Selamat Ulang Tahun, Sonia....!!!!! (Inspirasi: @soniaJKT48)
Menangis... Itu yang bisa dilakukan
oleh Sonia, saat psikopat masuk ke dalam rumahnya. Ia bersama kakaknya, Stella
hanya bisa berpegangan tangan. Mama dan Papanya bersembunyi di kamarnya.
"Ci, aku takutt......"
kata Sonia ke Stella sambil menangis.
"Cici juga de', kita berdoa
ajah ya...." kata Stella menenangkan adiknya.
Tiba-tiba saja, psikopat itu
berteriak di rumah Sonia.
"HEYYYY......!!!!!!! KELUAR
KALIAN......!!!!!" teriak psikopat itu.
"ci... gimana nih...."
kata Sonia sambil masih menangis.
"Kamu tenang dong... Kalau kamu
nangis, nanti dia tau kita ada disini....." kata Stella
"tapi aku bener-bener takut....
papa sama mama gimana....???" tanya Sonia masih menangis...
"hussstttt......." ujar
Stella sambil menaruh telunjuk di bibir.
Suasanya dirumah Sonia saat ini
benar-benar mencekam. Sang psikopat semakin menggila. Dia pun membuka pintu
kamar satu persatu. Dan ia menemukan mama Sonia.
"SINI KAMUU!!!!!!" teriak
psikopat itu ke mama Sonia.
"Ampunn... Jangan ganggu
kami... mengapa kamu mengganggu kami...? Apa salahhh kami.....???" tanya
mama Sonia sambil menangis histeris.
"Ci, itu mama ci...." kata
Sonia panik.
"Iya dek... Gimana
nihh???" tanya Stella mulai panik.
"mudah-mudahan orang itu gak
ngebunuh mama ci.." ujar Sonia sambil nangis sesenggu'an. Stella memeluk
adiknya yang terkenal cengeng itu.
"SALAH KAMUU???? KAMU TELAH
MEMBUAT KELUARGA SAYA HANCURR!!!!! ARGHHHHH!!!!!" bentak sang psikopat,
sambil menebas golok ke mama Sonia.
"Ahhhh......" teriak mama
Sonia. Lalu hening. Tidak ada suara lagi selain langkah kaki si psikopat itu.
"Ci, mama ci... Apa mama
dibunuh???" kata Sonia sambil menangis dan ketakutan.
"sabar ya dek.... serahkan
semua pada tuhan...." ujar Stella menenangkan adiknya.
Sang psikopat mulai mencari-cari
keberadaan papa Sonia. Ia berjalan dan mulai memasuki gudang. Sialnya, tanpa sengaja
kaki papa Sonia mengenai kaca. Papa Sonia pun berteriak.
"Arggghhh..........."
teriak papa Sonia.
"OHHH, DISITU KAU
RUPANYA......" teriak psikopat itu.
"Ampunnn.... Jangan bunuh
keluarga saya...." mohon papa Sonia.
"TAK ADA AMPUN
BAGIMU!!!!!" teriak psikopat itu sambil menusukan golok ke perut papa
Sonia.
Setelah itu, sang psikopat mulai
mencari Sonia dan Stella. Ia memasuki kamar mandi, ruang tamu, dan kamar Sonia.
Sampailah sang psikopat di kamar Stella, tempat Sonia dan Stella bersembunyi.
"HEYYY, KELUARRRR
KALIANNNNN!!!!" teriak psikopat itu sambil memukul pintu kamar.
"Ci... gimana ini aku
takut....." tangis Sonia
"Kamu tenang ya, jangan
berisik..." ujar Stella sambil menenangkan adiknya.
"hahahahaha... kena
kau..." ujar psikopat itu dalam hati. Ia membuka lemari dan menemukan
Stella, namun ia tidak menemukan Sonia. Ia tarik Stella dan menusukan golok itu
ke tubuh Stella. Sonia pun makin panik, ia lalu keluar dari lemari itu, dan ia
tidak menemukan kakak nya dan psikopat itu. Ia buka pintu, tiba-tiba,
"SELAMAT ULANG
TAHUN!!!!!!!!!!!!" teriak papa, mama, dan kakak Sonia. Sonia terkejut. Ia
pun makin terkejut ketika psikopat yang memakai topeng itu memamerkan pisau
yang berlumuran darah.
"KAKAKKKKK
AWASS........!!!!!" teriak Sonia histeris....
"Hahahahahahahahaha......."
tawa papa, mama Sonia, Stella dan psikopat itu. Psikopat itu membuka topengnya,
dan betapa kagetnya Sonia karena orang yang ada dibalik topeng itu adalah Rio,
teman masa kecil Sonia. Tangis Sonia pun mulai mereda.
"Maaf ya dek.... Cici sama Rio
yang ngerencanain ini semua, buat kejutan di hari ulang tahun kamu...."
kata Stella sambil menahan tawa.
"hahahahahaha.... iya Son,
sorry ya... Selamat Ulang Tahun...." kata Rio.
"selamat ulang tahun
sayang..." ujar papa dan mama Sonia sambil memeluk Sonia.
"Kaliannn kok jahat
sihhh...." teriak Sonia sambil masih menangis.
"Kamu sihh cengeng, penakut,
jadi Cici sama Rio punya ide kayak gini..." jelas Stella
"Udahlah Son, selamat ulang
tahun ya.... semoga gak cengeng lagi...." canda Rio.
"Ihhhh, tau dehhh...."
ujar Sonia sewot. Semua yang ada di ruangan itu tertawa terbahak-bahak. Lagu
Jamrud - Selamat Ulang Tahun berbunyi. Teman-teman Sonia datang ke acara
ultahnya itu. Sonia tersenyum. Meskipun kakaknya jahil, papa-mama nya sibuk, dan
Rio yang rumahnya jauh dari rumah Sonia, namun mereka masih mengingat hari
ulang tahun Sonia. Ya, meskipun ia harus dikerjai seperti itu. Namun ia merasa
orang-orang masih sayang kepadanya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan... Ini cuma cerpen... Saya hanya ingin penilaian dari anda...