Cinta
Tak Harus Memiliki (Inspirasi; @nabilahJKT48)
"TIDAKKKKKK!!!!!!" teriaku
saat melihat jam sudah mencapai angka setengah 7.
"Damn..... Gue kan ada ujian praktek!!!" teriak gue dalam hati.
Perkenalkan nama gue Aji. Gue sekarang duduk di kelas 9 smp dan akan melaksanakan ujian praktek hari ini JAM 7 dan gue baru bangun JAM 06.30. Alhasil, gue kesekolah cuma cuci muka dan pakai parfum ajah.
Sampai disekolah, gue langsung ke kelas. Tiba-tiba ada yang nepuk gue dari belakang.
"Bang, udah mandi belum???" canda adik kelas gue.
"Udah lah..." jawab gue bohong.
Jelas gengsi lah gue kalau ngomong yang sebenernya sama adik kelas yamg gue suka. Namanya Nabilah. dia anak kelas 7B. Dia adalah adik kelas gue yang paling deket sama gue. Kita mungkin udah sehati. pernah pas gue gak masuk, si Nabilah ini juga gak masuk. Entah itu kebetulan atau emang takdir.
"Woyyy, bang!!!!!" panggil Nabilah membuyarkan lamunan gue
"iya...?" jawab gue...
"lu entar ujian praktek apa bang?" tanya dia.
"Drama bahasa indonesia" jawab gue singkat.
"asekkkk.... Jadi apaan lu??" tanya dia lagi.
"Jadi penjaga hatimu...." Jawab gue gombal.
"Aseeekkk....... Gombalan lu keren abiss bang..." kata Nabilah
Akhirnya gue masuk ke kelas. Sambil ngafalin teks drama, gue nyiapin kostum gue. Gue disini jadi pembunuh bayaran.
Ujian praktek pun selesai, tapi gue belum pulang. Gue pingin ngajak dia jalan dan ngomongin perasaan gue yang sebenarnya ke dia.
"Udah Nab? Lu mau pulang dulu apa langsung jalan?" tanya gue.
"Langsung ajah deh bang... Ntar keburu sore...." ajak dia.
"Oke... Kita ke FX ajah ya..." Ajak gue.
"Sippp...." tutup Nabilah
Setelah sampai di FX, gue ajak dia makan.
"Emang lu mau ngomong apasih bang ke gue? Kan ngomong disekolah ajah gak apa..."
"Gak enak dong... Kurang romantis...."
"apaan sih..." jawab Nabilah malu-malu.
"Jadi gini Nab, kita kan udah lama nih temenan dari SD. Walaupun umur kita bedah, dan lu masih kecil, tapi.... Gue cinta Nab sama lu..."
"hahhh!!!" jawab Nabilah kaget.
"Iya Nab, aku cinta sama kamu..."
"Serius bang???" tanya Nabilah gak percaya.
"Iya Nab... Kamu mau kan, jadi pacar aku? Yang nerima aku apa adanya?"
"Iya bang, aku mau....." Jawab Nabilah malu.
"YESSS!!!! Terima Kasih Ya Allah....." teriak gue dalam hati.
"Kamu gak usah manggil aku abang lagi, panggil ajah Aji" minta gue.
"Iya Aji...." jawab Nabilah
"Nab, aku ingin kita slalu bersama, walaupun badai memisahkan kita, walaupu arus menerjang kita, aku ingin kamu selalu ada disisiku Nab"
"Aku akan slalu disisi kamu kok Ji, aku cinta sama kamu" jawab Nabilah.
Yah, itu yang bisa kuingat tentang gue dan Nabilah. Gue menangis melihat lelaki memakaikan cincin di jari manis Nabilah. Ya, Nabilah menikah dengan lelaki lain. Ia dijodohkan oleh orang tuanya dengan pengusaha kaya. Cerita yang diatas? Itu hanya kenangan masa lalu saja.... Aku yakin, bisa melupakan Nabilah, walau sulit rasanya.... Tanpa sengaja, aku melihat Nabilah melirik ke arah ku sambil tersenyum dan menangis. Aku tahu, ia masih mencintaiku. "Sampai kapanpun, aku akan selalu mencintaimu, NABILAH" ujarku dalam hati, lalu pergi meninggalkan tempat.
Yah, memang... "Cinta tak harus memiliki"
******************************************************************************
"Damn..... Gue kan ada ujian praktek!!!" teriak gue dalam hati.
Perkenalkan nama gue Aji. Gue sekarang duduk di kelas 9 smp dan akan melaksanakan ujian praktek hari ini JAM 7 dan gue baru bangun JAM 06.30. Alhasil, gue kesekolah cuma cuci muka dan pakai parfum ajah.
Sampai disekolah, gue langsung ke kelas. Tiba-tiba ada yang nepuk gue dari belakang.
"Bang, udah mandi belum???" canda adik kelas gue.
"Udah lah..." jawab gue bohong.
Jelas gengsi lah gue kalau ngomong yang sebenernya sama adik kelas yamg gue suka. Namanya Nabilah. dia anak kelas 7B. Dia adalah adik kelas gue yang paling deket sama gue. Kita mungkin udah sehati. pernah pas gue gak masuk, si Nabilah ini juga gak masuk. Entah itu kebetulan atau emang takdir.
"Woyyy, bang!!!!!" panggil Nabilah membuyarkan lamunan gue
"iya...?" jawab gue...
"lu entar ujian praktek apa bang?" tanya dia.
"Drama bahasa indonesia" jawab gue singkat.
"asekkkk.... Jadi apaan lu??" tanya dia lagi.
"Jadi penjaga hatimu...." Jawab gue gombal.
"Aseeekkk....... Gombalan lu keren abiss bang..." kata Nabilah
Akhirnya gue masuk ke kelas. Sambil ngafalin teks drama, gue nyiapin kostum gue. Gue disini jadi pembunuh bayaran.
Ujian praktek pun selesai, tapi gue belum pulang. Gue pingin ngajak dia jalan dan ngomongin perasaan gue yang sebenarnya ke dia.
"Udah Nab? Lu mau pulang dulu apa langsung jalan?" tanya gue.
"Langsung ajah deh bang... Ntar keburu sore...." ajak dia.
"Oke... Kita ke FX ajah ya..." Ajak gue.
"Sippp...." tutup Nabilah
Setelah sampai di FX, gue ajak dia makan.
"Emang lu mau ngomong apasih bang ke gue? Kan ngomong disekolah ajah gak apa..."
"Gak enak dong... Kurang romantis...."
"apaan sih..." jawab Nabilah malu-malu.
"Jadi gini Nab, kita kan udah lama nih temenan dari SD. Walaupun umur kita bedah, dan lu masih kecil, tapi.... Gue cinta Nab sama lu..."
"hahhh!!!" jawab Nabilah kaget.
"Iya Nab, aku cinta sama kamu..."
"Serius bang???" tanya Nabilah gak percaya.
"Iya Nab... Kamu mau kan, jadi pacar aku? Yang nerima aku apa adanya?"
"Iya bang, aku mau....." Jawab Nabilah malu.
"YESSS!!!! Terima Kasih Ya Allah....." teriak gue dalam hati.
"Kamu gak usah manggil aku abang lagi, panggil ajah Aji" minta gue.
"Iya Aji...." jawab Nabilah
"Nab, aku ingin kita slalu bersama, walaupun badai memisahkan kita, walaupu arus menerjang kita, aku ingin kamu selalu ada disisiku Nab"
"Aku akan slalu disisi kamu kok Ji, aku cinta sama kamu" jawab Nabilah.
Yah, itu yang bisa kuingat tentang gue dan Nabilah. Gue menangis melihat lelaki memakaikan cincin di jari manis Nabilah. Ya, Nabilah menikah dengan lelaki lain. Ia dijodohkan oleh orang tuanya dengan pengusaha kaya. Cerita yang diatas? Itu hanya kenangan masa lalu saja.... Aku yakin, bisa melupakan Nabilah, walau sulit rasanya.... Tanpa sengaja, aku melihat Nabilah melirik ke arah ku sambil tersenyum dan menangis. Aku tahu, ia masih mencintaiku. "Sampai kapanpun, aku akan selalu mencintaimu, NABILAH" ujarku dalam hati, lalu pergi meninggalkan tempat.
Yah, memang... "Cinta tak harus memiliki"
******************************************************************************

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan... Ini cuma cerpen... Saya hanya ingin penilaian dari anda...