak, momen kayak gini yang aku tunggu-tunggu Ris. Aku suka sama kamu, dari kita kelas 2 SMP dulu. Menurut aku, kamu itu orangnya beda, asik, dan baik. Dan aku selalu menunggu kamu nembak aku kayak gini Ris" kata Melody ke gue.
"Jadi, artinya kamu...."
"Iya Ris, aku mau jadi pacar kamu, yang menerima kamu apa adanya" jawab Melody.

Melody pun meluk gue dengan erat. Sangat erat... 
Adzan Maghrib membuyarkan lamunan gue di Tempat Pemakaman Umum ini. Gue ambil bunga, dan gue tabur di makam orang yang sangat gue cintai ini. Yah, ini adalah makam Melody. Kecelakaan pesawat membuat nyawanya melayang. Tak sadar, aku pun menangis. Dalam hati, aku berkata kepada Melody, "Aku akan selalu mencintaimu Mel, meski kamu sudah tidak ada didunia ini". Dan begitu terkejutnya gue, samar-samar gue liat bayangan Melody, tersenyum ke arah gue. Lalu seketika bayangan itu hilang. Gue percaya bahwa itu Melody. 
"Selamat jalan Melody, semoga kamu tenang di alam sana...." ujarku dalam hati, lalu meninggalkan makam Melody.

******************************************************************************

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan sopan... Ini cuma cerpen... Saya hanya ingin penilaian dari anda...