Jangan
Lupakan Aku, Sahabat (Inspirasi: @sonyaJKT48)
Di perhatikan wajahnya. Cantik
sekali. Sonya Pandawarman namanya. Dia adalah teman sebangku Kevin. Walaupun
mereka sebangku, tapi mereka tidak terlalu akrab. Bukan karena mereka
bertengkar, tapi karena Kevin terlalu malu untuk bertatap muka kepada Sonya.
"Heyyyy guyyyyssss!!!!!!"
teriakan Kinal membuyarkan lamunan Kevin. Kinal adalah ketua kelas sekaligus
sahabat Kevin.
"Depi, Depi.... kalo gak
ngagetin gitu gak enak ye..." ujar Kevin sambil meledek.
"Berhenti panggil aku dengan
sebutan DEPI!!!!" kata Kinal marah.
"Lagian, lu ngelamunin siapa
sihhh....?" tanya kinal.
"Biasa, pasti ngelamunin
Sonya...." ujar Deden.
"Apaan sihhh lu...." jawab
Kevin sambil malu-malu.
"lagian elu, duduk sebangku
tapi ngomong ajah gak pernah....." ledek Kinal.
"Gue kan orangnya gampang grogi
Dep..." kata Kevin ngeles.
"Tuh kan, Depi lagi...."
kata Kinal manyun.
"Gini yah, kalo lu
terus-terusan diem kayak gini, lu gak bakalan bisa dapetin hatinya
Sonya...... Lu harus nggajak dia ngobrol, tukeran nomor hape, pedekate, terus
tembak deh..." kata kinal sok-sok'an ngasih nasehat.
"Iye DEPI BAWELLL....."
jawab Kevin ngeledek.
"ihhhh.... Nyebelin banget
sihhh....." kinal ngambek.
"hahahahaha....." tawa
Kevin lebar.
Tapi, nasehat Kinal tadi membuat
Kevin memberanikan diri mengajak ngobrol Sonya.
"Ehhhh, Sonya...." sapa
Kevin.
"Iya....?" jawab Sonya
sambil tersenyum.
"ehhhh, Lu tau gak sih yg
dijelasin pak Bowo? Gue sama sekali gak ngerti. Sumpah..." kata Kevin agak
grogi.
"Yaelah gitu doang mah gampang
Vin....." jawab Sonya. Sonya pun menjelaskan panjang lebar apa yang
diterangkan Pak Bowo. Namun bukan penelasannya yang Kevin perhatikan, tapi
wajah Sonya yang manis itu yang Kevin perhatikan.
"woyy..... ndengerin gk sihhh
lu...?" teriak Sonya agak jengkel membuyarkan lamunan kevin.
"ohhh denger kok... Dengerin
lah... jdi gitu..." kata Kevin sok tau.
"Iya.... ngerti kan?"
tanya Sonya.
"Iya tembemm..." jawab
Kevin sambil bercanda.
Entah mengapa hari ini Kevin merasa
bahagia. Itu semua karena Kevin sudah bisa bercanda dan ngobrol sama Sonya.
"Ahhhh, manis banget kamu Sonya" pikir Kevin.
"Senyam senyum dari tadi.....
Kesambet lu???" tanya Kinal ngeledek.
"Enak ajah lu..... gue lagi
seneng nihh...." jawab Kevin.
"Seneng knapa? gara-gara cuma
bisa ngomong sama Sonya doang? Ya ampun...." ujar kinal.
"Tapi menurut lu, Sonya suka
gak sihh sama gue?" tanya Kevin ke Kinal.
"Yeh mana gue tau... Emang gue
siapanya Sonya?" jawab Kinal ketus.
"Behhhh....." jawab Kevin
manyun.
Hari-hari Kevin pun dilalui dengan
kebahagiaan. Kevin semakin deket sama Sonya. Dan Kevin udah nyiapin rencana buat
nembak Sonya. Kevin pun latihan ngomong didepan kaca, buka website tentang
perempuan, dll.
Hari penembakan pun tiba. Kevin pun
ngajak Sonya ke kantin.
"Son, ke kantin yuk... Ada yang
mau gue omongin" ajak Kevin.
"Ngomong apa, dikelas ajah kan
bisa?" kata Sonya
"ya dehh..." Kevin
menyanggupi.
"Jadi gini Son, sejak pertama
kali aku ngeliat kamu, aku langsung suka sama kamu. Kamu itu kayak merubah
hidup aku yang dulu datar-datar ajah, jadi berwarna karena kamu" kata
Kevin malu-malu.
"terus.....?" tanya Sonya
dengan ekspresi bingung.
"Kamu mau gak jadi pacar
aku?" kata Kevin malu-malu.
"Gimana ya? Aku selama ini cuma
nganggep kamu itu cuma temen.... Jadi, maaf ya..." jawab Sonya.
"gak apa kok...." kata
Kevin kecewa.
Kevin pulang dengan perasaan galau.
Galau karena cintanya ditolak, dan galau memikirkan apakah Sonya masih mau
ngobrol sama dia. Malamnya, Kevin tidak bisa tidur. Kevin coba PING!!! BBM
Sonya, cuma di baca. Gak ada balasan. Kevin hanya bisa pasrah dengan keadaan
ini.
Besoknya di sekolah, Kevin kaget
melihat Kinal ada di bangku Sonya.
"Lu ngapain duduk di sebelah
gue? Kangen ya sama guee..." canda Kevin berusaha menyembunyikan rasa
sedihnya ke Kinal
"Ge-er banget.... Sonya yang
nyuruh gue..." kata kinal.
"Sonya minta pinda?
kenapa....?" tanya Kevin bingung
"gak tau...." jawab Kinal.
Saat jam pelajaran, Kevin sama skali
gak bisa konsentrasi. Kevin terus perhatiin Sonya yang duduk di deretan paling
depan dengan muka sedih. Kinal pun hanya bisa menggeleng.
"Nyesel gue Nal, kmaren nembak
Sonya..." curhat Kevin ke Kinal
"Apa??? Lu kmarin nembak
Sonya??? Bego banget lu....!!!" Kata kinal dengan ekspresi marah.
"Lha knapa? gue udah deket
banget sama Sonya...." tanya Kevin bingung.
"Duhhhh lu gak tau apa? Sonya
itu udah punya pacar.... Lu nembak gak bilang gue dulu sihh...." jawab
Kinal sambil marah. Kevin yang gak tau kalau Sonya udah punya pacar itu
langsung shock.
Kevinpun pulang dari sekolah. Sepeda
Motor Ducati dipacunya dengan kecepatan diatas rata-rata. Hati dan pikirannya
sedang kacau hari ini. Mobil dan sepeda motor pun ia lewati. Hingga pada
perempatan lampu merah, sebuah truk melintas. Kevin yang tidak konsen pun
menghatam truk itu. Kevinpun tidak sadarkan diri.
Saat bangun, Kevin sudah berada di
rumah sakit. Namun badannya tidak bisa digerakan. Kevin melihat Kinal, Sonya,
Shania, dan teman-temannya yang lain sedih dan menangis. Kevin pun coba
memanggil Sonya. Sonya menghampiri Kevin dengan wajah sedih.
"Sonya, aku sudah ditunggu
malikat" kata Kevin.
"Kamu jangan ngomong gitu
Vin....." kata Sonya sambil menangis.
"Boleh aku minta sesuatu kekamu
sebelum aku pergi untuk selamanya?" kata Kevin.
Sonya pun hanya mengangguk, Kinal
menghampiri Sonya dan berusaha menenangkan Sonya.
"Tolong, jangan lupakan aku
Sahabat" kata Kevin.
Sontak suasana dikamar pun menjadi sangat sedih. Tiba-tiba Kevin memejamkan matanya. Ia sudah tidak bernafas. Sonya menangis sangat keras. Kinal tersenyum. "Semoga kamu bahagia di alam sana, Kevin" kata kinal dalam hati.
******************************************************************************

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan... Ini cuma cerpen... Saya hanya ingin penilaian dari anda...