Cari

Minggu, 09 Juni 2013

Cerpen: Sonya Pandawarman


Jangan Lupakan Aku, Sahabat (Inspirasi: @sonyaJKT48)





Di perhatikan wajahnya. Cantik sekali. Sonya Pandawarman namanya. Dia adalah teman sebangku Kevin. Walaupun mereka sebangku, tapi mereka tidak terlalu akrab. Bukan karena mereka bertengkar, tapi karena Kevin terlalu malu untuk bertatap muka kepada Sonya.
"Heyyyy guyyyyssss!!!!!!" teriakan Kinal membuyarkan lamunan Kevin. Kinal adalah ketua kelas sekaligus sahabat Kevin.
"Depi, Depi.... kalo gak ngagetin gitu gak enak ye..." ujar Kevin sambil meledek.
"Berhenti panggil aku dengan sebutan DEPI!!!!" kata Kinal marah.
"Lagian, lu ngelamunin siapa sihhh....?" tanya kinal.
"Biasa, pasti ngelamunin Sonya...." ujar Deden.
"Apaan sihhh lu...." jawab Kevin sambil malu-malu.
"lagian elu, duduk sebangku tapi ngomong ajah gak pernah....." ledek Kinal.
"Gue kan orangnya gampang grogi Dep..." kata Kevin ngeles.
"Tuh kan, Depi lagi...." kata Kinal manyun.
 "Gini yah, kalo lu terus-terusan diem kayak gini, lu gak bakalan bisa dapetin  hatinya Sonya...... Lu harus nggajak dia ngobrol, tukeran nomor hape, pedekate, terus tembak deh..." kata kinal sok-sok'an ngasih nasehat.
"Iye DEPI BAWELLL....." jawab Kevin ngeledek.
"ihhhh.... Nyebelin banget sihhh....." kinal ngambek.
"hahahahaha....." tawa Kevin lebar.
Tapi, nasehat Kinal tadi membuat Kevin memberanikan diri mengajak ngobrol Sonya.
"Ehhhh, Sonya...." sapa Kevin.
"Iya....?" jawab Sonya sambil tersenyum.
"ehhhh, Lu tau gak sih yg dijelasin pak Bowo? Gue sama sekali gak ngerti. Sumpah..." kata Kevin agak grogi.
"Yaelah gitu doang mah gampang Vin....." jawab Sonya. Sonya pun menjelaskan panjang lebar apa yang diterangkan Pak Bowo. Namun bukan penelasannya yang Kevin perhatikan, tapi wajah Sonya yang manis itu yang Kevin perhatikan.
"woyy..... ndengerin gk sihhh lu...?" teriak Sonya agak jengkel membuyarkan lamunan kevin.
"ohhh denger kok... Dengerin lah... jdi gitu..." kata Kevin sok tau.
"Iya.... ngerti kan?" tanya Sonya.
"Iya tembemm..." jawab Kevin sambil bercanda.

Entah mengapa hari ini Kevin merasa bahagia. Itu semua karena Kevin sudah bisa bercanda dan ngobrol sama Sonya. "Ahhhh, manis banget kamu Sonya" pikir Kevin.
"Senyam senyum dari tadi..... Kesambet lu???" tanya Kinal ngeledek.
"Enak ajah lu..... gue lagi seneng nihh...." jawab Kevin.
"Seneng knapa? gara-gara cuma bisa ngomong sama Sonya doang? Ya ampun...." ujar kinal.
"Tapi menurut lu, Sonya suka gak sihh sama gue?" tanya Kevin ke Kinal.
"Yeh mana gue tau... Emang gue siapanya Sonya?" jawab Kinal ketus.
"Behhhh....." jawab Kevin manyun.

Hari-hari Kevin pun dilalui dengan kebahagiaan. Kevin semakin deket sama Sonya. Dan Kevin udah nyiapin rencana buat nembak Sonya. Kevin pun latihan ngomong didepan kaca, buka website tentang perempuan, dll.

Hari penembakan pun tiba. Kevin pun ngajak Sonya ke kantin. 
"Son, ke kantin yuk... Ada yang mau gue omongin" ajak Kevin.
"Ngomong apa, dikelas ajah kan bisa?" kata Sonya
"ya dehh..." Kevin menyanggupi.
"Jadi gini Son, sejak pertama kali aku ngeliat kamu, aku langsung suka sama kamu. Kamu itu kayak merubah hidup aku yang dulu datar-datar ajah, jadi berwarna karena kamu" kata Kevin malu-malu.
"terus.....?" tanya Sonya dengan ekspresi bingung.
"Kamu mau gak jadi pacar aku?" kata Kevin malu-malu.
"Gimana ya? Aku selama ini cuma nganggep kamu itu cuma temen.... Jadi, maaf ya..." jawab Sonya.
"gak apa kok...." kata Kevin kecewa.

Kevin pulang dengan perasaan galau. Galau karena cintanya ditolak, dan galau memikirkan apakah Sonya masih mau ngobrol sama dia. Malamnya, Kevin tidak bisa tidur. Kevin coba PING!!! BBM Sonya, cuma di baca. Gak ada balasan. Kevin hanya bisa pasrah dengan keadaan ini.

Besoknya di sekolah, Kevin kaget melihat Kinal ada di bangku Sonya.
"Lu ngapain duduk di sebelah gue? Kangen ya sama guee..." canda Kevin berusaha menyembunyikan rasa sedihnya ke Kinal
"Ge-er banget.... Sonya yang nyuruh gue..." kata kinal.
"Sonya minta pinda? kenapa....?" tanya Kevin bingung
"gak tau...." jawab Kinal.

Saat jam pelajaran, Kevin sama skali gak bisa konsentrasi. Kevin terus perhatiin Sonya yang duduk di deretan paling depan dengan muka sedih. Kinal pun hanya bisa menggeleng.
"Nyesel gue Nal, kmaren nembak Sonya..." curhat Kevin ke Kinal
"Apa??? Lu kmarin nembak Sonya??? Bego banget lu....!!!" Kata kinal dengan ekspresi marah.
"Lha knapa? gue udah deket banget sama Sonya...." tanya Kevin bingung.
"Duhhhh lu gak tau apa? Sonya itu udah punya pacar.... Lu nembak gak bilang gue dulu sihh...." jawab Kinal sambil marah. Kevin yang gak tau kalau Sonya udah punya pacar itu langsung shock.

Kevinpun pulang dari sekolah. Sepeda Motor Ducati dipacunya dengan kecepatan diatas rata-rata. Hati dan pikirannya sedang kacau hari ini. Mobil dan sepeda motor pun ia lewati. Hingga pada perempatan lampu merah, sebuah truk melintas. Kevin yang tidak konsen pun menghatam truk itu. Kevinpun tidak sadarkan diri.

Saat bangun, Kevin sudah berada di rumah sakit. Namun badannya tidak bisa digerakan. Kevin melihat Kinal, Sonya, Shania, dan teman-temannya yang lain sedih dan menangis. Kevin pun coba memanggil Sonya. Sonya menghampiri Kevin dengan wajah sedih.
"Sonya, aku sudah ditunggu malikat" kata Kevin.
"Kamu jangan  ngomong gitu Vin....." kata Sonya sambil menangis.
"Boleh aku minta sesuatu kekamu sebelum aku pergi untuk selamanya?" kata Kevin.
Sonya pun hanya mengangguk, Kinal menghampiri Sonya dan berusaha menenangkan Sonya.
"Tolong, jangan lupakan aku Sahabat" kata Kevin.

Sontak suasana dikamar pun menjadi sangat sedih. Tiba-tiba Kevin memejamkan matanya. Ia sudah tidak bernafas. Sonya menangis sangat keras. Kinal tersenyum. "Semoga kamu bahagia di alam sana, Kevin" kata kinal dalam hati. 





******************************************************************************

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan sopan... Ini cuma cerpen... Saya hanya ingin penilaian dari anda...