Cari

Minggu, 09 Juni 2013

Cerpen: Sonia Natalia



Selamat Ulang Tahun, Sonia....!!!!! (Inspirasi: @soniaJKT48)





Menangis... Itu yang bisa dilakukan oleh Sonia, saat psikopat masuk ke dalam rumahnya. Ia bersama kakaknya, Stella hanya bisa berpegangan tangan. Mama dan Papanya bersembunyi di kamarnya.

"Ci, aku takutt......" kata Sonia ke Stella sambil menangis.
"Cici juga de', kita berdoa ajah ya...." kata Stella menenangkan adiknya.

Tiba-tiba saja, psikopat itu berteriak di rumah Sonia.
"HEYYYY......!!!!!!! KELUAR KALIAN......!!!!!" teriak psikopat itu.
"ci... gimana nih...." kata Sonia sambil masih menangis.
"Kamu tenang dong... Kalau kamu nangis, nanti dia tau kita ada disini....." kata Stella
"tapi aku bener-bener takut.... papa sama mama gimana....???" tanya Sonia masih menangis...
"hussstttt......." ujar Stella sambil menaruh telunjuk di bibir.

Suasanya dirumah Sonia saat ini benar-benar mencekam. Sang psikopat semakin menggila. Dia pun membuka pintu kamar satu persatu. Dan ia menemukan mama Sonia.

"SINI KAMUU!!!!!!" teriak psikopat itu ke mama Sonia.
"Ampunn... Jangan ganggu kami... mengapa kamu mengganggu kami...? Apa salahhh kami.....???" tanya mama Sonia sambil menangis histeris.
"Ci, itu mama ci...." kata Sonia panik.
"Iya dek... Gimana nihh???" tanya Stella mulai panik.
"mudah-mudahan orang itu gak ngebunuh mama ci.." ujar Sonia sambil nangis sesenggu'an. Stella memeluk adiknya yang terkenal cengeng itu.
"SALAH KAMUU???? KAMU TELAH MEMBUAT KELUARGA SAYA HANCURR!!!!! ARGHHHHH!!!!!" bentak sang psikopat, sambil menebas golok ke mama Sonia.
"Ahhhh......" teriak mama Sonia. Lalu hening. Tidak ada suara lagi selain langkah kaki si psikopat itu.
"Ci, mama ci... Apa mama dibunuh???" kata Sonia sambil menangis dan ketakutan.
"sabar ya dek.... serahkan semua pada tuhan...." ujar Stella menenangkan adiknya.

Sang psikopat mulai mencari-cari keberadaan papa Sonia. Ia berjalan dan mulai memasuki gudang. Sialnya, tanpa sengaja kaki papa Sonia mengenai kaca. Papa Sonia pun berteriak.
"Arggghhh..........." teriak papa Sonia.
"OHHH, DISITU KAU RUPANYA......" teriak psikopat itu.
"Ampunnn.... Jangan bunuh keluarga saya...." mohon papa Sonia.
"TAK ADA AMPUN BAGIMU!!!!!" teriak psikopat itu sambil menusukan golok ke perut papa Sonia.

Setelah itu, sang psikopat mulai mencari Sonia dan Stella. Ia memasuki kamar mandi, ruang tamu, dan kamar Sonia. Sampailah sang psikopat di kamar Stella, tempat Sonia dan Stella bersembunyi.

"HEYYY, KELUARRRR KALIANNNNN!!!!" teriak psikopat itu sambil memukul pintu kamar.
"Ci... gimana ini aku takut....." tangis Sonia
"Kamu tenang ya, jangan berisik..." ujar Stella sambil menenangkan adiknya.
"hahahahaha... kena kau..." ujar psikopat itu dalam hati. Ia membuka lemari dan menemukan Stella, namun ia tidak menemukan Sonia. Ia tarik Stella dan menusukan golok itu ke tubuh Stella. Sonia pun makin panik, ia lalu keluar dari lemari itu, dan ia tidak menemukan kakak nya dan psikopat itu. Ia buka pintu, tiba-tiba,

"SELAMAT ULANG TAHUN!!!!!!!!!!!!" teriak papa, mama, dan kakak Sonia. Sonia terkejut. Ia pun makin terkejut ketika psikopat yang memakai topeng itu memamerkan pisau yang berlumuran darah.

"KAKAKKKKK AWASS........!!!!!" teriak Sonia histeris....
"Hahahahahahahahaha......." tawa papa, mama Sonia, Stella dan psikopat itu. Psikopat itu membuka topengnya, dan betapa kagetnya Sonia karena orang yang ada dibalik topeng itu adalah Rio, teman masa kecil Sonia. Tangis Sonia pun mulai mereda.

"Maaf ya dek.... Cici sama Rio yang ngerencanain ini semua, buat kejutan di hari ulang tahun kamu...." kata Stella sambil menahan tawa.
"hahahahahaha.... iya Son, sorry ya... Selamat Ulang Tahun...." kata Rio.
"selamat ulang tahun sayang..." ujar papa dan mama Sonia sambil memeluk Sonia.
"Kaliannn kok jahat sihhh...." teriak Sonia sambil masih menangis.
"Kamu sihh cengeng, penakut, jadi Cici sama Rio punya ide kayak gini..." jelas Stella
"Udahlah Son, selamat ulang tahun ya.... semoga gak cengeng lagi...." canda Rio.
"Ihhhh, tau dehhh...." ujar Sonia sewot. Semua yang ada di ruangan itu tertawa terbahak-bahak. Lagu Jamrud - Selamat Ulang Tahun berbunyi. Teman-teman Sonia datang ke acara ultahnya itu. Sonia tersenyum. Meskipun kakaknya jahil, papa-mama nya sibuk, dan Rio yang rumahnya jauh dari rumah Sonia, namun mereka masih mengingat hari ulang tahun Sonia. Ya, meskipun ia harus dikerjai seperti itu. Namun ia merasa orang-orang masih sayang kepadanya...






******************************************************************************

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan sopan... Ini cuma cerpen... Saya hanya ingin penilaian dari anda...